Home Bandung Asli ETISKAH PASLON BUPATI MENGHADIRI PELANTIKAN PEJABAT SEKRETARIS DAERAH?

ETISKAH PASLON BUPATI MENGHADIRI PELANTIKAN PEJABAT SEKRETARIS DAERAH?

331
0

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan. Kemarin (1/3), menghadiri pelantikan Asep Sukmana sebagai Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung oleh Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum di Gedung Sate, Bandung.

Etiskah? Bukankah sekarang sedang ada proses gugatan ke Mahkamah Konstitusi oleh pasangan Kurnia Agustina dan Usman Sayogi?

Apakah kehadiran Paslon Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan dapat dikategorikan sebagai pelecehan terhadap Mahkamah Konstitusi dan mendahului keputusan MK?

Bila ada argumen yang mengatakan kalau Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan adalah Bupati dan Wakil Bupati Bandung terpilih. Kata siapa? Bukankah ini penyesatan dan pembohongan publik? Dengan adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi oleh pasangan Kurnia Agustina dan Usman Sayogi, otomatis belum ada Bupati dan Wakil Bupati Bandung terpilih. Masih berproses di Mahkamah Konstitusi. Kecuali tidak ada gugatan ke MK.

Jangan-jangan ini bagian dari penggiringan opini publik bahwa Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan yang bakal dilantik? Padahal belum tentu. MK bisa saja memutuskan lain.

Bagaimana seandainya Mahkamah Konsitusi mendiskualifikasi pasangan Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung? Bukankah akan menimbulkan masalah baru yang berpotensi menimbulkan gejolak sosial? Lain soalnya bila MK menolak gugatan Kurnia Agustina dan Usman Sayogi.

Bisa saja MK menganulir keputusan KPU Kabupaten Bandung dan menetapkan pasangan Kurnia Agustina dan Usman Sayogi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung periode 2021 – 2024. Masa jabatan hanya empat tahun sesuai UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2024.

Segala kemungkinan bisa terjadi. Apalagi dinamika dalam tiga kali persidangan di MK, baik KPU maupun Bawaslu menguatkan argumentasi gugatan pasangan Kurnia Agustina dan Usman Sayogi.

Alangkah eloknya bila masing-masing pasangan calon menahan diri sampai keputusan Mahkamah Konstitusi keluar. Sebab, tahapan Pilkada Kabupaten Bandung belum selesai. Masih menyisahkan dua tahapan lagi, yaitu keputusan MK dan pengesahan hasil keputusan MK. Siapa Bupati dan Wakil Bupati Bandung terpilih periode 2021 – 2024.

Yang terbilang aneh adalah, siapa pihak yang mengundang pasangan calon Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan ke acara pelantikan Pejabat Sekretaris Daerah? Kenapa pasangan calon lain tidak diundang? Bukankah pasangan calon lain, terutama Kurnia Agustina dan Usman Sayogi punya peluang yang sama untuk dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bandung. Apakah ada keberpihakan Pemerintah Propinsi Jawa Barat terhadap pasangan calon tertentu? Masa sih, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tidak mengetahui kalau Pilkada Kabupaten Bandung masih berproses di MK?

Atau bagian dari penggiringan opini publik, bahwa yang harus dilantik pasangan itu. Padahal, belum tentu pasangan tersebut yang dilantik. Mahkamah Konstitusi bisa saja memutuskan lain.

Bandung, 18 Rajab 1442/2 Maret 2021

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.