Home Bandung Asli Bandung, Vandalisme, dan Walikota yang Tak Peduli

Bandung, Vandalisme, dan Walikota yang Tak Peduli

217
0
SHARE
BANDUNGHIJI – Vandalisme berupa grafiti di fasilitas umum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya)” atau “perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas”.
Vandal merusak kota Bandung inilah yang terlihat dari foto-foto karya Andi Sopiandi dari Bandunghiji.com yang merekam Bandung pebuh Vandal dan sang Walikota yang terkenal ahli arsitek yang kini sibuk mengurus diri akan maju ke Gubernur Jabar – semoga jadi- tak kuasa melawan vandalisme Bandung. Sejumlah gedung divandal.
Silakan simak foto-fotonya:
Jika kita kebelakang maka pada zaman Romawi Kuno, yang merusak kota Roma secara biadab pada tahun 455. Pada Abad Pencerahan, Roma diidolakan, sementara bangsa Goth dan Vandal dipersalahkan karena menghancurkan kota kuno yang indah tersebut. Sebenarnya bangsa Vandal tidaklah merusak lebih banyak dibandingkan para penyerbu kota itu di masa lalu, tetapi nama bangsa itu mengilhami penyair Britania Raya, John Dryden, pada 1694 menulis bahwa bangsa Goth dan Vandal adalah bangsa Utara yang kasar, merusak banyak sekali monumen. 
Memang bangsa Vandal sengaja merusak banyak patung, sehingga namanya dikaitkan dengan perusakan benda seni. Istilah Vandalisme diutarakan pertama kali pada tahun 1794 oleh Henri Grégoire, Uskup Blois, untuk menyebut perusakan karya seni pada waktu Revolusi Perancis. Istilah itu segera dipakai di seluruh Eropa. Penggunaan baru ini berperan dalam memberi kesan pada zaman modern bahwa bangsa Vandal pada zaman kuno merupakan bangsa barbar atau tidak beradab yang suka merusak.
Nah apakah Kota Bandung akan dibiarkan tervirus oleh Vandal dan pemimpin kotanya hanya diam tak peduli?
AS/BHJ   FOTO-FOTO ANDI SOPIANDI

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here