LATEST ARTICLES

Komjen M Iriawan Dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jabar

0
Komjen M Iriawan Dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jabar/her
BANDUNGHIJI – Penunjukan Komisaris Jenderal (Komjen) Polri M. Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat sempat muncul pro-kontra bahkan ada wacana dibatalkan, namun akhirnya, Senin (18/6/2018) ia resmi dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat menggantikan Ahmad Heryawan yang habis masa jabatannya beberapa waktu lalu. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam pidato pelantikannya berpesan, bahwa Pejabat Gubernur bukanlah pejabat politik, sehingga harus memiliki kemampuan lebih serta keluwesan dalam mengawal netralitas Aparatur Sipil Negara dan jajaran TNI/Polri dalam Pilkada serentak tahun 2018. Tjahjo Kumolo sampaikan pula, bahwa Pejabat Gubernur yang telah dilantik memiliki tugas dan kewenangan kepala daerah sebagaimana amanat Pasal 65 Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sesuai dengan pasal 132A Undang – Undang PP Nomor 49 Tahun 2008 Perubahan Ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 Tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah beberapa larangan seorang Pejabat Gubernur antara lain :
  1. Melakukan mutasi pegawai;
  2. Membatalkan perijinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya dan/atau mengeluarkan perijinan yang bertentangan dengan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya;
  3. Membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan dengan kebijakan pejabat sebelumnya dan;
  4. Membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat sebelumnya.
  5. Ketentuan terkait larangan dimaksud dapat dikecualikan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri. (HER/JBS)

Beginilah, Cara Kemenkes Bermain Proyek

0
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di tahun 2016 memiliki proyek pengadaan kelambu berinsektisida. Adapun Perusahaan yang menjalankan proyek ini adalah PT BMI seperti yang tertera dalam Surat Perjanjian Nomor HK.05.01/IV.9/L/77/2016. Penandatanganan sendiri dilakukan tanggal 31 Agustus 2016. “Anggaran yang disepakati pihak Kemenkes dengan PT BMI sebesar Rp 40,7 miliar. Uang puluhan miliar ini untuk memborong sekitar 491.000 buah kelambu berinsektisida,”  kata Jajang Nurjaman Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) dalam rilisnya yang diterima Redaksi 19 April 2018 Kemenkes memberi waktu pekerjaan kepada PT BMI selaku pemenang proyek selama 110 hari atau 4 bulan. Terhitung sejak mulai 31 Agustus sampai dengan 18 Desember 2016. Selain memasok (pengadaan barang) ratusan ribu buah kelambu berinsektisida, dalam klausul perjanjian PT BMI diberi tugas tambahan untuk mendistribusikan kelambu ke 132 dinas kesehatan. Kedua pekerjaan ini selain harus dirampungkan dalam kurun waktu 4 bulan juga wajib dibuktikan pihak PT BMI dengan penyerahan bukti pengiriman barang berupa Surat Bukti Barang Keluar (SBBK). Dimana SBBK harus bisa menunjukkan kapan barang diterima, ditandatangani dan distempel oleh pejabat struktural sebagai syarat untuk melakukan pembayaran. “Terkait proyek di atas Center for Budget Analysis (CBA) menemukan dugaan permainan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab Kementerian Kesehatan dalam proyek pengadaan kelambu bernilai puluhan miliar ini,”jelasnya. Pihak Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan diduga kongkalikong dengan pihak swasta sejak awal proses lelang proyek. Indikasi adanya permainan proyek ini terlihat dari dokumen pelelangan, persyaratan klasifikasi usaha adalah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) yang masuk kategori non kecil serta pengalaman di bidang pestisida/insektisida. Anehnya, dalam dokumen perjanjian Pengadaan Kelambu Berinsektisida yang ditandatangani tanggal 1 Agustus 2016 ada perubahan dalam persyaratan Surat Ijin Usaha Perdagangan. Menjadi SIUP bidang bahan dan barang kimia dasar pestisida/insektisida/klasifikasi non kecil. Untuk persyaratan pengalaman di bidang pestisida/insektisida tiba-tiba dihilangkan pihak Kemenkes, lanjutnya. Hal ini diduga dilakukan demi mengunci perusahaan yang akan menang dalam hal ini perusahaan jagoan Kemenkes. Fakta lainnya, PT BMI selaku pemenang tender ternyata baru mendapat SIUP klasifikasi usaha menengah pada 5 Agustus 2016 sehingga tidak memiliki pengalaman dalam pengadaan barang bahan kimia dan insektisida sebagai badan usaha dengan klasifikasi usaha non kecil. Ditambah lagi, berdasarkan dokumen impor barang diketahui bahwa klasifikasi untuk kelambu berinsektisida adalah tekstil, dengan demikian seharusnya persyaratan klasifikasi usaha adalah bidang tekstil, bukan bidang kimia dan insektisida. “Berdasarkan data di atas sudah jelas dugaan permainan dalam proyek pengadaan kelambu berinsektisida kemenkes. CBA meminta pihak berwenang khususnya KPK untuk segera melakukan penyelidikan terkait kasus ini, jika perlu panggil juga Menteri kesehatan untuk dimintai keterangan,”tandasnya. |BHJI

