ARTIKEL TERBARU

FESTIVAL AIR 2020

0
BANDUNGHIJI.COM – Komunitas Budaya Bandoengmooi bersama Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), didukungan Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora), Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, dan Fasilatasi Bidang Kebudayaan (FBK) 2020 Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kubudayaan RI gelar Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi, 24-25 Oktober 2020. Ketua Bandoengmooi yang juga ketua DKKC Hermana HMT mengatakan, Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi ini merupakan rengkai kegiatan Festival Air 2020 yang pelaksanaannya sudah dilakukan sejak  26 September 2020. Kegiatan diawali dengan menyuguhkan seni pertunjukan teater, tari kreasi baru, musik kolaborasi etnik, reog Sunda, permainan tradisional, visualisasi manuskrip, pencak silat dan dongeng bertema air. “Selain seni pertunjukan digelar pula kegiatan melukis bersama tanggal 10 dan 18 Oktober 2020 di Rumah Kreasi dan Pendopo DPRD Kota Cimahi. Sebanyak 10 perupa Kota Cimahi menuangkan gagasan bersama tentang air dengan mengespresikannya lewat cat dan kanvas,” jelas Hermana dalam rilisnya yang diterima Redaksi, Selasa, 20 Oktober 2020. Karena pandemi Covid-19, pertunjukan, melukis bersama, termasuk Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi digelar secara virtual. Semua kegiatan tanpa penonton secara langsung, tapi didokumentasikan lewat video. Hasil karya 10 perupa bisa dilihat dalam bentuk pameran virtual dan seni pertunjukan juga dapat ditonton secara virtual pada 24 – 25 Oktober 2020 di youtube channel Bandoengmooi Art & Culture, lanjut Hermana. “Kirab Budaya Ngarak Cai semula dirancang digelar di Car Free Day Kota Cimahi Jln. Raden Deman Hardjakusumah Komplek Pemerentahan Kota Cimahi. Namun untuk menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman virus corona kegiatannya dilaksanakan dimasing-masing termpat peserta kirab,” tambahnya lagi. Sebanya 16 peserta Kirab Budaya Ngarak Cai. 15 peserta dari 15 Kelurahan se Kota Cimahi, dan 1 peserta gabungan beberapa komunitas budaya di Kota Cimahi sekaligus sebagai peserta yang melakukan prosesi upacara Ngalokat Cai Cimahi. Kirab Budaya Ngarak Cai dilakukan di tiap kelurahan serentak tanggal 24 Oktober dan prosesi penyatuan air dari tiap Kelurahan atau upacara Ngalokat Cai dilakukan tanggal 25 Oktober 2020 di Plaza Rakyat Komplek Pemkot Cimahi. Masih kata Hermana, kegiatan kirab budaya dan ngalokat cai ini semula ingin melibatkan beberapa peserta dari Kabupaten/Kota se Bandung Raya dan melibatkan komunitas Jaga Seke (jaga sumber mata air) Jawa Barat. Namun situasi saat ini sangat tidak memungkinkan melibatkan banyak orang, dan kegiatan menjadi dibatasi hanya pelaku budaya beserta stakeholder pendukung dari Kota Cimahi. Sebagai catatan semua kegiatan harus mematuhi standar protokol kesehatan Covid-19 dan semua peserta difasilitasi Masker, Face shield, dan sensitizer. “Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi tanpa mengundang masyarakat untuk menyaksikan secara langsung. Kegiatan ini hanya didokumentasikan lewat video dan masyarakat bisa menyaksikan secara virtual di media sosial,” ungkap Hermana. Kirab Budaya Ngarak Cai diperlombakan. Tiga orang pengamat menilai15 peserta kirab dari dokumentasi video dan menetapkan 3 peserta terbaik. Sebagai penghargaan, 3 perseta terbaik mendapatkan uang pembinaan dari panitia Festival Air 2020 dan piala serta sartifikat dari pemerintah Kota Cimahi. Agar masuk 3 terbaik, setiap peserta mesti memaksimalkan garapannya, karena kirab budaya ini tidak sekedar berjalan atau karnaval membawa air dari sember mata air di tiap Kelurahan semata. “Setiap peserta kirab diwajibakan menata gerak, menata musik, menata kostum, menata property (perlengkapan yang dibawanya). Semua dikemas sedimikan rupa sehingga membentuk kesatuan yang utuh dan menjadi tontonan yang menarik, mengedukasi, serta punya keunikan masing-masing,”bebernya. Hermana juga berharap, kegiatan ini dapat mengedukasi pelaku budaya dan masyarakat kota dalam mejaga tanah, air dan budaya dari berbagai pencemaran. Menjaga tanah dengan menanam puhon untuk menghasilkan oksigen, menyerap racun dan menyimpan air bersih. Menjaga air dengan memelihara kebersihan air tanah, memelihara sumber mata air yang masih ada dan memelihara kebersihan sungai agar tidak tercemar oleh limbah. Menjaga budaya adalah upaya melestarikan keragaman dan kearifan budaya lokal yang tumbuh, agar budaya asing yang tidak sesuia dengan adab budaya bangsa tidak mendominasi dalam kehidupan masyarakat kita. “Besar harapan pula kegiatan Kirab Budaya Ngarak Cai bisa dilakukan secara berkseninambungan tiap tahun dan pemerintah Kota Cimahi menetapkan sebagai salah satu icon budaya kota. Hal ini penting untuk mendongkrak kepariwisataan berbasis budaya, karena basis sumber daya alam di Kota Cimahi sangat minim,” pungkas Hermana. (Den/BJH)

