LATEST ARTICLES

PUSPOMAL LAKSANAKAN APEL KHUSUS LARANGAN MUDIK BAGI PRAJURIT TNI AL

0
BANDUNGHIJI.COM – Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) melaksanakan Apel Khusus larangan mudik bagi Prajurit TNI AL pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H sekaligus untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Lapangan Hitam Mako Puspomal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) Laksamana Muda TNI DR. Nazali Lempo, S.H., M.H., M.Tr.Opsla., CHRMP bertindak sebagai penerima apel dalam Apel Khusus larangan mudik bagi prajurit TNI AL pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Pelaksanaan Apel Khusus tersebut berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yakni menggunakan masker, dan menjaga jarak. Kegiatan apel khusus ini bertujuan untuk mengecek kesiapan pesonel maupun material parjurit POMAL dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H yang dilaksanakan sesuai dengan instruksi pemerintah dan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) yang dituangkan dalam telegram KASAL No. 473/SOPS/0421 TWU 0426.1927 tentang peniadaan mudik lebaran dan upaya pengendalian penyebaran covid-19 khususnya wilayah jakarta dan sekitarnya. Apel khusus diikuti kurang lebih 300 personel dari jajaran prajurit POMAL wilayah jakarta. Hadir dalam apel khusus tersebut Wadan Puspomal, para Direktur dan Kasat Puspomal serta para Komandan / Kepala Pomal jajaran wilayah Jakarta. Dalam amanatnya Danpuspomal menyampaikan Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang ditunggu-tunggu umat muslim untuk bisa saling bersilahturahmi kepada keluarga, “Namun dalam kondisi negara masih diliputi pandemi Covid-19, kita sebagai prajurit beserta komponen bangsa lainnya untuk turut serta dalam mencegah dan mengatasi pandemi Covid-19,”kata Laksamana Muda TNI DR. Nazali Lempo, S.H., M.H., M.Tr.Opsla., CHRMP dalam rilisnya yang diterima Redaksi pada Senin, (03/05/2021) Dikatakannya untuk itu kita harus siap sedia dalam rangka melaksanakan perintah dari satuan untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahab dan pengendalian meluasnya covid-19. Pada kesempatan apel khusus ini Danpuspomal memerintahkan kepada seluruh prajurit agar tidak melaksanakan mudik lebaran sesuai instruksi pimpinan, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Diakhir apel khusus ini Danpuspomal memberikan beberapa pedoman yang harus dilaksanakan prajurit yaitu pertama tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bekal utama dalam menjalankan tugas serta dalam kehidupan sehari-hari, kedua laksanakan dan ikuti setiap perintah dan aturan sesuai SOP yang berlaku dengan penuh rasa tanggung jawab serta hindari pelanggaran, ketiga tetap monitor dan mewaspadai perkembangan situasi nasional, serta senantiasa berkoordinasi dengan satuan atas, guna mencermati dinamika yang terjadi, dan “Keempat tingkatkan soliditas TNI-POLRI untuk bersama-sama menjaga dan mengawal pelaksanaan instruksi pemerintah sehingga dapat berjalan sukses dan lancar,” tutup Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut itu. |HE/BDG
 