Lombok Tuan Rumah 10 Tahun Global CSR Summit and Awards 2018

0
BANDUNGHIJI – Ada yang berbeda pada perayaan 10 tahun Global CSR Summit and Awards 2018 The Global Corporate Governance & Transparancy Summit yang diselenggarakan di Sheraton Senggigi Beach Resort, Lombok Indonesia pada 19-20 April 2018. Acara dibuka oleh Dr Martin Blake, Director Speaker and Mentor with Specialist Expertise in Board Direction, Governance and Futuring Black Advisor, Pte Ltd. Perbedaan dengan acara sebelumnya, kali ini ada persembahan performing art dari yayasan peduli anak, yang diketuai oleh Chaim Fetter di Lombok. CSR Award di usianya yang ke sepuluh ini memilih dalam Global Catagory Award yaitu Best Environmental Excellent Award, Best Community Programme Award, Excellence in Provision of Literacy & Education Award, Enpowerment of Women Award, Best Workplace Practices, CSR Leadership Award, Product Excellence Award Negara peserta adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, India, Indonesia, Kamboja dan Middle East. |USSIE SAMSI/CSRI Foto : Hermana

Dakwaan Tak Terbukti, Saracen Balik Arah

0
Oleh Asyari Usman* Hari Jumat kemarin (6 April 2018), sebuah “bom penghancur kredibilitas” jatuh di Mabes Polri. “Bom” itu adalah putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru bahwa dakwaan jaksa tentang Saracen yang disebut-sebut sebagai mesin penyebar ujaran kebencian, dinyatakan tidak terbukti. Yang menjadi “bintang” kasus yang sempat menggemparkan itu, yakni Jasriadi, dihukum 10 bulan penjara karena mengakses akun Sri Rahayu Ningsih secara ilegal. Tak kurang Presiden Jokowi sendiri sempat bereaksi overdosis dengan menggunakan kata “mengerikan” tentang Saracen. Dan memang dramatis sekali cerita yang dibangun oleh Polisi mengenai operasi “pabrik fitnah” yang akhirnya tak terbukti itu. Ini kata Pak Jokowi seperti dikutip oleh Kompas.com: ==[[JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo menilai, kelompok Saracen yang menyebarkan hoaks di dunia maya sangat mengerikan dan harus segera diungkap sampai ke akar-akarnya oleh pihak kepolisian. “Individu saja sangat merusak kalau informasinya itu tidak benar, bohong apalagi fitnah. Apalagi yang terorganisasi ini mengerikan sekali. Kalau dibiarkan mengerikan,” kata Jokowi di silang Monas, Jakarta, Minggu (27/8/2017). Artikel ini telah tayang di Kompas..com dengan judul “Jokowi: Saracen Mengerikan, Saya Perintahkan Kapolri Usut Tuntas”, https://nasional.kompas,com/read/2017/08/27/18501421/jokowi-saracen-mengerikan-saya-perintahkan-kapolri-usut-tuntas. (Note: “titik” di alamat URL di atas diganti menjadi “koma” agar tidak muncul di Wall.) Putusan majelis hakim PN Pekanbaru ini pastilah sangat memalukan. Tentunya bagi orang yang memiliki rasa malu. Bagi yang tebal muka, mereka anggap biasa saja. Memalukan, karena kredibitas pimpinan Polri menjadi hancur berserakan. Betapa tidak! Semua orang besar di Polri waktu itu sangat bersemangat untuk membongkar jaringan yang “mengerikan”. Apalagi, oleh berbagai pihak, kegiatan jahat jaringan itu dikesan-kesankan terkait dengan umat Islam, khususnya kaum muslimin yang menunjukkan sikap kritis terhadap penguasa. Sekarang, penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polri tentang Saracen yang “mengerikan” itu dan kemudian dilanjutkan dengan tuntutan jaksa di pengadilan, dianggap “omong kosong” oleh majelis hakim. Jasriadi dinyatakan tak terbutki menerima pesanan penyebaran ujaran kebencian dengan upah ratusan juta rupiah. Juga tak terbutki membuat 800,000 akun anonim. Bukankah ini berarti bahwa kasus Saracen adalah isu yang dipaksakan? Yaitu dipaksakan guna mendapatkan pembenaran (justifikasi) bahwa memang ada operasi besar-besaran untuk menjelek-jelekkan penguasa melalui “pabrik fitnah” yang disebut Saracen. Meskipun tidak terbukti, kasus Saracen telah menimbulkan goresan di kalangan publik. Menurut hemat saya, kasus ini sedikit-banyak menimbulkan macam-macam perasaan negatif, terutama di kalangan umat Islam. Ada rasa tersinggung, ada rasa malu, ada rasa sedih, ada rasa “helpless” (tak berdaya), dlsb. Sebab, secara kebetulan para “pelaku” Saracen yang ditangkap polisi adalah orang Islam. Serasa umat Islam menjadi tertuduh, tersangka, dan menjadi terdakwa. Saya yakin, banyak kaum muslimin yang menangis, yang marah, yang sedih, dan yang juga malu disebabkan isu Saracen. Waktu itu banyak orang, terutama dari kubu penguasa, yang mengucapkan labelisasi jelek terhadap orang-orang yang dikatakan terlibat jaringan yang “mengerikan” ini. Sekali lagi, orang-orang yang terlibat itu adalah orang Islam. Hari ini, kaum muslimin bersujud syukur. Bersyukur karena yang “mengerikan” itu ternyata bukanlah Saracen, melainkan cara kerja Polisi. Yang “mengerikan” itu adalah imajinasi yang berkembang dalam penyelidikan. Yang “mengerikan” itu adalah nafsu untuk membuktikan keberadaan Saracen sebagai “mesin kebencian”. Keinginan yang menggebu-gebu untuk mensaracenkan yang bukan Saracen. Hari ini, pimpinan Polri pantas merenung. Klaim “kami profesional”, menjadi tidak klop. Putusan PN Pekanbaru perlu direnungkan karena Sacaren bukan isu kecil. Saracen hampir-hampir menyeret tokoh-tokoh yang tak bersalah, yang selama ini hanya mengambil posisi yang berseberangan dengan penguasa. Waktu itu, saya berpikir: “Sebegitu burukkah kelakuan oknum-oknum Islam dalam beroposisi?” Haruskah menyebar kebencian dan fitnah dengan cara Saracen untuk menghentikan kesewenangan penguasa? Alhamdulillah, semua itu tak terbukti di pengadilan. Semua tuduhan yang “mengerikan” itu meleleh dengan sendirinya. Dengan kuasa Allah SWT, tentunya. Hari ini, Saracen balik gagang. Balik arah. Dia kembali ke arah yang melemparkan bumerang. Tidak hanya kredibilitas pimpinan Polri yang sedang digugat, tetapi juga seluruh ruang kerja penguasa sedang dilanda “gempa” 10 Richter. Bagi Presiden Jokowi, satu-satunya cara untuk tidak merasakan guncangan gempa kuat itu ialah dengan naik pesawat terbang. Dan, hanya ada satu penerbangan reguler yang tersedia yaitu pesawat dengan nomor Flight GP-2019. Kalau mau penerbangan khusus (bukan reguler), tentu bisa dicarikan. *(Penulis adalah wartawan senior)