Pilkada 2020: Elektabiltas Teh Nia Dadang Naser Masih Unggul

0
BANDUNGHIJI.COM – Lembaga survei Poldata Indonesia Consultan merilis hasil survei Pilkada Kab. Bandung 2020. Hasil mutahir menunjukkan pasangan Poldata Indonesia Consultan mencatat elektabilitas Hj. Kurnia Agustina Dadang Naser -Usman Sayogi  48% mengungguli Dedi Supriatna – Sahrul Gunawan (32%) dan Yena – Atep (20%). Mengenal lebih jauh Hj. Kurnia yang akrab disapa Teh Nia, tak lepas dari capaian prestasi Bupati Bandung — H. Dadang Naser, suaminya. Dengan pengalaman mendampingi tugas suami selama dua periode jabatan, menginspirasi Nia melanjutkan estafet kepemimpinan daerah yang cukup kaya potensi sumberdaya alam itu. Nia mencalonkan diri sebagai Bupati Bandung periode 2020-2025. Menggandeng Usman Sayogi, birokrat prestasi dengan pengalaman pengabdian 31 tahun. Terakhir sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab. Bandung. Nia bukan cuma menguasai beberapa bahasa asing. Kelak menjadi bekal diplomasi antarnegara untuk kepentingan Kab. Bandung. Dia alumni Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari Bandung 1992. Sederet prestasi dan penghargaan mengimbangi peran tugas sang suami sebagai Bupati Bandung selama satu dasawarsa. Antara lain penghargaan “Satya Lencana Kebaktian Sosial” dari Kemensos RI, “Manggala Karya Kencana” dari BKKBN, “Bakti Koperasi dan UKM” dari Kemenko UKM, “Galamedia Award” kategori Tokoh Penggerak Sosial Masyarakat, Duta ORI sebagai Penggagas “Sabilulungan” Deteksi Dini Kanker Serviks melalui “Iva Test”, penghargaan “Swasti Saba Wistara” dari Kemendagri dan Kemenkes RI, Pegiat Terbaik dalam Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dari KemenPPA, Tokoh Penggerak Olahraga Masyarakat dari Kemenpora RI, Bunda PAUD Terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat dan 14 penghargaan tingkat nasional. Pengalaman berharga dalam kepemimpinan daerah, telah memotivasi Nia. Pun pengalaman organisasi. Tentu, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bandung. Jabatan ketua lainnya tingkat Kab. Bandung, antara lain Forum Kabupaten Bandung Sehat, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi). Selanjutnya jabatan Bunda, juga tingkat Kab. Bandung untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Generasi Berencana (Genre). Terlebih pengalaman sebagai pengurus harian KNPI dan Ketua MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong), organisasi sayap Golkar di Kab. Bandung sejak 2015. Seorang ibu 47 tahun dengan tiga orang anak ini, kelak ingin “melayani dengan hati” dalam upaya memajukan Kab. Bandung. Teh Nia bersama Kang Usman bertekad menjadikan Kabupaten Bandung yang Unggul. Setidaknya, Unggul Pelayanan Publik, Unggul Pelayanan Kesehatan dan Unggul Pemantapan Infrastruktur. Terangkum dalam visi bertajuk “Binangkit Sabilulungan 4.0”. Sederet tekad dan harapan, bisa dipintakan pada saatnya terpilih. Tunggu..!* (@iW)