Hari Kebebasan Pers Dunia

0
BANUDNGHIJI.COM –
Hari ini  3 Mei 2021 merupakan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day.  Ada yang menarik dari Hari Kebebasan Pers Sedunia ini. Saya secara pribadi pernah menyuarakan satu kebebasan berpendapat di media Voice of Amerika (VoA) pada tahun 2005, saat itu ada di Washington DC dalam rangka mengahadiri sebuah liputan “Festival Film dan Fotografi US-Asean 2005” yang digelar oleh The Grace Heritage Foundation acraa bertempat di National Geografi Museum Washington DC Amerika. Saat itu tahun 2005 di Amerika hari pers dunia ditandai dengan menyematkan nama Ersa Siregar  jurnalis RCTI yang gugur  dalam tugas di Aceh. Ersa Siregar masuk dalam list di Newsmuseum Washington DC sebuah papan nama para pejuang pers dunia. Yang masuk daftar Newsmuseum adalah mereka pejuang yang melawan  pembungkaman, sensor dan penangguhan, serta untuk mengenang para jurnalis, editor, penerbit yang kehilangan nyawa dalam bertugas di seluruh dunia. Washington DC memang banyak museum. Dalam seminggu jika kita menjelajahi museum di Washington DC ini baru akan selesai. Museum disana mulai dari seni aerospace sampai yang baru saat saya disana baru diresmikan adalah Museum American Indian Museum. Kawasan ini berderet disekitar St SW, Washington, DC, Amerika Serikat atau dikenal dengan National Mall yang mengelolanya adalah Organisasi induk Institusi Smithsonian. Kembali ke soal Hari Kebebasan Pers Sedunia, saat itu anchor VoA, Patsy Widakuswara  yang mewawancarai saya. Kita bahas tentang kebebasan pers secara umum termasuk kondisi di Indonesia, saya mengungkapkan apa adanya pers kita saat itu yang masih banyak tekanan apakah dari preman atau dari kekuatan lain yang mengancam. Tapi saya katakan bahwa sikap independen adalah yang harus dipegang jika pers ingin bersih dan jujur. Jujur saja saya sendiri bangga di kasih ruang di VoA saat itu live dalam siaran bahasa Indonesia sore waktu Washington DC dan pagi waktu Indonesia yang disiarkan di Live Metro TV saat itu. Lantas hari ini ketika sebuah Museum Kota Bandung (MKB) membuat meme yang cerdas dalam saya teringat saat di Washington DC itu. Meme yang cerdas ditengah posisi saat ini media sedang dalam kondisi yang tidak begitu baik banyaknya isu ditutup dan tak tuntas kasus demi kasus, banyaknya media gulung tikar karena masa pandemi juga banyak media peralihan medium yaitu menuju digitalisasi, dan lainnya. Sejarah Hari Kebebasan Pers Sedunia dan Tujuannya Hari Kebebasan Pers Sedunia dicanangkan oleh Sidang Umum PBB pada bulan Desember 1993, mengikuti rekomendasi dari Konferensi Umum UNESCO. Sejak itu, 3 Mei, peringatan Deklarasi Windhoek di seluruh dunia dirayakan sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia. Setelah 30 tahun, hubungan bersejarah yang dibuat antara kebebasan untuk mencari, menyebarkan dan menerima informasi dan barang publik tetap relevan seperti pada saat penandatanganannya. Peringatan khusus peringatan 30 tahun direncanakan berlangsung selama Konferensi Internasional Hari Kebebasan Pers Sedunia. Tanggal 3 Mei berfungsi