Ada Kang Ibas Baliho Itu

0
BANDUNGHIJI – Ada Kang Ibas di sejumlah Baliho di kota Bandung. Siapa Kang Ibas eh ternyata Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Anggota DPR RI yang juga ketua Fraksi Demokrat ini  rupanya lagi sosialisasi diri. Saking ingin tampilnya di Jabar akhirnya Ibas kini jadi orang sunda dan disematkanlah nama dengan sebutan Kang Ibas antara aneh dan lucu. Jika nama aslinya saja Edy Baskoro jelas bukan orang Sunda hehehe, Maklum untuk akrab menyapa warga Jabar sapaan Kang akan lebih loma alias akrab. Baliho besar-besar beredar banyak di kota Bandung. Begitu kira-kira pantauan  redaksi melihat sejumlah Baliho Kang Ibas. Kang “Mas” Ibas sah saja mengunakan sapaan Kang toh dia pernah lahir di Bandung pada 24 November 1980 lalu. Kang Ibas adalah putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) balihonya selelu berdampingan dengan sang Bapak yang juga Ketua Umum Partai Demokrat. Kang Ibas adalah pernah anggota DPR RI 2009-2014 setelah memperoleh suara sebanyak 327.097 suara untuk daerah pemilihan Jawa Timur VII. Kang Ibas juga kembali terpilih menjadi anggota DPR 2014-2019 dari dapil yang sama. Nah yang unik dengan memasang Kang Ibas ini apakah Ibas akan masuk di dapil Jabar untuk ke Senayan kembali? Yang Jelas Jabar dalam beberapa hari waktu ini sedang gencar di datangi oleh politisi Demokrat. Kakaknya kang Ibas AHY alias Agus Harimurti Yudhoyono yang juga Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, ke Kota Bandung Jawa Barat pada 17 Mar 2018 dan selama satu pekan ke depan keliling Jawa Barat dalam tajuk ‘AHY Ngariung di Jabar’, salah satunya ke Kota Bandung menurut AHY Bandung itu ngangenin AHY mendapat banyak aspirasi dari sejumlah komunitas, salah satunya komunitas penyanyi jalanan. AHY Deddy Mizwar Akan Dampingi Blusukan AHY di Bandung AHY juga datang dengan Sisingaan ke Padalarang dalam rangka dukung Demiz dan Demul calon Gubernur Jabar. Lalu Pak SBY juga datang sebagai Ketua Demokrat pada 22 Mar 2018 datang mendukung calon walikota Nurul Arifin dan wakil walikota Chairul Yaqin anak dari MS Hidayat mantan menteri perindustrian era SBY.  Kembali ke Kang Ibas setelah kakaknya AHY dan sang Bapak di Bandung maka wajar kini  Baliho Kang Ibas ramai menyapa publik Sunda dan semoga sukses Kang Mas Ibas hehehe lucu ya ada Kang dan Mas eh Kang Ibas. Dan apapun kini memang ingin dikenal maka sematkanlah apapun lamngkahnya, termasuk mencantumkan nama Akang sebagai orang Sunda. Dan semoga ini bukan sekadar pencitraan semu yang sudah mulai curi start kampanye caleg. |UJANG KARTA

