Home Bandung Asli Bandung Pisan Betulkah IoT Bakal Gantikan Smartphone?

Betulkah IoT Bakal Gantikan Smartphone?

59
0
SHARE

BH – Institute of Life and Living Asean (Hill Asean), lembaga think tank Hakuhodo, baru-baru ini merilis hasil penelitian terkait dengan masa depan Asean sei-katsu-sha (life living person).

Direktur Hill Asean & Direktur Eksekutif Strategi Hakuhodo Network Indonesia, Farhana E Devi Attamimi mengatakan, internet of things (IoT) akan tumbuh dua kali lipat lebih banyak pada 2021 mendatang dibandingkan smartphone. Hal itu akan mengubah segala perilaku konsumen saat ini.

“Kita kan sekarang masih mengontrol smart device dari aplikasi, tapi dengan banyaknya IoT device di mana mereka itu rata-rata sudah memiliki artifial intelligence (AI), IoT device mampu berpikir sendiri,” paparnya melalui rilisnya yang diterima di Jakarta belum lama ini.

Era smartphone, lanjutnya, sebentar lagi akan digantikan oleh era IoT. Era ini akan benar-benar berbeda karena cara manusia berperilaku sangat berbeda.

IoT diperkirakan akan mampu mendorong format bersifat proaktif dengan memberikan solusi dari semua kebutuhan manusia, termasuk dalam hal berbelanja. Sebab, IoT akan merekam kebiasaan manusia sehari-hari.

“Ini akan mendorong assistive media, jadi asistennya kita. Asisten yang sangat aktif, bukan asisten yang harus kita suruh dulu, mereka yang akan terus-terusan kasih rekomendasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Hakuhodo Network Indonesia, Irfan Ramli mengatakan, masyarakat dunia, khususnya Indonesia harus mempersiapkan diri agar tidak tertinggal dari pengetahuan soal teknologi, khususnya IoT.

“Kami mengingatkan bahwa kesiapan kita terhadap hal ini adalah hal yang paling penting. Dari sekarang kita harus siap,” tegasnya.

Popularitas IoT ke depan akan membawa tiga pengaruh dalam kehidupan manusia sehari-hari. Pertama, era beyong the screen, di mana arus digitalisasi akan menyebar pada perangkat rumah, mobil, kota, dan infrastruktur sosial.

Penelitian HILL ASEAN ini dilakukan di enam negara ASEAN seperti Thailand, Singapore, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Filipina pada Juni 2018 lalu, dengan target responden berusia 20-49 tahun sebanyak 5.400 orang. |BHJ

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here