Home Bandung Asli Unikom Bandung Dukung Festival Tari Jaipong Galuh Pakuan Cup

Unikom Bandung Dukung Festival Tari Jaipong Galuh Pakuan Cup

29
0

BANDUNGHIJI.COM – Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri V kini makin meriah. Kini Festival dalam rangka untuk mendukung melestarikan mengembangkan membuat literasi Digital Kebudayaan yang merupakan legacy budaya Sunda telah dari berbagai pihak. Sebelumnya dukungan tersebut datang dari RRI Bandung. Kemudian dari Universitas Ilmu Komputer (Unikom) Bandung.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unikom Bandung Prof. Dr. Umi Naritawati, melalui Direktur Kolaborasi Lembaga Unikom Bansung Dr. Nina Kurnia Hikmawati Se, MM mengatakan, ada tiga alasan Unikom Bandung mendukung Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri V yaitu, merupakan fungsi Tri Darma Perguruan Tinggi seperti pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat.

Direktur Kolaborasi Lembaga Unikom Bansung Dr. Nina Kurnia Hikmawati Se, MM/ist

Menurut Nina Akademisi dari lembaga pendidikan tinggi berkewajiban membantu LAK Galuh Pakuan dalam menyelenggarakan festival tari jaipongan tahunan yang telah diselenggarakan sejak tanggal 16 Oktober 2021. Kegiatan Festival Tari Jaipongan Kreasi Galuh Pakuan Cup sekarang merupakan seri-V Tingkat Nasional yang diikuti oleh 1035 peserta dengan total 2853 penari di seluruh Indonesia, dengan berbagai kategori anak- anak, remaja dan dewasa yang memperebutkan hadiah Rp 200.000.000,- dan piala bergilir Dirjen Kebudayaan KEMENDIKBUD RI, Dirjen AptikaKEMKOMINFO RI, piala bergilir Raja LAK Galuh Pakuan.

“Tari Jaipong adalah salah satu kesenian tradisional Jawa Barat yang sangat populer, yang merupakan penggabungan beberapa seni tradisional seperti pencaksilat, wayanggolek, ketuktilu dan lain – lain. Tarian ini sering di tampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu besar dan festival budaya,” jelasnya.

Pada kesempatan Festival kali ini, tarian diiringi musik tari RAHYANG MANDALAJATI. Yang merupakan Tarian atraktif dengan dominan antara tangan bahu pinggul. Tarian jaipongan ini diperlonbakan dapat dilakukan tunggal, berpasangan atau berkelompok serta penampilan barisan atau formasi yang di lakukan secara berpindah – pindah. Adapun tarian jaipongan dalam pertunjukannya di iringi musictradisional, degung, kendang, gong, saron, kecapi dan lain – lain. Dengan Busana yang dikenakan kebaya berwarna cerah dan bawahan berupa kain jarit bermotif batik, juga di lengkapi dengan selendang, semua ini merupakan konten Budaya yang perlu dilestarikan.

Partner dalam kegiatan ini adalah RRI, Kemendikbud, dan Kominfo. Adapun partner konten dengan Akademik yaitu dengan UPI dan ISBI serta UNIKOM sebagai juri festival.

Selain UNIKOM support juga untuk Sumber Daya Manusia (SDM) berupa Dosen dan Mahasiswanya untuk membantu kegiatan ini, yang diharapkan sebagai wadah laboratorium praktek real di masyarakat yang sangat butuh bantuan sisi akademis.

Nina juga mengatakan bahwa kegiatan mahasiswa UNIKOM diantaranya diperlukan untuk :
Magang selama dua bulan secara Ofline tinggal/datang di lokasi Subang Jabar untuk :
 Mengoperasikan Streaming Youtube
 Mengoperasikan Alat Kamera dan Video
 Membuat atau edit : Bumper Opening, Bumper MC, Bumper Dewan Juri, Bumper Festival,
Highlight (Cuplikan) peserta yang tampil perhari, dan desain multimedia.

“Itu support SDM dari Dosen UNIKOM untuk Menjadi Dewan Juri secara Online (via Zoom dan Youtube) dalam hal Penilaian Penampilan dari sisi Digital Video, yang dinilai adalah aspek dalam multimedia atau sinematografi,” ujar Nina

Secara teknis ada penilaian untuk :
1. Pengemasan Video (tata tempat, tata cahaya, tata visual/ properti)
2. Kreativitas dalam aspek Multimedia (bumper, identitas, kualitas video, kualitas audio)
3. Teknik Pengambilan Gambar

Setelah melihat tiap hari video yg ditayangkan… Dari ketiga point diatas tersebut,.. dirangkum dan dibuat dalam 5 point kategori penilaian :
1. Pengemasan Video Introduction
2. Pengemasan Video Utama
3. Estetika
4. Multimedia Videografi
5. Teknis Editing

“Penilaian dari sisi Multimedia memberikan nilai tambahan dalam teknik pengemasan sebuah tayangan tampilan tarian menjadi sebuah hasil yang spektakuker,”tambah Dr Nina yang dikenal akltif di berbagai organisasi.

Nilai selain dari juri juri lainnya dari kampus lain diantaranya
: 1. Prof Tati Narawati ( Upi), 2. DR. Ayo sunaryo ( Upi), 3. DR trianti ( UPI), 4. Edi Mulyana ( ISBI) 5. Kawi ( ISBI) Dll

“Keberadaan kampus harus memberikan kemanfaatan bagi lingkungannya, salah satunya dengan Konsep Kampus Merdeka Dan merdeka belajar diharapkan para mahasiswa dan dosen bisa mengetahui banyak kebutuhan real masyarakat,”ungkapnya.

Artinya kata Nina, korelasinya dengan Festival Jaipong Galuh Pakuan, jelas sangat ada kaitannya, karena festival tersebut, dilaksanakan secara daring melalui akun  Youtobe, sehingga semuanya ada kaitannya dengan kompetensi dengan ilmu yang dimiliki para mahasiswa dan dosen Unikom.

Unikom juga bertanggungjawab lanjut dia, karena Unikom bukan lembaga pendidikan delivery agar mahasiswanya pinter, tetapi harus berguna bagi lingkungan dan sekitarnya.

Khusus tim Juri yg ditunjuk dari UNIKOM adalah Ibu Dr Nina Kurnia Hikmawati, SE,. MM sebagai dosen teknik informatika dan sistem informasi dan Arif Try Cahyadi, M.Ds yang menguasai multimedia.

Hal ini merupakan salah impelementaai satu pengabdian masyarakat dalam membantu penilaian dari sisi multimedia san digital… agar masyarakat di edukasi dan mengoptimalkan cara pembuatan video untuk jaipongan dan mengoptimalkan digitalisasi di masyarakat agar paham dan lebih berguna.

“Bahwa hasil dari penilaian per video yg dilihat setiap hari ada sekitar 1.035 semuanya adalah mengenai cara cara membuat video yang lebih hidup.. cara lighting.. penganbilan gambar.. kombinasi warna dan lainnya yg menyempurnakan tayangan sebuah video Jaipongan,”jelas Arif Try Cahyadi, M.Ds.

“Di UNIKOM secara khusus semua kepedulian harus berguna bagi masyarakat, khusunya dari segi teknologi digitalnya, agar konten-konten video yang dikirim para peserta lebih berkualitas. Sehingga chemisty dari festival tari jaipongan ini, yang merupakan seni budaya nusantara yang harus kita lestarikan,” tutup Nina menambahkan. (ata/bdg)

 

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.