Bandung Tuan Rumah CSR Indonesia AWARDS 2018

0
AJANG PENGHARGAAN bagi para pengiat CSR baik personal maupun korporasi ini digelar yang kedua kalinya tahun ini. Sebelumnya  MAJALAH CSR Indonesia & Media Online Csr-Indonesia.com dan Meprindo Communications menggelar secara sukses dalam ajang CSR AWARDS 2017 di Jakarta. Kali ini CSR INDONESIA Award 2018 akan digelar di kota bersejarah yaitu Bandung,  bertempat di gedung bersejarah juga acara ini akan digelar di Gedung “Gedung Indonesia Mengugat” (GIM) gedung sejarah dimana dulu dipakai sebagai gedung persidangan Bung Karno. Awalnya event CSR INDONESIA Award 2018 akan digelar pada 8-9 Mei 2018. “Sejumlah korporat sudah mendaftar dan kami akan tunggu peserta lainnyadi ajang CSR Indonesia Awards 2018,” ujar Pemimpin Redaksi CSR Indonesia Aendra Medita dalam rilisnya Selasa, 20 Maret 2018 di Jakarta. Event CSR INDONESIA Award 2018 temanya “Considering Heritage Culture”. CSR INDONESIA Award 2018 menurut Ussie Samsi ketua Pelaksana acara CSR AWARDS 2018 adalah ajang bergengsi dan satu reputasi dimana eksistensi program CSR korporasi yang djalankan berlangsung baik dan publik menerima dengan respon yang mersakan langsung. “CSR INDONESIA AWARDS 2018 yang akan digelar pada  8 – 9 Mei 2018 bentuknya Summit, dan juga digelar Expo dari para peserta yang ikut dalam CSR AWARDS 2018, bisa sharing dan pandangan,” jelas Ussie. CSR INDONESIA Award 2018 pada  8 – 9 Mei 2018 dimana  8 Mei ada forum dan awards dan pada hari kedua ada CSR Heritage Tour dimana akan berkunjung ke sebuah Galeri atau Museum batu “WOT Batu” di kawasan Dago. Event terbesar yang kedua soal CSR ini memang dilakukan secara roadshow, tahun 2017 Jakarta dan kini kota Bandung akan menjadi tuan rumah  CSR AWARDS 2018
EVENT CSR AWARDS 2018 INI AKAN MENYAJIKAN KESEMPATAN BAGI PEMILIK BISNIS, EKSEKUTIF, PENGUSAHA DAN PROFESIONAL, LEMBAGA PEMERINTAH, BUMN, LSM, KOMUNITAS UNTUK MEMBAHAS PENGALAMAN DAN SUDUT PANDANG YANG DIMILIKI, TENTANG BAGAIMANA MENDEFINISIKAN, MENGELOLA DAN MENGUKUR BERTANGGUNG JAWAB ATAS PRGRAM CSR YANG TELAH DILAKUKAN DAN AKAN MELAKUKAN HAL KEDEPAN DALAM MERESPON LANGKAH KONGKRIT CSR MASA DEPAN UNTUK SEMUA DAN BANGSA INI.
“CSR AWARDS 2018 ini kami sudah siapkan event ini untuk yang kedua dan mejadi ajang besar CSR Indonesia kami bermitra secara terbuka dengan siapapun,”jelasnya. Dalam CSR AWARDS 2018 mengajak semua perusahaan terlibat dan ikut serta dimana ada 10 Penghargaan CSR bergengsi. Berikut adalah 10 Award yang bisa ikut dalam ajang “CSR AWARDS 2018 Jika perusahan Anda masuk dalam aktivitas CSR seperti dibawah ini silakan daftar dan ikuti CSR AWARDS 2018 dan bisa terlibat Expo.
1. Cipta Karsa Mandiri : Bidang CSR yang memberikan karya cipta bagi komunitas dan juga publik atau masyarakat secara mandiri. Dan perusahaan bergerak mendorong kemudian komunitas atau masyakarati itu menjadi mandiri. Kategori ini akan diberikan bagi 3 perusahaan terbaik yang sesuai dengan cara dan pola sesuai kerja diatas
2. Reka Karsa Sosial :  Bidang CSR sosial  bantuan bagi  sebuah wilayah atau masyarakat secara reguler dan menjadi terbantu sehingg mampu me-rekakarsa- yang berguna di lingkungan sekitar. Kategori ini akan diberikan bagi 3 perusahaan terbaik yang sesuai dengan cara dan pola sesuai kerja diatas
3. Bangun Karsa Rupa :  Bidang CSR memberikan sumbangan atas satu peristiwa bencana bagi masyarakat sehingga bisa bangkit dan terbangun kembali dan karsa mereka tercipta dari segala ruang rupa kehidupan kembali normal dan lebih waspada. Kategori ini akan diberikan bagi 3 perusahaan terbaik yang sesuai dengan cara dan pola sesuai kerja diatas
4. Didaktika Pratama  Unggul: Bidang CSR pendidikan yang memberikan bantuan langsung pertolongan ke masyarakat dalam bidang edukasi. Dan bisa dilakukan oleh perusahaan atau komunitas atau masyakarat. Kategori ini akan diberikan bagi 3 pelaku sosial, Philatropy, atau komunitas lembaga bantuan yang khusus dalam bidang edukasi
5. Karsa Budaya Prima : Bidang CSR budaya memberikan dukungan konservasi atau  pelestarian. Dan bisa dilakukan oleh perusahaan atau komunitas masyakarat budaya. Akan diberikan bagi 3 pelaku.
 
6. Cipta guna Sehati : Bidang CSR kesehatan yang memberikan dukungan atau  sarana kesehatan gizi dan juga cara hidup sehat. Dan bisa dilakukan oleh perusahaan atau komunitas masyakarat sehat. Akan diberikan bagi 3 pelaku.
7.Gagas Inova Karya : Bidang CSR yang mendukung para inovator dalam mewujudkan karya baru dan original. Dan bisa dilakukan oleh perusahaan atau komunitas masyakarat kreatif. Akan diberikan bagi 3 pelaku.
8. Gerak Mandiri Siaga:  Pelaku yang memberikan bantuan langsung pertolongan ke masyarakat secara cepat. Kategori ini akan diberikan bagi 3 pelaku sosial atau komunitas lembaga bantuan sosial.
 
9 Daya Olahkarsa Pratama : Bidang CSR olahraga yang membina para atlit masa depan. . Kategori ini akan diberikan bagi 3 pelaku komunitas lembaga bantuan sosial.
 