Dari Cipaheut Dago, Sanggar Tari Jaipong AYUNINDYA’S Akan Berkiprah Luas

0
BANDUNGHIJI.COM – Tari Jaipong adalah kesenian tradisional Jawa Barat yang pertama kali dikenalkan oleh Gugum Gumbira sekitar tahun 1960-an dengan sebutan Ketuk Tilu yang berasal dari Karawang dikembangkan di Kota Bandung dan kini sudah menjadi tarian nasional asal Jabar. Demi melestarikan seni budaya tradisi rakyat Nusantara khususnya Jawa Barat, Sanggar Tari Jaipong AYUNINDYA’S pimpinan Kusbandi di Jl. Cigadung Raya Barat, Cipaheut Kidul  Bandung kini diresmikan secara khusus pada Ahad 18 Oktober 2020 di Asrama Bangka Cipaheut Kidul Dago Bandung. “Didasari atas keprihatinan orang tua terhadap kemajuan teknologi yang berdampak pada penurunan nilai-nilai tradisi seni dan budaya terutama tari jaipong yang hampir dilupakan oleh sebagian generasi muda”, ujar Kusbandi kepada Redaksi di lokasi acara pada, Ahad 18 Oktober 2020. “Atas dasar tersebut kami berinisiatif untuk kembali mengingatkan khusus generasi muda mencintai seni dan budaya sendiri,” tambah Kusbandi. Dijelaskan oleh Intandia Kusmiati (22 tahun) pengajar dari AYUNINDYA’S bahwa sanggar yang kami beri nama Ayunindya’s mempunyai arti putri cantik yang memiliki kelebihan dan prestasi. Penari yang bisa membanggakan dan sukses dimasa depan dengan prestasi jaipong yang meraka punya dimana mereka pernah kini mengisi waktu di saat pandemi dengan mengikuti latihan tari jaipong untuk mengurangi kejenuhan sekolah dirumah (daring). Bersama perwakilan kelurahan Cigadung, ketua RW 03 dan RT, Cipaheut Kidul Dago Bandung Pengurus Sanggar Tari Jaipong, pimpinan Kusbandi dan pelatih Intandia Kusmiati “Adapun tuntutan tersendiri disaat mengajar anak diusia 5 tahun karena belum bisa fokus dan konsentrasi dituntut kesabaran. Saat ini yang belajar dari usia 5 tahun hingga 12 tahun,” jelas Intan. Intan sebagai pengajar tari jaipong memiliki jam terbang diberbagai acara seperti Pasanggiri Jaipong baik di dalam maupun luar negeri, mengisi acara di Bandung TV, Inbox SCTV, Dasyat RCTI, event ngabuburit bersama Djarum, event Napak Jagat Pasundan, event Seratus Anak Seribu Aksi Taman Budaya Jawa Barat, Pentas Art Festival, Saung Udjo, event Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Shotting “Moka Nyaah ka Jabar”, Pembuka karnaval Taman Budaya Jawa Barat, event Monumen Perjuangan ulang Tahun Jawa Barat, Perwakilan Seniman Indonesia di acara OZ Asia Fesival di Australia, Perwakilan Seniman Bandung, KULFEST (Kulonprogo Festival) bersama Didik Ninik Thowok di Yogyakarta. Terlibat banyak event dan pernikahan bersama Ega Robot Ethnic Percussion, Parade lagu daerah “Gita Permata Nusantara” Taman Mini Indonesia Indah. Juga pernah berprestasi Juara Harapan dan favorit disetiap pasanggiri mendapat Juara 1 dan umum diacara pasanggiri dan evaluasi. “Awal terbentuknya Sanggar bulan Mei 2020 diikuti 15 murid yang berusia antara 5 sampai 12 tahun terbuka untuk TK – SD – SMP – SMA sederajat, semoga akan lebih Berkiprah kedepan,” jelasnya. (AN/BDG)

