Home Bandung Asli Betulkan Ridwan Kamil Bantah Tampar Sopir Angkot, Kenapa ada Laporan Polisi di...

Betulkan Ridwan Kamil Bantah Tampar Sopir Angkot, Kenapa ada Laporan Polisi di Polda Jabar?

681
0
SHARE

BANDUNGHIJI – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dikabarkan menampar seorang sopir angkutan umum. Kabar ini muncul setelah salah seorang netizen mencuit lewat akun media sosial Twitter dengan akun @JokoHQ.

Akun bernama Joker tersebut mengatakan atas kabar penamparan tersebut, Ridwan Kamil dilaporkan ke polisi. “@JokoHQ: RK dilaporin ke polisi gara2 nampar supir angkot. Dashyat. Sdh kayak Ali Sadikin,” tulis Joker di akun twitternya, Ahad (20/3).

Tweet tersebut langsung mendapat respons dari Emil yang memang aktif berkomunikasi lewat media sosial. Emil mengaku tidak ada pemukulan seperti yang ditulis akun Joker.

“@ridwankamil: tdk ada pemukulan. ini ada preman maksa warga masuk mobilnya, kepergok walikota, mau kabur. sy dadah2 aja gitu?” balas Emil.

Emil menjelaskan lebih lanjut bahwa sopir yang dimaksud bukanlah sopir angkutan kota. Melainkan anggota komplotan pelanggar hukum rutin yakni mobil angkutan ilegal yang berplat hitam namun mengangkut penumpang sesukanya. Untuk menindak, Emil menuturkan akan mencegat oknum pelanggar tersebut. Namun sopir yang belum diketahui namanya hendak kabur.

Jika Emil bantah, kenapa ada seorang warga lantaran diduga telah melakukan penamparan dan pemukulan. Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh RK tersebut kini ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar.

‘’Pelapor atas nama Taufik Hidayat. Kasusnya kini ditangani Krimum Polda Jabar,’’ kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Sulistyo Pujo kepada para wartawan, Ahad (19/3) seperti dikutip ROL

Dikatakan Pujo, kasus dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (18/3) sekitar pukul 11.30 WIB di sekitar Alun-alun Kota Bandung. Saat itu pelapor sedang menaikkan penumpang ke kendaraan angkutan umum gelap (omprengan) jalur tengah. Tiba-tiba datang RK yang menumpang sepeda listriknya. ‘’Terlapor menghampiri dan mengeluarkan kalimat ‘urang mana maneh’ (orang mana kamu-red),’’ ujar dia.

Setelah menegur, RK diduga melakukan penamparan terhadap pelapor sebanyak tiga kali ke bagian pipi kiri dan kanan. Tak hanya itu, terlapor juga memukul bagian perut korban sebanyak dua kali.

Atas kejadian tersebut, Taufik Hidayat mengadukannya ke Polda Jabar. ‘’Pasal yang disangkakan adalah 351 KUHP. LP sudah dibuat dan sudah diserahkan ke Krimum Polda Jabar,’’ katanya.

Dalam kicauan lainnya  RK mengatakan “@ridwankamil: 3. komplotan ini sdh sy ingatkan dgn lisan belasan kali. 4. Sdh dirazia Skogar berkali-kali, krn ada oknum aparat jd beking. skg play victim,” tambah Emil dalam tweetnya.

Cuitan tersebut masih mendapat balasan dari Joker. Joker menilai penjelasan Emil justru terasa janggal.”@JokoHQ: “Saya tdk mukul. Emang kalau ketemu yg model gitu saya cm perlu dadah2?”| Kalimat ini aneh, seakan2 nyangkal, terus membenarkan pemukulan,” ujarnya.

Netizen tersebut menyindir Emil dengan menyebut dirinya kurang kerjaan sebagai seorang wali kota. Sampai harus menampar sopir angkot untuk menindak. Hingga kini belum diketahui kebenaran penamparan tersebut. Perang cuitan tersebut mendapat banyak respons dari netizen lainnya. Kebanyakan mendukung tindakan tegas yang harus dilakukan pemerintah. Namun tak sedikit pula yang mengingatkan Emil untuk berhati-hati dalam bertindak karena banyak pembencinya yang justru dapat memetik manfaat.

“@baitulatiq: .@Dian_Supolo .@ridwankamil lebih berhati-hati om,nanti hal spt ini dijadikan bumerang oleh fans saingan politik om..mereka sering ‘lapar’” ujar salah satu netizen.(DBS/REP/VOB)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here