10. Insan Gagas gemilang :  Kategori ini akan diberikan bagi 3 pelaku  perorangan yang sudah menjalankan gagasan yang gemilang dan digunakan untuk publik dan berguna bagi bangsa dan masyakatnya.
Dalam CSR AWARDS 2018  juga kami akan melibatkan tim penilai dari Aktivis CSR dari Akademisi, Pengamat, Praktisi dan juga Media.
Semoga aktivitas CSR perusahan Anda masuk dalam 10 kategori diatas.  CSR Indonesia Summit, Expo & Award 2018 ini merupakan event tahunan dan bagi Perusahaan yang akan berpartisipasi dan ikut terlibat dalam CSR AWARDS 2018 bisa menghubungi panitia baik sponsor untuk pendukung maupun kepesertaan dan kelangsungan acara menarik secara rutin tiap tahun akan mewarnai dunia peduli kita.
Untuk lengkapnya silakan hub www.CSR-INDONESIA.com di MePRIndo MEDIA Group (MMG) The Manhattan Square Building – Mid Tower, 12th Floor,  Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 atau hubungi 0821-4714-8932  atau 0821-1803-2368 | MAR/RLS

PILKADA KOTA BANDUNG 2018: Cerita Petahana, Artis dan Birokrat

0
OLEH AENDRA MEDITA KARTADIPURA*) Judul diatas Petahana, Artis dan Birokrat adalah Pilkada yang hanya ada di Kota Bandung. Meski Pilkada Kota Bandung awalnya bertabur bintang. Mulai bintang sinetron, bintang film, bintang TV, atlit dan bintang lainnya. Namun akhirnya hanya ada tiga pasangan yang bertarung akhirnya di Pilkada Kota Bandung. Pasangan ini adalah Petahana, Artis dan Birokrat. Kini kisah lengkapnya untuk warga Bandung untuk menentukan 5 tahun kedepan: Petahana Petahana di Pilkada kota Bandung memang sebelah bukan lanjutan Walikotanya, karena petahan Walikota ingin naik jabatan jadi Calon Gubernur ke Gedung Sate alias mimpi dengan jabatan Gubernur Jabar.  Dan Petahana yang maju adalah wakilnya yaitu kang Oded. Artinya ini Petahana sebelah. Kang Oded adalah wakil dari RIKA (Ridwan Kamil) sebelumnya dan nama Oded sedikitnya dikenal selama 4 tahun lalu sebagai Wakil Walikota ya, paling tidak pernah masuk ke kampungg-kampung di kota Bandung lewat lawatan dinasnya. Oded sedikit dikenal atau dikenal karena jadi Wakil Walikota saat bertugas. Sebagai Petahana lumayan berarti sebab effort-nya tak terlalu berat. Kawalannya dari relawan Partai PKS yang mengusung dia pun sedikitnya sudah terbentuk alias solid. Kekuatan Oded didukung pasangan baru anak muda dikenal pengusaha pendiri Radio Rase FM, Yana Mulyana. Ia memiliki bisnis properti dan beberapa lini usaha lainnya. Jabatan di organisasi kemasyarakatan pernah diembannya. Adalah Yana Mulyana hingga ia hinggap Partai Gerindra dan akhirnya dapat rekomendasi menjadi calon wakil wali kota Bandung setelah dekat masa akhir pendaftaran. Calon dari Gerindra memang banyak dan Yana memang beruntung digandengkan dengan Oded. Sebagai pengusaha Yana sukses dengan radio Rase FM dengan segmen khusus di Bandung, Yana di usaha bidang properti. Ia bahkan pernah menjadi Ketua DPD REI (Real Estate Indonesia) Jabar pada 2011-2014, dan pengusaha distributor Semen Tiga Roda wilayah Jawa Barat. Yana juga aktif di organisasi kepemudaan dan olah raga. Ia pernah mendapatkan amanah sebagai Bendahara KNPI Jabar pada 1991-1997, Wakil Ketua HIPMI pada 2000-2006, dan Sekretaris Dewan Pertimbangan Kadin Jabar pada 2009-2013. Di organisasi olahraga Yana pernah jadi Ketua Taekwondo Jabar pada 2009-2013 serta Ketua PSSI Kota Bandung untuk periode 2014-2018. Dengan kekuatan ini pasangan Oded-Yana apakah memiliki harapan untuk kota Bandung 2018 ini? Dimana petahana bersama pasangan anak muda yang gaul juga? Dan inilah Koalisi PKS dan Gerindra mengusung Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial berpasangan dengan Yana Mulyana. Kita lihat saja nanti apa hasilnya.
ARTIS
Lawan Petahana ada dua satu Artis dan birokrat. KIta bahas dulu yang artisnya. Adalah Nurul Arifin bintang film ternama nasional, sempat main di sejumlah film Dono-Kasino-Indro (DKI-Warkop) Populer nama Nurul sejak jadi model di Bandung tahun 80an dan terkenal sebagai putri “Logo”. Nurul Arifin belakangan memang aktif dalam politik dan sepak terjangnya sangat lumayan. Politikus Partai Golkar ini milih Balik Bandung. Sebagai artis asal Cicadas bandung ini memang fenomenal. Nurul memiliki jiwa dan semangat tinggi ingin balik Bandung, makanya dia “Pede” bisa kalahkan Petahana dan Menangi Pilkada Kota Bandung. Dan dengan yakin pasangan Nurul Arifin berpasangan dengan kader Demokrat, Chairul Yaqien Hidayat (Rully). Nurul-Rully mengusung tagline Bandung Geulis, Bandung Harmonis.
Sedikit tentang Rully ia adalah putra dari mantan Menteri MS Hidayat.  Rully anak muda kota Bandung sebagai kader Demokrat Bandung ia siap Menangkan Pilkada kota Bandung Saat ini seluruh komponen Partai Demokrat solid dan siap memenangkan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Nurul-Rully) di Pilwalkot Bandung 2018. Begitupun dengan Golkar kota Bandung. Dengan formasi ini Nurul-Rully  publik bisa melihat pasangan ini adalah bagian yang ikut bertarung dalam Pilkada kota  bandung 2018. Artis dan anak tokoh juga pengusaha. Silakan publik menilai.
BIROKRAT
Seperti yang disampaikan tiga pasangan tarung di Kota Bandung dalam Pilkada 2018 ada tiga diatas sudah dua kini yang ketiga adalah Birokrat.
Adalah Sekda Pemda Kota Bandung Yossi Irianto adalah birokrat. Ia meniki karir dari lurah di Gede Bage, Jelang Pemilihan Kepala Pilwalkot 2018 siap maju jadi walikota Bandung, menjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi sempat mengembang banyak tugas sisa RIKA yang sibuk maju akan maju di Calon Gubernur.
Yossi Irianto sempat disebut akan diusung Partai Golkar dan Demokrat, namun kandas dan dirinya pasrah menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018.
Sebelumnya Demokrat Kota Bandung merekomendasikan nama Sekda Kota Bandung Yossi Irianto sebagai calon kuat namun keputusannya Demokrat pusat malah menunjuk Ruli yang merupakan anak mantan Menteri Perindustrian era SBY, MS Hidayat.
Sampai ahirnya Yossi tak dapat perahu dari Demokrat, namun Partai Nasdem telah mengusulkan tiga nama Bakal Calon Wali Kota (Balon Walkot) Bandung saat itu dan salah satunya adalah Sekda Kota Bandung Yossi Irianto. Akhirnya drama berakhir PDI-P, NasDem, Hanura dan PPP sepakat mengusung Sekda Kota Bandung.
Sang Birokrat ini akhirnya maju dengan brerpasangan dengan Aris Supriatna dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Aries Supriatna sebagai calon wakil wali Kota Bandung mendampingi Sekda Bandung, Yossi Irianto adalah pasangan akhirnya dari Birokrat. Namun kisah  Aries Supriatna sebelum sebelum menjadi wakil sang birokrat cukup seru sebab beberapa nama bintang seperti presenter dan artis Muhammad Farhan, eks wakil wali kota Bandung, Ayi Vivananda, dan anggota DPRD Jabar Gatot Tjahyono muncul menjadi calon kuat di Kota Bandung. Namun khas PDIP menjadi Wakil dalam Pilkada menjadi gaya politik selama ini. PDIP lebih memilih Aries Supriatna yang merupakan kader tulen PDIP Kota Bandung dan Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bandung. Meski tidak nomor satu nomor dua bagi PDIP adalah samplenya banyak, misalnya di Cimahi Wakil wakil Wakilkota dan sebeumnya dulu Ayi Vivanda wakil dari Dada Rosada jadi Walikota Bandung.
Aries Supriatna yang juga suami dari Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, itu punya semua kriteria yang diinginkan PDIP untuk menang di Pilwalkot Bandung. “Kompetensi politik Aries sangat mumpuni. Orang Bandung asli juga memiliki wawasan kultural dan mengetahui permasalahan Bandung dengan sangat baik,” ujar Ketua DPC PDIP Kota Bandung, Isa Subagja kepada media bulan Januari 2018.
Sosok Aries Supriatna sudah lama malang melintang di DPRD Kota Bandung dekat dengan tokoh-tokoh partai lain sehingga bisa diterima oleh partai-partai lain selain PDI Perjuangan.
Aries yang sebelumnya calon kuat Wailkota Bandung dari PDIP ini memang jadi nomor dua mendampingi sang Birokrat Yossi, namun sebagai anggota DPRD Kota Bandung ia juga punya harapan menyoroti soroti  kota Bandung yaitu soal lemahnya perencanaan yang dilakukan Pemkot Bandung. Aries Supriatna menyebut masih banyak program yang berjalan namun manfaatnya kurang dirasakan oleh warga Kota Bandung. “Di birokrasi kita masih ada mindset yang pentingkan anggaran terserap. Padahal belum tentu itu adalah program yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini akibat masih lemahnya perencanaan,” ujar Aries.
Nah kini  tiga pasangan sudah dipaparkan sejelasnya. Mungkin Kota Bandung memang harus punya cerita Petaha, artis dan birokrat dan Pilkada kota Bandung 2018 silakan publik memilih 3 calon ini, untuk pesta demokrasi dan seruan bagi para calon hendaknya kita cerdaskan pemilih jangan cari-carisme kesalahan pasangan lain namun cerdaskan pemilih yakinkan bahwa Anda layak mimpin kota Bandung 5 tahun kedepan dan pelaksanakan pilkada serentak ini jadi bagian terbaik yang ada.
 