sebagai pengingat bagi pemerintah tentang perlunya menghormati komitmen mereka terhadap kebebasan pers. Ini juga merupakan hari refleksi di kalangan profesional media tentang masalah kebebasan pers dan etika profesional. Ini adalah kesempatan untuk: – merayakan prinsip-prinsip dasar kebebasan pers; – menilai keadaan kebebasan pers di seluruh dunia; – membela media dari serangan terhadap kemerdekaan mereka; – dan memberikan penghormatan kepada jurnalis yang telah kehilangan nyawa mereka saat menjalankan tugas. Tema 2021: Information as a Public Good Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini “Information as a Public Good” berfungsi sebagai seruan untuk menegaskan pentingnya menghargai informasi sebagai barang publik, dan mengeksplorasi apa yang dapat dilakukan dalam produksi, distribusi dan penerimaan konten untuk memperkuat jurnalisme, dan untuk memajukan transparansi dan pemberdayaan tanpa meninggalkan siapa pun. Temanya sangat relevan untuk semua negara di seluruh dunia. Ini mengakui sistem komunikasi yang berubah yang berdampak pada kesehatan kita, hak asasi manusia kita, demokrasi dan pembangunan berkelanjutan. Peringatan 2021 juga bertepatan dengan peringatan 30 tahun Deklarasi Windhoek untuk Pengembangan Pers yang Bebas, Independen dan Pluralistik yang akan dirayakan bersamaan dengan WPFD dari 1 hingga 3 Mei 2021 di Ibu Kota Namibia. Hari Kebebasan Pers Sedunia (WPFD) 2021 tahun ini di Namibia dan UNESCO menyelenggarakan acara kick-off penyerahan tongkat estafet dari negara tuan rumah Konferensi Global tahun  Belanda. Mengutip laman Merdeka.com  bahwa di Indonesia masih banyak isu kebebasan berpendapat dan berekspresi di media yang perlu ditangani terkait dengan kriminalisasi menggunakan UU ITE, terutama selama pandemi. Hak mendapat perlindungan juga perlu diperhatikan terutama untuk memperoleh berita demi masyarakat yang lebih demokratis. Menurut laporan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers tahun 2020, kasus kekerasan terhadap jurnalis meningkat tajam. Pada 2020, terjadi 117 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 79 kasus. Oleh sebab itu, pada peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada 3 Mei ini penting menjadi momentum untuk bersuara lebih keras. Untuk menggarisbawahi pentingnya informasi dalam lingkungan media online kita, Hari Kebebasan Pers Sedunia 2021 menyoroti tiga topik utama: Langkah-langkah untuk memastikan kelangsungan ekonomi media berita; Mekanisme untuk memastikan transparansi perusahaan Internet; Peningkatan kapasitas Literasi Media dan Informasi (MIL) yang memungkinkan orang untuk mengenali dan menghargai, serta mempertahankan dan menuntut, jurnalisme sebagai bagian penting dari informasi sebagai barang publik. Kembali ke soal independensi adalah teks meme Museum Kota Bandung adalah visual yang tajam penuh kritik yang membangun sekaligus menohok pada konteks kekinian pers Indonesia yang nyata. Selamat Hari Pers Dunia Pengembangan Pers yang Bebas independen dan penuh tanggung jawab. Bravo…!! AENDRA MEDITA KARTADIPURA, Jurnalis

