Home Bandung Asli KAMI JABAR & DEKLARASI

KAMI JABAR & DEKLARASI

359
0
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo di acara Deklarasi KAMI Jabar/FOTO HERMANA/BDH

BANDUNGHIJI.COM – Menjadi sesuatu yang terasa epic banget, pada saat sebuah acara deklarasi mendapat penolakan dimana-mana,.

Memang deklarasi itu apa sih?

Saya takutnya di era sekarang kata “declare” itu, juga mendapat sebuah penafsiran yang berbeda seperti halnya
Polemik antara “mudik” dan “pulkam”.

Sehingga sesuatu yang saya anggap sederhana bisa saja buat seseorang membuatnya mendadak demam..😁

Rencana awal KAMI JABAR ingin melaksanakan acara deklarasi di tempat2 terbuka yang merupakan fasum, tapi tidak mendapat izin.

Lalu kami pindah ke sebuah gedung pernikahan, agar daya tampung lumayan karena animo dan simpati yang begitu besar sehingga mereka ingin menghadiri gelaran deklarasi tersebut,
Undangan pun lantas dicetak dan siap edar, tapi apa yang terjadi?

Pihak gedung melakukan pembatalan sepihak dengan alasan mereka hanya menerima pesta pernikahan tapi tidak untuk deklarasi?

What the different mameeen…?

Yang nikah sama yang deklarasi itu sama-sama manusia jadi kenapa bisa yang satu boleh sementara yang lain tidak boleh?

Pihak gedung pun mengembalikan DP yang sudah disetor panitia. One prestasi, jelas…

Tapi KAMI itu baik hati dan tidak sombong, serta memaklumi tentu ada yang melakukan pressure terhadap manajemen gedung sehingga mereka berani melanggar etika bisnis yang sudah disepakati.

Akhirnya panitia kembali pontang panting mencari alternatif tempat. Seneng dong..waktu akhirnya mendapat sebuah hotel yang dianggap cukup refresentatif meski dengan batasan undangan yang jauh lebih sedikit agar KAMI tidak melanggar protokoler covid19…patuh kan KAMI?

Dan KAMI pun JUJUR mengatakan kepada pihak hotel kenapa booking tempat dalam waktu yang begitu mepet.
Pihak hotel bilang tidak masalah karena mereka sudah mendapat rekomendasi untuk menerima berlangsungnya berbagai acara di tengah pandemic ini, tentu saja protokoler akan dijalan dengan sangat ketat.

Panitia pun riang gembira.

Cetak undangan lagi kami, sebagai tiket masuk ke tempat deklarasi, agar kami tidak melewati batas maksimum yang sudah ditentukan.

Lalu permohonan maaf pun diedar (seiring pergantian tempat), bahwa kepada semua komunitas yang tadinya akan hadir, dimohon untuk mengurangi jumlah peserta agar panitia tidak melanggar quota protokoler covid19 tercintaah….

Eng…Iiing….Eeng….

H-2, dimana seharusnya KAMI sudah bisa fokus ke rangkaian acara, panitia kembali mendapat berita yang sama,.
Bahwa bla..bla..bla…
Oo…ooowwww….
Meski KAMI sudah menduga, tetep sih kesel juga…
Ada apa dengan mereka?
Ada apa dengan kalian yang begitu berkeras agar deklarasi ini tidak bisa berlangsung?

Dua kali demo rakyat melawan rakyat dilakukan…
Sebuah pertunjukan yang teramat konyol dimana ada oknum yang mengaku sebagai sekelompok cendekia lalu berdemo turun ke jalan dengan alasan jangan sampai terjadi cluster baru…

Hahahahahahah….
Stupidity memang menggelikan,.
Kenapa kalian gak demo lewat zoom meet?
Kenapa kalian malah ikut berkerumun juga?

Pemirsah, sudah bisa nebak kan?
Kalau pada akhirnya izin untuk deklarasi-pun dicabut kembali..kurang dari H-1..
Ajiib bukan?

Tanpa berniat mengabaikan protokoler yang ada, akhirnya panitia memutuskan untuk melakukan deklarasi di sebuah tempat dengan tamu yang sangat2 terbatas…

Karena kalau KAMI postpone atau pindah tempat-pun sepertinya endingnya akan sama.

Maka diputuskan juga untuk melakukan pemberitahuan aksi dalam rangka mengakomodir simpatisan yang tadinya bakal hadir ke hotel tempat deklarasi..

Sedihnya berada di negeri yang katanya demokrasi dimana kebebasan untuk berkumpul, berserikat dan mengeluarkan pendapat yang dijamin UUD, ternyata ada pihak2 yang keberatan dan melanggarnya…

Dan tibalah pada hari H,.
Dua acara berlangsung dalam waktu bersamaan..
Alhamdulillah acara cukup lancar..
Meski berbuah gorengan-gorengan dari sebuah media darling…
Mereka sebagai salah satu pilar berdemokrasi bukan lagi bicara substansi kenapa acara pindah.

Tapi lebih ke mencari2 kesalahan seolah ada pelanggaran protokoler pandemik tapi abai terhadap pelanggaran konstitusi..

Stupidity dan covidity itu memang menjadi sesuatu yang menakutkan terhadap keselamatan bangsa ini…

CAG Aah…

MWT/7920

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.