*)pemerhati politik komunikasi media dari Meprindo Communications

Suzuki Nobuyuki: Film Membuat Saya Hidup

0
Nama Suzuki Nobuyuki mencuat di dunia hiburan setelah ia membintangi serial “Kelas Internasional” sebuah serial situasi komedi (sitkom) di NetTV. Ia aktor asal Jepang yang 26 tahun tinggal di Indonesia. Awal kenal Indonesia dari kakaknya yang seniman lukis yang sering ke Indonesia. Sebelum mengenal jauh Indonesia. Ia hanya sebagai turis ke Bali. Lalu mulai kepincut Indonesia dan sangat senang di kota Bandung. Hingga akhirnya ia masuk kuliah di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung yang kini menjadi Institut Seni Budaya (ISBI) Bandung, namun sayang Kang Juki panggilan akrabnya biasa disapa di STSI itu ia tak selesai. Tak patah semangat Kang Juki pindah ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan lulus dari IKJ jurusan teater, meski dengan nilai rendah. “Nilai saya rendah atau pas-pasan,” kisah Juki. Namaun akhirnya Juki pun berjuangan dalam banyak proyek film dan teater di Indonesia. Di Bandung ia pernah bermain dengan kelompok teater Laskar Panggung pimpinan Yusef Muldiyana, Kelompok Longser Antar Pulau dan kelompok lainnya. Untuk mengenal siapa sebenarnya Juki ini, dalam pekan ini redaksi berhasil menampilkan sosok unik yang sangat suka akan Indonesia dan bahkan sudah meminang istrinya asli Jawa Timur. Berikut kiprah dalam dunia akting Juki yang pernah terlibat sejumlah film layar lebar Naga Bonar, Soegija garapan Garin Nugroho dan sejumlah film lainnya di Indonesia. Berikut petikan obrolan Juki dengan Redaksi yang dilakukan di dua tempat di Kawasan Jakarta Selatan: unia akting, apa yang mendasari kekuatan itu?

