Home Bandung Asli DI BANDUNG, SEBANYAK 8 BIOSKOP AJUKAN PERMOHONAN RELAKSASI

DI BANDUNG, SEBANYAK 8 BIOSKOP AJUKAN PERMOHONAN RELAKSASI

263
0

BANDUNGHIJI.COM –  Setelah 27 tempat hiburan yakni karaoke dan klub malam di Bandung Tengah diberikan izin untuk beroperasi sesuai standard protokol kesehatan yang wajib dipatuhi. Kink giliran 8 Bioskop mengajukan permohonan Relaksasi untuk kembali beroperasi kepada pemerintah kota Bandung.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) mengatakan, “Kita melihat tidak serta merta memberikan surat persetujuan. Kita pasti meninjau kembali, pokoknya harus ketat kontrolnya (standar protokol kesehatan),” kata Kenny kepada media 31 Agustus 2020.

Kebanyakan tempat yang sudah beroperasi sesuai standard protokol adalah karaoke yang telah lulus kontrol. Menurut Kenny, salah satu yang termasuk tempat hiburan, yakni bioskop dalam Peraturan Walikota (Perwal) sudah bisa untuk dilakukan relaksasi.

“Kalau bioskop dalam Perwal 46 sudah bisa direlaksasi. Saat ini baru ada surat permohonan, sekarang masih proses. Pertimbangannya faktor kesehatan dulu. Seperti yang disampaikan Pak Sekda protokol kesehatannya itu harus ketat untuk pengawasannya,” ucapnya.

Ditempat yang sama Sekertaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan Pemkot Bandung Tidak memiliki alasan untuk tidak mengizinkan sebuah tempat untuk relaksasi jika prosedur dan mekanismenya sudah memenuhi persyaratan Pemkot Bandung.

“Tidak ada alasan untuk tidak mengizinkan, dengan catatan-catatan yang sudah tertuang dalam surat izin. Seperti izin operasional yang harus melakukan pengetatan standar protokol kesehatan, kalau ada kejadian harus siap, dan lain sebagainya,” katanya usai peninjauan tempat bermain anak di Kings Shopping Centre Dalem Kaum.

“Saat ini proses yang sedang berjalan dalam perijinannya adalah ada 8 bioskop yang pernah ditinjau oleh Wakil Wali Kota Bandung dan pengajuan relaksasi,  nanti yang bersangkutan dilihat, ditinjau di lapangan seperti apa, sudah clear atau tidak? Lalu silahkan potret lapangan seperti apa? Meyakinkan atau tidak untuk dilakukan relaksasi,” pungkasnya. |ILHAMDI/MG

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.