Home Bandung Asli Bandung Tea Catatan Omong Kosong Prof Jusman SD

Catatan Omong Kosong Prof Jusman SD

305
0
SHARE

Dicopas dari Tulisan Prof Jusman SD di FB nya, bagus buat kita renungkan: 

Catatan OK (Omong Kosong) Minggu pagi

Minggu depan pilkada serentak berlangsung. Konsep untuk ciptakan lapangan kerja, bangun sekolah gratis, kesehatan dan perumahan sering jadi bahan kampanye.

Konsep agar semua penduduk Beli produk Made in Indonesia dan ciptakan lapangan kerja sering jadi visi banyak Calon pemimpin yang ikut Pilkada.

Dalam hal ini Ada analis industri manufaktur punya rumus menarik yg dapat dipelajari :

“if every adult in this country made the commitment to buy one $30 American made product per month, instead of its foreign version, we would directly create 500,000 jobs here in the USA (Todd Lipscomb – ReMade in the USA)

Jika ini diterapkan di Indonesia bunyi kalimat nya bisa dimodifikasi dengan kata kata : Andaikata tiap rumah tangga kelas menengah yang punya daya beli, berkomitmen mengalokasikan anggaran belanja sebesar 300 Ribu rupiah tiap bulan nya untuk membeli produk “made in Indonesia”, maka secara langsung dapat membuka 200000 lapangan kerja di tanah air Indonesia.

Lho kok di discount angkanya? Mungkin ada yg bertanya begitu.

Alasan sederhananya Cost of Doing Business di Indonesia masih mahal dibanding negara lain.

Menciptakan lapangan kerja bukan soal mudah. Banyak rintangan yang perlu ditanggulangi setahap demi setahap. Begitu juga membuat bisnis yang dikelola tetap langgeng dan sustainable tidak mudah juga.

Karenanya Todd Lipscomb dalam buku Re-Made in America merekomendasikan langkah untuk merevitalisasi Pasar domestic yang "friendly" bagi produk buatan negeri sendiri.

Pasar domestik yang ramai pembeli dan dinamis adalah mesin pendorong kurva supply and demand.

Asumsi ini yang bikin kita punya opsi untuk konsepsi Managed Market atau Pasar Terkelola , bukan Free Trade melainkan Fair Trade. Rumus sederhana nya adalah membuat kebijakan publik agar 70% demand pasar domestik dialokasikan untuk produk dalam negeri dan hanya 30% demand untuk produk import.

Opsi ini mungkin akan menghasilkan lapangan kerja baru bagi generasi muda yang baru tamat sekolah, sebab industri nasional akan bangkit kembali.

Catatan kecil ini dibuat ketika sedang minum kopi sambil ngobrol dengan anak di Bandung yang sedang kuliah disemester babak final di ITB. Mohon maaf jika keliru.

Salam

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here