FATWA & RESOLUSI JIHAD

0
Bangsa ini wajib tahu…. TKR pertama, yang nanti menjadi TNI. Dan komandan divisi pertama TKR itu bernama Kolonel KH. Sam’un, pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga masih Kyai, yakni kolonel KH. Arwiji Kartawinata (Tasikmalaya). Sampai tingkat resimen Kyai juga yang memimpin. Fakta, resimen 17 dipimpin oleh Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Di batalyon pun banyak komandan Kyai. Komandan batalyon TKR Malang misalnya, dipimpin Mayor KH. Iskandar Sulaiman yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU Kabupaten Malang. Ini dokumen arsip nasional, ada Sekretariat Negara dan TNI. Tapi semua data itu tidak ada di buku bacaan anak SD/SMP/SMA. Seolah tidak ada peran Kyai. KH. Hasyim Asy’ari yang ditetapkan pahlawan oleh Bung Karno pun tidak ditulis. Jadi jasa para Kyai dan santri memang dulu disingkirkan betul dari sejarah berdirinya Republik Indonesia ini. Waktu itu, Indonesia baru berdiri. Tidak ada duit untuk bayar tentara. Hanya para Kyai dengan santri-santri yang menjadi tentara dan mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Hanya para Kyai, dengan tentara-tentara Hizbulloh yang mau korban nyawa tanpa dibayar. Tentara itu baru menerima bayaran pada tahun 1950. Selama perjuangan 45 sampai di tahun 50-an itu, tidak ada tentara yang dibayar negara. Kalau mau mikir, 10 November Surabaya adalah peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Kok bisa ada pertempuran besar yg terjadi setelah perang dunia selesai 15 Agustus. Sebelum pertempuran 10 November, ternyata ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Kok ‘ujug-ujug’ muncul perang 4 hari ceritanya gimana? Jawabnya: Karena sebelum tanggal 26 Oktober, Surabaya bergolak, setelah ada fatwa resolusi jihad PBNU pada tanggal 22 Oktober. Kini diperingati sebagai Hari Santri. Tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang dan bertempur dengan penduduk Surabaya. Perang sudah selesai kok, begitu pikirnya. Tapi karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, mereka nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya. Sejarah inilah yang selama ini ditutupi. Jika resolusi jihad ditutupi, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 November akan menyebut tentara Inggris ‘ora waras’. Ngapain Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab? Tapi kalau melihat rangkaian dari resolusi jihad, baru masuk akal; “Oya, mereka marah karena jenderal dan pasukannya dibunuh arek-arek Bonek Suroboyo”. Fatwa Jihad muncul karena Presiden Soekarno meminta fatwa kepada PBNU: Apa yang harus dilakukan warga Negara Indonesia kalau diserang musuh mengingat Belanda ingin kembali menguasai. Bung Karno juga menyatakan bagaimana cara agar Negara Indonesia diakui dunia. Sejak diproklamasikan 17 Agustus, tidak ada satupun negara di dunia yang mau mengakui. Oleh dunia, Indonesia diberitakan sebagai Negara boneka bikinan Jepang. Bukan atas kehendak rakyat. Artinya, Indonesia disebut sebagai negara yang tidak dibela rakyat. Fatwa dan Resolusi Jihad lalu dimunculkan oleh PBNU. Gara-gara itu, Inggris yang mau datang 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya karena penduduk Surabaya sudah siap perang. Ternyata sore hari, Gubernur Jawa Timur mempersilakan. “Silahkan Inggris masuk tapi di tempat yang secukupnya saja”. Ditunjukkanlah beberapa lokasi, kemudian mereka masuk. Tanggal 26 Oktober, ternyata Inggris malah membangun banyak pos-pos pertahanan dengan karung-karung pasir yang ditumpuk & diisi senapan mesin. “Lho, ini apa maunya Inggris. Kan sudah tersiar kabar luas kalau Belanda akan kembali menguasai Indonesia dengan membonceng tentara Inggris,” begitu kata arek-arek. Pada 26 Oktober sore hari, pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dari kampung-kampung keluar ‘nawur’ pasukan inggris. “Ayo ‘tawur..tawuran..’!”. Para pelaku mengatakan, itu bukan perang mas, tapi tawuran. Kenapa? Gak ada komandanya, gak ada yang memimpin. “Pokoke wong krungu jihad.. jihad… Mbah Hasyim.. Mbah Hasyim…”. Berduyun-duyun, arek-arek Suroboyo sudah keluar rumah semua dan langsung tawur sambil teriak ‘Allahu Akbar’ dan itu berlangsung 27 Oktober. Mereka bergerak karena seruan jihad Mbah Hasyim itu disiarkan lewat langgar-langgar, masjid-masjid, dan spiker-spiker. Pada 28 Oktober, tentara ikut arus arek-arek, ikut gelut dengan Inggris. Massa langsung dipimpin tentara. Dalam pertempuran 28 Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh. Tapi tentara tidak mau mengakui, karena Indonesia meski sudah merdeka, belum ada yang mengakui. Itu jadi urusan besar tingkat dunia jika ada kabar tentara Indonesia yang bunuh Inggris. Tentara tidak mau ikut campur. Negara belum ada yang mengakui kok sudah klaim bunuh tentara Inggris. Itu semua ikhtiyar arek-arek Suroboyo kabeh. Pada 29 Oktober pertempuran itu masih terus terjadi. Inggris akhirnya mendatangkan presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta untuk mendamaikan. Pada 30 Oktober ditandatanganilah kesepakatan damai tidak saling tembak-menembak. Yang tanda tangan Gubernur Jatim juga. Sudah damai, tapi massa kampung tidak mau damai. Pada 30 Oktober, akhirnya Brigadir Jenderal Mallaby digranat arek-arek Suroboyo. Mati mengenaskan di tangan pemuda Ansor. Ditembak, mobilnya digranat di Jembatan Merah. Sejarah kematian Mallaby ini tidak diakui oleh Inggris. Ada yang menyebut Mallaby mati dibunuh secara licik oleh Indonesia. Aneh, jenderal mati tapi disembunyikan sebabnya karena malu. Inggris marah betul. Masa negara kolonial kalah. Mereka malu dan bingung. Perang sudah selesai, tapi pasukan Inggris kok diserang, jenderalnya dibunuh. Apa ini maksudnya? “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuh Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang-orang surabaya masih yang memegang bedil, meriam dst., tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, maka tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibombardir lewat darat, laut, dan udara,” begitu amuk jenderal tertinggi Inggris. Datanglah tujuh kapal perang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak. Meriam Inggris sudah diarahkan ke Surabaya. Diturunkan pula meriam Howidser yang khusus untuk menghancurkan bangunan. Satu skuadron pesawat tempur dan pesawat pengebom juga siap dipakai. Surabaya kala itu memang mau dibakar habis karena Inggris marah kepada pembunuh Mallaby. Pada 9 November jam setengah empat sore, Mbah Hasyim yang baru pulang usai Konferensi Masyumi di Jogja sebagai ketua, mendengar kabar arek-arek Suroboyo diancam Inggris. “Fardhu a’in bagi semua umat Islam yang berada dalam jarak 94 kilo dari Kota Surabaya untuk membela Kota Surabaya”. 94 kilo itu- jarak dibolehkannya solat qoshor. Wilayah Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek,Kediri, wilayah Mataraman, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang datang semua karena dalam jarak radius 94 kilo. Dari Kediri, Lirboyo ini datang dipimpin Kyai Mahrus. Seruan Mbah Hasyim langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yang lebih dari 500 km datang- ke Surabaya ikut seruan jihad PBNU. Anak-anak kecil bahkan orang-orang dari lintas agama juga ikut perang. Orang Konghucu, Kristen, dan Budha semua ikut jihad. Selain Mallaby, pertempuran di Surabaya menewaskan Brigadir Jendral Loder Saimen. Luar biasa pengorbanan arek-arek Surabaya, para Kyai, dan santri. Tapi lihat, apa yg dilakukan pemerintah di kemudian hari kepada para Kyai ini? Dimanipulasi. Disarikan dari buku “Fatwa dan Resolusi Jihad” (KH. Agus Sunjoto M,PD) OLEH Prapanca