Kartini-Kartini Perkasa Di Perguruan Tinggi Indonesia

0
BANDUNGHIJI.COM – Pada Hari Kartini 2021 ini ada yang lain dan menjadi momen istimewa bagi kaum perempuan di tanah air pun demikian bagiu dunia perguruan tinggi. Adalah Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Prof Dr Een Herdiani S.Sen yang menegmabil momen besar ini dan menginisiasi untuk menggandeng sebelas perguruan tinggi terkait penandatanganan nota kesepahamanan dengan rektor perempuan Indonesia. Kesebelas perguruan tinggi itu yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Nasional, Universitas Singaperbangsa Karawang, UPN Veteran Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Manado, Universitas Udayana, dan Universita Hassanudin.
“Saat ini jumlah perempuan yang jadi rektor belum banyak. Dari lebih dari 4.500 perguruan tinggi di Tanah Air, rektor perempuan baru sekitar puluhan,” ungkap Prof Een dalam telekonferensi, Rabu 21 April bertepatan hari Kartini. Dia menambahkan baru 11 rektor perempuan yang memimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan sekitar 12 rektor perempuan yang memimpin Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Para rektor peremopuan itu layak disebut Kartini-Kartini Perkasa saat ini dimana mereka duduk dalam pucuk pimpinan perguruan tinggi tanah air.
Prof Dr Een Herdiani S.Sen/ist
Ditambahkan  Prof Een bahwa kepemimpinan perempuan di perguruan tinggi membawa warna yang berbeda bagi kehidupan kampus. “Kepemimpinan perempuan, menurut pandangan orang lain lebih lembut dibandingkan laki-laki,” ungkapnya. Penyelenggaraan Seremoni Penandatanganan MoU ini dilaksanakan secara luring dan daring. Untuk Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dilakukan penandatanganan secara luring sedangkan sepuluh (10) Perguruan Tinggi lainnya dilaksanaan secara daring. Ruang lingkup Kesepahaman Bersama ini meliputi kegiatan yang menyangkut: Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, Peningkatan Sumber Daya Manusia, Tata Kelola, Pengembangan di Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender serta kegiatan lain yang disepakati bersama. “ISBI Bandung telah melakukan banyak penelitian yang bertemakan Perempuan serta melakukan berbagai kegiatan untuk peningkatan pemberdayaan perempuan. ISBI Bandung juga memberikan kesempatan yang sama bagi setiap civitas akademika ISBI Bandung untuk dapat maju dan mengembangkan diri di keilmuannya masing-masing,” tambah Prof Een. Masih kata Prof Een bahwa ISBI Bandung melangkah ke arah yang lebih luas, dengan melakukan kolaborasi bersama perguruan tinggi-perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dengan melakukan Penandatanganan MoU Rektor-Rektor Perempuan Indonesia pada hari Kartini ini. Dalam  kesempatan kali ini juga 5 Rektor Perguruan Tinggi (ISBI Bandung, UPN Veteran Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IKJ dan UNSHIKA) akan membacakan surat-surat Kartini yang merupakan buah pemikiran emansipasi wanita di Indonesia yang dikirimkan Kartini kepada kepada teman- temannya di Belanda. Rektor ISBI Bandung yang dikenal sebagai penari juga mengatakan bahwa “Bidang Seni Budaya adalah bidang yang universal, ilmu apapun sangat berkaitan dengan bidang kami sehingga saya menganggp penting untuk melakukan program ini. Karena kami perlu mengembangkan ilmu seni dengan berbagai disiplin ilmu yang lain yang belum tersentuh oleh kami,”ungkapnya. |SKTA/BDHI

Pembukaan Toko Biji Kopi Dunia di Cihapit, Dengan Demo Lukisan Mural Andi Sopiandi

