Home Bandung Asli MEMBACA SKENARIO PUTUSAN MAHKAMAH KONSITUSI UNTUK PHP KABUPATEN BANDUNG

MEMBACA SKENARIO PUTUSAN MAHKAMAH KONSITUSI UNTUK PHP KABUPATEN BANDUNG

889
0

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Tanggal 19 sampai 24 Maret adalah masa yang dinanti dan dirindu bagi warga Kabupaten Bandung. Publik makin penasaran.

Menanti dan merindukan Bupati dan Wakil Bupati Bandung pilihan warga Kabupaten Bandung sesuai dengan konstitusi yang berlaku di Indonesia.

Mahkamah Konstitusi sebagai pemutus akhir dari ‘drama’ Pilkada Kabupaten Bandung akan mengambil keputusan seadil-adilnya berdasarkan bukti dan fakta persudangan. Apapun keputusan MK, harus kita hormati sebagai keputusan terbaik bagi warga Kabupaten Bandung.

Ada dua kemungkinan putusan MK terhadap sengketa Pilkada Kabupaten Bandung.

Pertama, gugatan NU PASTI ditolak. Berarti pasangan BEDAS dikukuhkan sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Bandung.

Kedua, gugatan NU PASTI diterima. Ada beberapa skenario bila gugatan NU PASTI dikabulkan.

Satu, PSU atau Pemungutuan Suara Ulang sebagian atau seluruhnya.

Kuat dugaan skenario kesatu kecil kemungkinan diambil MK. Sebab, Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada Kabupaten Bandung bukan perselisihan hasil perhitungan suara. Selisih suara sangat jomplang, 26%. Sementara syarat permohonan PHP Kabupaten Bandung, selisih suara tidak boleh lebih dari 0,5%. Dengan diterimanya permohonan PHP NU PASTI oleh MK, pokok perkaranya bukan soal suara, tapi soal dugaan visi misi BEDAS mengandung unsur money politic melalui pembagian tiga kartu yang punya nilai nominal tertentu. Implikasinya, pada perolehan suara pasangan BEDAS.

Dua, Diskualifikasi salahsatu paslon, yaitu Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan alias BEDAS.

Kurangnya alat bukti KPU dan pengakuan secara terbuka di depan persidangan terakhir oleh Bawaslu tentang adanya dugaan tindak pidana pada misi visi paslon nomor urut tiga.

Bila fakta persidangan ini yang menjadi acuan Hakim Mahkamah Konstitusi pada Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH), besar kemungkinan paslon nomor urut tiga didiskualifikasi.

Tiga, Implikasi dari skenario kedua, ada dua kemungkinan. Pertama, PSU terbatas atau seluruhnya. Kedua, menetapkan paslon nomor urut satu, NU PASTI sebagai peraih suara terbanyak kedua sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung periode 2021 – 2024.

Menurut hemat penulis, kecil kemungkinan MK mengambil putusan PSU terbatas atau seluruhnya. Selain alasan di atas pada poin satu, paslon nomor urut dua, yaitu Yena Iskandar Ma’soem dan Atep Rizal sudah menerima keputusan pleno KPU tanggal 15 Desember 2020. Lain soal, kalau paslon nomor urut dua ikut menggugat ke MK dan menolak hasil perhitungan suara oleh KPU. Kemungkinan peluang PSU terbatas atau seluruhnya terbuka lebar.

Bandung, 21 Rajab 1442/5 Maret 2021

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.