Bubur Ayam Mang Boim Paling Enak Se-Dago

0
Bubur Ayam Mang Boim Dago/ANDIS

BANDUNGHIJI.COM – Sahabat kuliner di Bandung kali ini kita akan bahas kuliner sarapan bubur. Yang akan jadi sorotan kali ini adlaah Bubur Ayam Mang Boim di Dago tepatnya Jalan Ir. H. Juanda Dago Atas Sebelum Pakar Kota Bandung.  Bubur Ayam Mang Boim berdiri sejak 1990.

Meski Mang Boim sudah meninggal 3 tahun lalu, kini istrinya Tini Tarmini 44 tahun  meneruskan usaha.  Mang Boim sudah 3 tahun emninggal karena  kecelakaan.

Tini Tarmini 44 tahun (istri) Mang Boim meneruskan usha bubur peninggalan Mang Boim sejak 3 tahun yang lalu karena kecelakaan./ANDIS

Bubur Ayam Mang Boim adalah salah satu tempat jajan bubur ayam yang khusus jualannya yang sampai sekarang di didatangi pelanggan setianya dari sekitar Dago dan b ahkan dari luar kota.

Dikatakan Tini, jika akhir pekan Sabtu atau Minggu Bubur Ayam Mang Boim  bisa menghabiskan sekitar 150 mangkuk dan pada Minggu 200 mangkuk.