0
BANDUNGHIJI.COM – Bagi pencinta kopi sejati kini di Pasar Cihapit Bandung telah dibuka  Toko Biji Kopi Dunia. Toko ini menyediakan biji kopi  dan kopi bubuk sedunia. Berbagai kopi aal dunia dan juga Nusanatar ada di Toko ini. Pembukaan Toko Biji Kopi Dunia dibuka hari ini secara resmi dengan mengahadirkan demo Mural lukisan karya pelukis Bandung ternama Andi Sopiandi Toko Biji Kopi Dunia menjadi brand kopi untuk di Kota Bandung, kata Sukma dari kepada Redaksi saat ditemui di Pasar Cihapit Bandung, Ahad 11 April 2021. Toko Biji Kopi Dunia resmi melebarkan sayap ke dunia kopi yang khusus dan akan menyemarakan bisnis kopi di tanah air.   Sebuah toko kopi berkonsep berbagi keberkahan, karena akan banyak memberikana kopi dan bisa membayar seiklasnya. “Toko Biji Kopi Dunia resmi dibuka dengan Mural dari pelukis Bandung Kang Andi dan  dijadwalkan mulai diawal puasa ini. Kita menjual kopi=kopi pilihan di dunia dan kami juga menjamu tamu dengan kopi asli secara gratis dan kalau mau bayar seiklasanya juga bisa membeli kopi promosi kami yang harganya 100 gram mulai Rp 10.000,” ujar Sukma yang mengaku mengagas Toko Biji Kopi Dunia ini bersama 3 rekan bisnis kopinya. Toko Biji Kopi Dunia berlokasi di dalam Pasar Cihapit Blok KD No 08 Bandung, toko kopi ini digadang-gadang akan jadi sentral tentang para pencinta kopimania, karena boleh tempat kongkow kawan seniman, kawan wartawan dan juga komunitas lainnya yang bisa diskusi dan juga bicara tentang A-Z soal kopi dunia. “Kami akan banyak diskusi dan ngopi bareng (ngopay- ngopi bareng para pakar yang yahud alias keren),” jeles Sukma lagi. Toko Biji Kopi Dunia akan bekerja sama dengan semua komunitas dan kami terbuka, karena Toko Biji Kopi Dunia bukan hanya menghadirkan konsep asal ngopi tapi ngopay tadi juga menjamin sajian kopi yang jujur yang sebenarnya menikmati kopi dengan hati. Di Toko Biji Kopi Dunia yang terpenting menyajikan kopi dalam biji yang ada sedunia dan akan bernarasi dengan literasi kopi dalam historikal. Toko Biji Kopi Dunia terbuka bekerjasama dengan siapa pun termasuk saat kali ini kami kerjsasama dengan pelukis Bandung Andi Sopiandi yang menjadikan tanda Toko Biji Kopi Dunia dnegan lukisan Muralnya. Ia melukis dan diberikan ruang untuk mengekspreiskan karya di wall Toko Biji Kopi Dunia. “Mural yang saya lukis untuk Konsep Toko Biji Kopi Dunia  tentang suasana minum kopi tempo dulu, ini satu ekspresi saya agar mengajak suasana untuk setiap yang belanja di Toko Biji Kopi Dunia dimanja melihat suasana dunia kopi. Para pengunjung di Toko Biji Kopi Dunia bisa terbawa dan meraskaan atmosfernya bahwa ini toko kopi,” ujar pelukis Andi Sopiandi. Untuk kopinya, yang dijual hampir semua kopi di nusantara ada di Toko Biji Kopi Dunia dan ada pilihan kopi asal dunia dari Timor Leste, Jamaica, Geihsa Panama, Santos Brazil, Ethiophia, dan kopi lainnya. Jadi yang ingin menikmati kopi dari biji asli dan bisa juga diseduh mau dilokasi dan dibawa pulang tunggu apalagi buruan saja datang ke Toko Biji Kopi Dunia. Yuk Ah…!!! |AN/BDG, FOTO Afrianti