Untuk menjadi seniman film cita-cita sejak kecil dan  sejak SMA kelas 2, ketika membaca artikel di majalah  ada megenai wawancara aktor Kaoru Kobayashi, beliau berhenti sekolah, keluar dari jalur sistem masyarakat pendidikan, tapi berhasil di dalam dunia teater dan perfilman, sementara pada saat itu saya ingin keluar dari sekolah juga. Pengalaman saya selama ini mengingatkan nasehat-nasehat dari sang guru maupun teman-teman, teman kuliah saya pernah mengatakan kepada saya “Jangan lupa, pada awalnya kamu pernah mengatakan ingin berubah dunia akting disini.”  Selain itu saya dulu di Jepang pernah belajar teater dan kelompoknya masih ada bahwa saya ingin jadi aktor dan akan terus belajar teater.  Itu kira-kira dasar kenapa saya mencitai dunia ke aktoran.

Bakat seni Anda mengalir dari siapa?

Keluarga, ibu saya guru seni kaligrafi, kakak saya pelukis, kakek saya punya toko sepatu traditional, dan om saya arsitek, dari masa kecil saya bisa merasakan ekspresi  dunia seni.

Kenapa Anda memilih dunia akting?

Saya di Jepang terjun dunia seni rupa, kuliah saya seni grafis. Dunia penulis dan akting ternyata  bisa merasakan menyatukan hati dan raga itulah yang saya rasakan di saat berakting atau bahkan menari menari saya merasakan penyatuan hati.

SUZUKI NOBUYUKI dalam Sitkom Kelas International
SUZUKI NOBUYUKI dalam Sitkom Kelas International

Anda main dibanyak film, pada produksi film apa yang anda suka selama ini?

Ya saya main “UNTUK RENA” sutradara Riri Reza, Naga Bonar Jadi 2 bersama Deddy Mizwar, CINTA SETAMAN, RUMA MAIDA 2,  SEOGIJA  sutradara Garin Nugroho, SANG KIAI, SEOKARNO, LA TAHZAN, 12 MENIT, VIVA JKT 48, MALAM MINGGU MIKO MOVE, SUNSHINE BECAUSE OF YOU dll yang berkesan saya di  “LA TAHZAN”, karna saya terlibat produksi film itu sebagai aktor, tapi ternyata harus banyak yang di kerjakan selain bagian saya nya, karena crewnya minim, skedulnya tidak teratur dan terjadi kejadian ini  tidak terduga. Sehingga semangat teman-temannya luar biasa dan menghasilkan karya yang punya reputasi bagus.
Suzuki sedang mendengarkan arahan Riri Reza saat syuting Film Untuk Rena/dok
Suzuki sedang mendengarkan arahan Riri Reza saat syuting Film Untuk Rena/dok
sang kiai
Suzuki mail dalam Film 12 Menit photo by Julianto Soeroso
Suzuki mail dalam Film 12 Menit photo by Julianto Soeroso
12 Menit photo by Julianto Soeroso
Suzuki dalam Film 12 Menit photo by Julianto Soeroso

Apa ada pesan dalam akting Anda mau kemana?

Pembuktian kemampuan saya dari 0, sampai manakah akhirnya bisa menghasilkan karya yang bagus dan berguna untuk dunia. Itu saja.

Pengaruh seni lain dalam dunia ada?

Dunia tari, dunia seni rupa.  Dari pandangan saya teman-teman disini sangat berpotensi di bidang tersebut, walaupun kadang orang yang belum ada nama bisa menghasilkan karya yang luar biasa.

Anda punya kekaguman pada seniman lain?

Saya suka beberapa filmnya Stephen Chow yang “tak bosan”, bisa apresiasi berkali-kali. Seperti karya komik yang berpotensi tinggi. Saya temukan itu di film-film Stephen Cow.

Bagaimana menurut Anda soal sejarah seni di Jepang atau Indonesia dan dunia?

Mungkin sedikit pandangan saya. Menurut saya dunia seni perlu kerja sama berdasarkan inisiatif peribadi atau tanpa sengaja, tidak ada perkaitan inisiatif politik. Seperti seni lukis UKIYOE menpergaruhi kepada  pelukis eropa pada abad 19.

Apakah berkarya di film sudah puas?

Belum karena belum menjadi pemain utama, tapi saya tekad saya ingin berperan sebagai antagonis sehabis-habisan.