Kalau hari Ahad Bubur Ayam Mang Boim ini dijadikan tempat mangkalnya para goweser sebelum menuju dan sesudah dari Tebing Keraton yang dikenal indahnya hutan di pegunungan Bandung Utara

Yang menarik harga Bubur Ayam Mang Boim sangat terjangkau hanta Rp.11.000 sudah sederhana komplit, jika Anda mau nambah pakai telur Rp.14.000, pakai ati ampela Rp.15.000, dan lengkap banget Rp.18.000.

Kalau soal rasanya jangan ditanya Bubur Ayam Mang Boim enak banget, bahkan bisa  ketagihan dan tak mustahil pasti datang lagi dan lagi. Sampai kini Bubur Ayam Mang Boim adalah bubur ayam yang tidak buka cabang hanya ada di dago atas karenanya sebagian orang ada yang menyebutnya Bubur Dago.

Bagi yang suka kuliner untuk mencobana Bubur Ayam Mang Boim tak ada salahnya sambil gowes di akhir pekan.

Anday satu pelanggang asal Cihampelas mengatakan bahwa saya kalau makan bubur suka nambah. “Ini saya mau nambah setengah saja, soalnya enaknya bagi saya kalau nambah jadi pas,” ujar Anday pada Bandunghiji.com (13/10/2020)

Yang makan di Bubur Ayam Mang Boim dari kaum emak-emak sampai kaum milenial. Dari Bapak-bapak Goweser dan juga ABG. Oya jangan harap semuanya masih lengkap tersedia kalo kamu dateng telat pada pagi di weekend itu. Jadi ayo siapa yang mau coba ke Bubur Ayam Mang Boim?    Yuk ah coba…! |ANDS-BDG/KUL-AING
 