Bapak Suateng, Sang Pendidik Itu Telah Pergi

0
SMA 2 Billiton Bandung. Billiton adalah kata Belanda yang artinya Belitung. SMA 2 Jln.Belitung Bandung, sebelum pindah ke Jalan Champelas/Penulis
BANDUNGHIJI.COM – Innalillahi Wainna Illaihi Rojiun.. Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kota Bandung. Sang Tokoh Pendidik yang lahir 14 des 1931 Bapak Suateng berpulang ke Rahmatullah  untuk selamanya. Bapak Suateng Bin Winata meninggal pada Sabtu 3 April 2021, pukul 03.30 Wib, lalu di Bandung. “Mohon dimaafkan Bila Selama Hidup Almarhum Melakukan Kesalahan. Semoga Almarhum Ayahanda Kami Husnul Khotimah , Diampuni Segala khilaf dan kesalahannya serta mendapatkan tempat yg Paling Mulia disisi ALLAH SWT…Aamiin Yaa Robbal Alamiin.” itulah yang bisa saya sampaikan. Saya juga ingin sampaikan banyak terimakasih atas perhatian dan supportnya selama Bapak sakit. Tulisan saya juga ini saya sampaikan mungkin banyak generasi yang lebih muda pasti bertanya tanya, di Bandung ada ya, “SMA 2 Billiton” seperti sebuah karangan bunga yang sampai di rumah duka. Saya ingin sampaikan saat ini, SMA 2 hanya ada di Jalan Ciampelas. Ini ada tertulis SMA 2 Billiton. Dan kebetulan penulis sebagai anak mantu dari Bapak Suateng, banyak mendapat pertanyaan tentang ini dari saudara/teman2 yang melayat Alm. Pak Suateng.
Foto Pak Suateng tahun 1969/IST
Saya jelaskan bahwa –saya Kang Tya (Setya Dharma)– tahu lengkap tentang SMA 2 Billiton Bandung. Billiton adalah kata Belanda yang artinya Belitung. SMA 2 Jln.Belitung Bandung. Tepatnya tahun berapanya saya lupa bahwa SMA 2 Belitung resminya pindah Jln.Ciamplas penulis belum mengetahui. Pastinya ada peristiwa bersejarah “Tahun 1965” …PKI. Sejak itulah SMA 2 berpindah ke Jln.Ciamplas. SMA 2 Billiton pada masanya adalah SMA negeri yang terbaik di Kota Bandung. Di SMA 2 ini lahir nama tokoh-tokoh seperti Agum Gumelar, Arifin Panigoro dll.
Foto Pak Suateng tahun 2020/IST
Sepengetahuan saya dulu SMA 3 dibawah bayang bayang SMA 2.. SMA 3 juga disebut SMA 2 Vilial. Namun sejak SMA 2 berpindah dari Jln.Belitung ke Jalan Ciampelas. Sejak itu pula SMA 2 tidak pernah bisa dapat menyamakan kwalitas SMA 3 yang sangat terkenal dengan SMA terbaik di kota Bandung, seain itu juga ada SMA 6 yang dulu sempat di Belitung dan kini sudah di Jalan Pasirkaliki. Khusus SMA 3 bahkan disebut di Indonesia salah satu SMA terbaik sejak SMA 2 berpindah dari Jln.Belitung ke Jalan Ciampelas. Kini di Jalan Belitung selaiun SMA 3 juga ada SMA 5 Bandung Tokoh sang pendidik Pak Sauteng adalah lulusan perkuliahan Matematik IKIP Bandung. Jurusan Matematik IKIP Bandung adalah pelopor Matematika ITB dan UNPAD. Pak Suateng  begitu lulus mengajar di SMA Negeri dan juga mengajar Matrikulasi di ITB sekitar tahun 1973. Pak Suateng adalah sangat kuat mendedikasinya dirinya untuk mengajar Matematik sungguh hebat sekali. Sebagai pendidik ia tidak pernah menjabat posisi apapun selain pengajar, jabata tertinggi hanya pernah menjadi Bendahara Sekolah, itupun tanpa meninggalkan mengajarnya. Selamat jalan sang pendidik dan tokoh pengajar….. Sebuah Dedikasi dari Setya Dharma, Anak Mantu dari Bapak Suateng