BAGI PENIKMAT FILM INDONESIA, WAJAHNYA SUDAH FAMILIAR. BELASAN FILM NASIONAL SUDAH DIBINTANGINYA SEJAK TAHUN 2005 YANG MAIN DALAM FILM UNTUK RENA SUTRADARA RIRI REZA.  SUZUKI MASIH MEMEGANG KEWARGANEGARAAN JEPANG DAN BETAH BERADA DI INDONESIA. JUKI DALAM BERBICARA BAHASA INDONESIA SUDAH SEMAKIN LANCAR DIBANDING TAHUN 97-AN SAAT IA BARU BERADA DI INDONESIA. LOGAT SUNDA AGAK KENTAL JIKA JUKI BERBICARA BAHASA INDONESIA MAKLUM BELAJAR BAHASA INDONESIA DI KOTA BANDUNG KECINTAAN JUKI TERHADAP DUNIA FILM INDONESIA LUAR BIASA. TAK HANYA ITU, IA JUGA BERKEINGINAN IKUT MEMAJUKAN PERFILMAN NASIONAL. SEHINGGA FESTIVAL FILM BANDUNG (FFB) JUKI SEMPAT MASUK NOMINASI AKTOR PERAN PEMBANTU TEBAIK DALAM FILM “12 MENIT” SUTRADARA HANNY SAPUTRA

Untuk jadi ternama sebagai aktor adakah harapan?

Ada. biar bisa kasih kabar untuk teman-teman saya yang di Jepang. Ha..ha..ha..ha…ha..ha..

juki2jukiKekuatan Anda dalam akting dimana?

Ini yang menarik, saya tidak berubah dari ketika saya pertama kali bermain film di Jepang. Ada buktinya, kalau nonton film saya yang pada saat itu, jelas. Ternyata saya rasakan berperan sebagai siapa, kecocokan karakter itulah, bisa merubahkan potensi aktor.

Bisa Anda gambarkan tentang akting yang baik bagaimana?

Akting yang penonton bisa merinding tanpa dialog. Saya pernah merasakan di dalam film INCEPTION, aktingnya Ellen Page.

Bagaimana anda memilih sebuah proyek film?

Kalau prinsip saya, “saya dibutuhkan saya terima”, tapi yang memutuskan adalah sang manager.

Kalau seni akting di Indonesia saat ini?

Bagus, sudah  Go International.

Bisa membandingkan film di indonesia dan di Jepang?

Dua negera inu masih tema filmnya mayoritas menuju ke tema domestik, hanya orang Indonesi atau Jepang saja mengerti…seperti itu.

Adakah kesulitan yang dirasakan Anda sebagai seniman disaat ini?

Saya merasakan saya hanya bisa berakting sebagai orang Jepang saja, sedangkan secara penampilan muka oriental seperti saya seharusnya bisa bermain beberapa karakter orang asia maupun latin.

Bagaimana pengaruh hidup dan jiwa anda selama ini ke publik sebagai orang Jepang dan akting di Indonesia?

Sifat saya menjadi lebih berani, buktinya saya sekarang bisa menghadapi YAKUZA di Jepang. Ketika mobil mereka menjepit mobil saya, saya bisa suruh mereka pindah mobilnya. Itu yang biukin saya menjadi lebih berani.

Apa yang ingin anda ceritakan selama Anda jadi aktor di Indonesia?

Sekali lagi peran di film yang saya jalani belum utama. Tapi saya berjuang terus. Saya mengharap generasi berikutnya lebih berani berhadap tantangan bidang masing-masing secara peribadi. Misalnya saya buka kedai kopi dari 0, dan selama 30 tahun bekerja, ternyata kedai kopinya bangkrut kemudian tutup, meskipun keadaannya seperti itu, saya bisa bangakan saya sendiri, karena selama 30 tahun saya menikmati orang banyak melalui kopi saya. Ha….ha…ha… Dan saat ini bagi saya dunia Film membuat saya lebih hidup.

Arigatou gozaimashita 

 
TENTANG SUZUKI NOBUYUKI
juTahun 1963, lahir di Tokyo. Aktor. 1981 lulusan Hosei second hight school 1981 kuliah di Universitas Meiji jurusan sastra Jepang tidak lulus, 1985 belajar di Kuwasawa Desingin School, mayor grafik desingn 1986 masuk sanggar teater “Tokyo Kandenchi” 1989 menjadi asistennya “Mieko Osanai” sebagai penulis skenario 199i bekeja di “Ingals” sebagai penulis skenario 1993 bermain di film “Ohaka to Rikon” (Kuburan dan Perceraian) sebagai pemain 1996~1999 kuliah di STSI Bandung, jurusan teater, mengikut program belajar sebagai mahasiswa asing 1999~2006 kuliah di Institut Kesenian Jakarta, lulusan jurusan film, mayor film dokumenter
Filmografi
UNTUK RENA 2005 NAGA BONAR JADI 2 2008 CINTA SETAMAN 2008 RUMA MAIDA 2 2010 SEOGIJA 2012 SANG KIAI 2013 SEOKARNO 2013 LA TAHZAN 2013 12 MINIT 2014 VIVA JKT 48 2014 MALAM MINGGU MIKO MOVE 2014 SUNSHINE BECAUSE OF YOU 2015
TV
DANDUT MANIA YUKUR JADI 2 2008 CANDA BULE 2012 YUK KITA SAHUR 2012 SKETSA 2013 KELAS INTERNATIONAL 2015-2017
FTV
SILAT BOY 2010 SUPER YEIIOW 2011 UJI NYALI BELUM SELESAI 2012 BASO SI LUKMAN 2013 … DLL
Alamat Fans:
Pejaten Green Land ,Jl. Gunuk V Pejaten timur Pasaar Minggu Jak-Sel Hp: 0818-728-255
PEWAWANCARA : SUKARDI   & AENDRA MEDITA                  FOTOGRAFER      : FEKO SUPRIYADI  & DOKUMENTASI SUZUKI                   EDITOR               : AENDRA MEDITA sumber: seni.co.id