TELAH HADIR MESIN AFIAS-6, ALAT TERBAIK DETEKSI COVID-19

0
BANDUNGHIJI.COM – Saat ini masyarakat hanya mengetahui untuk mendiagnosa apakah seseorang terkena covid19 atau tidak hanya dengan pemeriksaan swab PCR, padahal ini adalah informasi yang keliru, riset di china pun sudah membantah hal ini dikarenakan sudah banyak ditemukan pasien dengan gejala klinis covid19 menunjukkan hasil swab PCR yg negative sehingga dapat disimpulkan untuk mendiagnosa seseorang positive terkena covid19 melalui 2 pemeriksaan yaitu tes swab PCR dan pemeriksaan kuantitatif antibodi. Menurut  Dr. Amira Farahnaz Dipl AAAM (American Academy Of Aesthetic Medicine), yang selama ini banyak pergi ke rumah sakit di berbagai daerah untuk menangani pasien Covid 19 mengatakan, “Banyak riset yang dilakukan terkait dengan Covid-19 ini, begitu pula dengan  riset yang telah  dilakukan juga oleh para peneliti di UK London, mereka berkesimpulan jika swab PCR hanya memiliki tingkat akurasi 50%-70%, sehingga masih ada 30%-50% kesalahan dalam mendiagnosa pasien tersebut. Kini telah hadir alat bernama Afias-6. Alat buatan Korea Selatan ini merupakan alat yang jitu karena memiliki tingkat  akurasi diatas 95% . Afias-6  berfungsi untuk mengetahui seseorang telah terpapar virus Covid-19 di tubuhnya. Setelah seseorang diambil sampel darahnya, akan bisa diketahui hasilnya setelah melalui olah mesin Afias-6. Apabila angka di kertas print out itu menunjukkan kurang dari 1,1 maka, Afias-6 akan membaca negatif. Artinya tidak ada virus yang melekat di tubuh orang tersebut. Namun apabila Afias-6 membaca lebih dari 1,1 maka, orang tersebut sudah terpapar virus corona. Sebetulnya Afias-6 ini adalah sebuah alat pintar yang dapat menghitung atau membaca  kadar gula  dalam  darah, kolesterol, asam urat dll. (namun dengan menggunakan cartride khusus, alat ini mampu membaca terpapar atau tidaknya seseorang akan covid-19)
Dr. Amira Farahnaz Dipl AAAM (American Academy Of Aesthetic Medicine) bersama mesin Afias 6/ist
Alat ini juga diyakini mampu mendeteksi dengan cepat dan akurat. Jika dibandingkan dengan rapid tes jenis lain, Afias-6, jauh lebih efisien dalam membaca tingkat keakurasian serta waktu yang diperlukan hanya dalam kurang lebih 20 menit saja. Saat ini baru sekitar 70-80 instansi saja yang menggunakan alat ini. Salah satunya Group Marbella Indonesia dan Amira Aesthetic Clinic.  Menurut  dr. Amira, “Afias-6 bisa digunakan untuk proses Isolasi mandiri.  Banyak pasien berbulan-bulan di rumah sakit ketika di tes PCR-nya masih menunjukkan positif, padahal hanya IgG nya saja yang positif dan  seharusnya ini sudah bisa pulang dan dikatakan sembuh,” kata Amira. Rapid test hanya bisa mendeteksi setelah kadar IgM nya tinggi, mungkin setelah lebih dari 10 hari dan apabila pasien sudah berada di step 3, dan pada step 4 pasien sudah berbahaya, dalam artian kuman atau virus sudah memenuhi paru dan membentuk flek seperti lem. “Waspadai demam karena bisa berarti carrier, tapi memang harus diketahui, ini demam flu atau demam biasa lainnya. Misalnya  seseorang  yang demam kemudian di cek dengan Avias-6, keluarnya hasilnya adalah positif. Sudah dapat dipastikan bahwa orang tersebut telah terpapar , namun begitu untuk memastikannya harus tetap menggunakan tes swab PCR,” jelas Dr. Amira yang  juga sudah menggunakan alat Afias-6 untuk memeriksa pasiennya. Ia juga menambahkan bahwa orang yang diperiksa,  jelas itu sudah terpapar virus Covid-19. Namun ketika di tes swab bisa saja hasilnya adalah negatif (tidak terlihat) karena  virus sudah tidak ada lagi di tenggorokan dan sudah turun kebawah, sehingga untuk mengambil sampelnya ditenggorokan tidak diketemukan. Padahal sesungguhnya dia sudah terpapar, Jadi harus hati-hati karena bisa mengelabui hasil swab. Perlu di garis bawahi Afias-6 bukan untuk mengklaim seseorang terkena covid-19, namun adanya kuman yang ditandai dengan hasil positif bisa dipastikan atau diwaspadai terpapar virus covid-19 oleh karenanya masih diperlukan PCR untuk memastikannya.  Mesin Afias-6 ini bisa mendeteksi kadar antibody sejak 2-3 hari terpapar covid, sehingga baik sekali sebagai screening dan preventif untuk pemulihan dan pencegahan. Mesin Afias-6 bukan hanya mendeteksi reaktif atau non reaktif seperti rapid test pack, tapi mengukur kadar (titer) antibodi covid19 IgM dan IgG di dalam darah , seperti layaknya test untuk typus, ataupun demam berdarah, sehingga dari kadar level antibody bisa dilakukan tindakan screening, dan preventif untuk penyembuhan dan mencegah penularan. Tes Rapid Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah yang fungsinya untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobbulin terhadap virus dalam tubuh. Antibodi adalah sistem kekebalan tubuh yang dibentuk oleh protein untuk melawan virus, bakteri, atau benda asing lainnya. Tes rapid ini akan mengukur dua jenis imuneglobbulin; yang pertama adalah imuneglobbulin M (IgM) ; yaitu dimana untuk pertamakalinya diketahui jika tubuh telah terpapar oleh bakteri atau virus. Oleh karena itu, antibodi ini merupakan perlindungan pertama terhadap suatu infeksi. Saat tubuh pertama kali terinfeksi, kadar IgM akan meningkat. Sedangkan yang kedua adalah imuneglobbulin G ( IgG) adalah jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi ini dapat memberikan perlindungan terhadap bakteri atau virus yang pernah masuk ke tubuh, sehingga dapat memberi perlindungan terhadap infeksi selanjutnya. Rapid test akan membaca hasilnya dengan reaktif dan tidak reaktif. Reaktif diasumsikan sebagai antibody positif dimana IgM dan IgG keduanya reaktif, ini menunjukkan kalau seseorang telah mengalami infeksi tertentu, namun belum tentu corona virus –covid-19, maka akan diperlukan tes lanjutan swab test atau PCR. Karena melalui tes ini, infeksi dalam tubuh bisa dapat dipastikan akibat COVID-19 atau bukan. Sedangkan untuk hasil deteksi antibodinya nonreaktif yang diasumsikan sebagai antibody negatif dimana IgM dan IgG keduanya nonreaktif, ini menunjukkan kalau seseorang atau pasien itu tidak mengalami infeksi tertentu. Namun begitu rapid tes harus dilakukan berulang sekali lagi diantara hari ke 7 – 10, dan disarankan untuk isolasi mandiri meskipun merasa sehat. Jadi hasil reaktif dari rapid tes perlu tindak lanjut dari pemeriksaan swab untuk memastikan apakah seseorang itu memang benar terpapar covid-19 atau malah sebaliknya.  Seperti yang sudah dituliskan di atas bahwa Afias-6 ini adalah alat pemeriksaan antibody kwantitatif Immunoglobine yang namanya swab antigen.  Jadi Afias-6 ini juga bisa digunakan untuk swab dengan akurasi diatas 95%. Jadi di dalam satu alat ini bisa didapatkan dua fungsi yang berbeda. Jadi bagaimana, sudahkan anda mempertimbangan untuk melakukan test Rapid atau SWAB dengan mesin Afias-6? (TAS-RED)