NOL SATU NOL DUA DI PELAMINAN

0
by M Rizal Fadillah Jokowi dan Prabowo bukan melangsungkan pernikahan, tetapi keduanya hadir dan menjadi saksi perkawinan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Krisdayanti berbahagia menikahkan putrinya. Persoalannya bukan sekedar pernikahan yang memang wajar-wajar saja. Yang tak wajar adalah kehadiran Presiden, Menteri, dan pejabat tinggi lainnya di acara besar-besaran pernikahan artis pada musim pandemi Covid 19. Sementara di sisi lain tokoh umat HRS sedang mengalami proses peradilan di PN Jakarta Timur dengan dipersalahkan melakukan acara pernikahan putrinya di Petamburan. Kerumunan walimahan penyebabnya. Tontonan mencolok atas dua peristiwa yang berbeda. Ada diskriminasi hukum dan politik. Sayang nol dua yang didukung habis dulu, mingkem terus tanpa sedikitpun ada pembelaan. Malahan menjadi saksi prosesi wedding artis. Mengenaskan. Memang nol dua sudah dua nol, pertama sebagai pembantu kedua sebagai pengikut bahkan pengekor. Keok total. Kini nol satu dan nol dua sama-sama datang ke penghelatan pandemi Covid 19. Masa bodoh dengan pandangan dan kritik masyarakat yang penting menikmati kekuasaan. Power is delicious. Serasa di pelaminan mungkin. Kepekaan pada perasaan hati rakyat seperti terus memudar. Rakyat sebenarnya marah dengan perilaku pemimpin yang tak berperasaan dan munafik. Akan tetapi Covid 19 menghalangi aksi untuk mengkspresikan kemarahannya. Politisi busuk selalu berbicara tentang hal yang baik dengan mengerjakan banyak hal buruk. Negara diurus suka-suka serasa milik dia dan mereka, bukan kita. Nol satu dan nol dua di pelaminan. Dihormati dan dijilati oleh pencari muka. Atas nama undangan dan diminta doa. Do’a yang tentu menyakiti rakyat banyak. Sayang sebenarnya nol satu dan nol dua harus memaksakan hadir yang menimbulkan kegelisahan publik termasuk warganet. Jokower Rudi S Kamri saja mencak-mencak memprotes. Pernikahan artis sedemikian dipentingkan. Nol satu memang agak aneh ketika ada artis meninggal ia sengaja ucapkan duka cita seperti Glen Fredly atau Didi Kempot, sedangkan mantan Panglima TNI Djoko Santoso meninggal tak ada belasungkawa, apalagi jika yang meninggal itu ulama Syekh Ali Jaber misalnya. Presiden memang parah. HRS yang jadi pesakitan di meja hijau akibat kerumunan pernikahan dinilai sebagai pelaku kriminal sementara Anang Hermansyah dan Kridayanti tidak apa-apa. Jokowi dan Prabowo ikut pula di acara Hotel Raffles ini. Biaya pengamanan Presiden di situasi marak terorisme bisa mencapai puluhan milyar. Lex nemini operatur iniquum–Hukum tidak memberi ketidakadilan kepada siapapun. Seharusnya memang begitu, kecuali di negeri dimana Petruk yang jadi Raja. *) Pemerhati Politik dan Kebangsaan Bandung, 7 April 2021

PERNYATAAN KOMITE PENYELAMAT ORGANISASI IA ITB

0
KOMITE PENYELAMAT ORGANISASI (KPO IA ITB) memberikan peryataan sikap Inilah isinya: PERNYATAAN KOMITE PENYELAMAT ORGANISASI NO: 03/KPO-IAITB/IV/2021 Bandung, 2 April 2021 Menyikapi situasi terakhir setelah dikeluarkan surat 01/KPO-IATB/III/2021 dan surat 02/KPO-IATB/III/2021 serta Surat Dewan Pengawas No. 004/DP-IAITB/III/2021, secara tegas dapat disimpulkan bahwa Kepengurusan IA ITB periode 2016-2020 berjalan tanpa berpegang kepada Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan dan AD/ART IA ITB sehingga IA ITB kehilangan aspek Legal Formal yang menghambat pelaksanaan Kongres, pemilihan ketua dan keberlangsungan IA ITB di masa yang akan datang. Solusi terbaik yang dapat ditempuh untuk menyelamatkan IA ITB saat ini dan dijamin legitimasinya dalam AD/ART adalah KONGRES LUAR BIASA. Oleh karena itu KPO IA ITB menekankan dan menegaskan kembali tindakan penyelamatan organisasi dalam bentuk pernyataan sebagai berikut : Kami sebagai kumpulan alumni ITB yang terorganisir dalam Komite Penyelamat Organisasi (KPO), dimana alumni merupakan pemegang kedaulatan IA ITB sesuai amanat AD/ART Bab IV KEDAULATAN junto pasal 6 KEDAULATAN dalam rangka penyelamatan organisasi segera menginisiasi terselenggaranya KONGRES LUAR BIASA. Mengingat sangat mendesaknya tindakan diatas maka KPO berharap seluruh anggota IA ITB yang peduli terhadap penyelamatan organisasi IA ITB dapat berpartisipasi aktif bersama KPO. Demi Tuhan, Bangsa dan Almamater KOMITE PENYELAMAT ORGANISASI HARRIS HARLIANTO KOORDINATOR Tembusan: 1. Deklarator KPO-IAITB 2. Dewan Pengawas IA ITB 3. Seluruh Alumni ITB

MOELDOKO KNOCK OUT ?

0
by M Rizal Fadillah Upaya Moeldoko untuk sukses mengkudeta Partai Demokrat AHY telah membentur tembok. Tiga tembok yang membuat Moeldoko sulit menembus yaitu perlawanan politik SBY dan AHY, rakyat yang tak suka gaya kudeta, dan Menkumham yang menolak. Moeldoko terkapar. Bukankah Moeldoko itu mendapat proteksi sebagai kepanjangan tangan dari kepentingan Presiden Jokowi ? Bukankah Menkumham itu adalah kader partai penguasa yang memback-up Presiden Jokowi ? Mengapa tidak mampu merealisasikan skenario sukses kudeta dengan memperoleh legalitas dari Kemenkumham ? Di samping modal politik KLB yang rendah dengan sedikitnya DPC asli yang ikut dan sah sebagai peserta Kongres, juga kelemahan terberat Moeldoko adalah bukan kader Partai Demokrat sehingga minim akses kepada kader dan institusi partai di daerah. Hal ini tentu berkonsekuensi pada ketidakmampuan Moeldoko dan tim untuk secara cepat melakukan pembelahan partai. Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab ditolaknya permohonan keabsahan KLB Deli Serdang di samping masalah AD/ART, yaitu : Pertama, Menkumham Yasonna adalah kader PDIP yang dalam prakteknya Ketum PDIP Megawati beradu pengaruh dengan Jokowi. Penolakan ini bagian dari peningkatan posisi tawar PDIP atas Jokowi. Orang Jokowi saja bisa digagalkan. Kedua, tidak tertutup kemungkinan AHY atau SBY memiliki “deal” tertentu dengan Jokowi apakah soal Pilpres atau Pilkada ke depan, atau kebijakan perundang-undangan tertentu yang telah masuk Prolegnas. Moeldoko bisa diabaikan untuk kepentingan Jokowi yang lebih besar. Termasuk kepentingan nasib masa depan Gibran. Ketiga, baik PDIP maupun Jokowi keduanya “cuci tangan” terkesan bersih pada tahap penentuan oleh Pemerintah. Moeldoko didorong maju ke proses hukum melalui gugatan TUN. Secara diam diam PDIP dan Jokowi membantu Moeldoko untuk “sukses hukum” tersebut. Moeldoko ternyata belum KO hanya grogi sedikit, disiapkan untuk pulih kembali kemudian bergerak terus untuk memenangkan pertarungan diujung. Moeldoko tetap masih berperan strategis dalam posisi sebagai KSP. Sebenarnya Jokowi menghadapi pilihan sulit, di satu sisi harus menggolkan Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat dalam upaya menyempurnakan koalisi partai, di sisi lain terlalu lemah basis dukungan Moeldoko di internal Partai Demokrat. Demikian juga dengan publik yang tak suka pada cara kudeta vulgar melalui KLB yang terkesan dipaksakakan. Ketika kudeta gagal, belajar pada kegagalan PKI dahulu, maka bukan mustahil akan berimbas pada guncangan kekuasaan Jokowi seperti jatuhnya Soekarno saat itu. Seluruh elemen rakyat menjadi musuh bersama dari kekuasaan otoriter. Koalisi pun akan ikut berbalik dukungan. Pembisik Jokowi faham akan hal ini, oleh karenanya permainan layak diperpanjang melalui gugatan TUN. Moeldoko harus bersiap berlari maraton. Lari sprint telah gagal. Di usia Moeldoko yang sudah 63 tahun masih kuatlah ia untuk berlari maraton ? Jika berat, maka dipastikan Moeldoko akan terkapar lagi. Ada sindiran sebaiknya Moeldoko menyerah saja, berjuanglah untuk menjadi Ketua DPC Deli Serdang di bawah kepemimpinan Ketum AHY. Itu akan lebih mudah. *) Pemerhati Politik dan Kebangsaan Bandung, 2 April 2021