Jalan Bersih dan Pemanfaatan Sampah Lingkungan

0
BANDUNGHIJI.COM – Dalam rangka memupuk rasa kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan dan rasa kepedulian terhadap lingkungan , khusus nya di kalangan pemuda saat ini. Diinisiasi Karang Taruna Unit RW.03 Cipaheut Kidul tentang pelatihan cara pengolahan sampah dapur menjadi pupuk organik/kompos. Bertempat di Asrama Bangka ISBA , Rukun Warga 03 Cipaheut Kidul Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung. “Kegiatan utama berupa aksi sosial penyemprotan disinfektan, bagi-bagi masker dan beberes lingkungan” ujar Rian Tiansyah penggagas kegiatan yang juga sekretaris Karang Taruna unit RW 03 pada Ahad, (11/10/2020). “Adapun acara ini akan diisi sesi diskusi, pemaparan materi soal cara budidaya tanaman organik, cara pembuatan pupuk organik oleh narasumber Mahasiswa Universitas Padjajaran Fakultas Pertanian, Viyanka,” Rian menambahkan. Acara ini dihadiri oleh pengurus RT. RW., ibu PKK, tokoh masyarakat, ketua karang taruna kelurahan Ikhsan Maulana yang mewakili kelurahan, dan pemuda dari DcDc. (AN/BDGHJ)

HEURISTIC

0
Radhar Tribaskoro/ist
Oleh Radhar Tribaskoro
Orang Bandung dulu mau berjuang dan berkorban apapun demi kemerdekaan Indonesia. Apa itu merdeka? Mereka tidak tahu. Tetapi mereka mau mengungsi berjalan kaki ratusan kilometer. Mereka bahkan merelakan rumahnya dibumihangus.
Aksi yang hebat, kompleks dan heroik itu disebut Bandung Lautan Api. Itu aksi yang dilandasi satu hal saja: kepercayaan kepada pemimpin.

Dari kepercayaan itu muncul heuristic: orang mengikuti dan melakukan apa yang dikatakan pemimpin. Pemimpin itu menjadi acuan.

Pemimpin ini bisa siapa saja. Seorang ayah adalah pemimpin heuristic pertama bagi seorang bocah. Si bocah akan ikuti apapun dibilang ayah tentang pilihan makanan, pakaian, tempat bermain, kursus musik dsb. Guru adalah orang yg digugu dan ditiru berkenaan dengan pelajaran sekolah dan pelajaran hidup. Seorang dokter akan didengar nasehatnya perihal kesehatan.

Orang berpikir dan bertindak dalam pola heuristik. Mereka memilih, tetapi adalah sangat sulit bila untuk itu mereka harus mempelajari semua hal. Heuristik adalah memilih dengan menggunakan acuan-acuan. Seperti seorang investor akan bertanya kepada konsultan investasi untuk memilih investasi terbaik. Seorang pengidap kanker pun begitu, ia akan mencari referensi dokter dan obat kanker terbaik, sebelum menemui salah satu diantara mereka.
Sebuah organisasi atau lembaga juga bekerja secara heuristik. Pimpinan organisasi utamanya mengerti bahwa mereka akan dijadikan referensi oleh anggota2nya. Hal itu akan memicu mereka membangun sistem referensi. Biasanya mereka memiliki divisi litbang yang bekerja untuk itu. Divisi tersebut yang secara bertahap membangun sistem referensi komprehensif, sistematik dan detil.
Tidak terkecuali dengan mahasiswa. Mahasiswa adalah juga sebuah organisasi heuristik. Pimpinannya mengerti betul arti tanggungjawab sebagai orang yg dipercaya.
Jadi mustahil mereka tidak membaca undang-undang yang mereka tentang.
Kalau ada perbedaan mesti dilihat document versionnya. Kalau disebelah sana punya ghost version, yang bisa dikurang-tambahi sukasuka pemiliknya, baguslah.
Jangan kendor, terus tekan. Semakin banyak hoax mereka bilang berarti semakin sukses.***