LATEST ARTICLES

Garuda Indonesia Kini Korupsi, Merugi & Solusi?!

0
Oleh Imam Wahyudi *) Tragedi! Sapaan pas Garuda Indonesia hari-hari ini. Terkesan ada yang ditutupi. Tapi sudah tak bisa lagi. Tragedi yang tampak tak mudah beroleh solusi. Malah potensial meledakkan bola api. Bagai dramaturgi yang tiba-tiba menganga ke permukaan. Publik bengong. Seolah hendak “ngajak” memikul beban bersama. Ya, lantaran maskapai plat merah itu bermodal dengkul. Giliran merugi, lantas dramatisasi megap-megap — tinggal menengadah tangan. Ada spasi Penyertaan Modal Nasional (PNM). Tradisi tanpa solusi. Uenaaakk tenan. Atasnama alasan pandemi, berteriak merugi. Pada gilirannya menjadi beban utang. Tak tangung-tanggung. Merugi alias utang sudah mencapai lebih Rp 70 Triliun. Selimut pandemi dimaklumi, dianggap lebih bisa dimengerti. Sementara pihak, malah menduga terpapar korupsi. Tak semata pandemi yang memang memicu dampak merugi. Slot penerbangan terbatas. Jumlah penumpang pun minus drastis. * Sekali lagi, tragedi! Kabar merugi bin utang, berlanjut skenario. Garuda Indonesia terancam pailit. Lantas mau drop dan berganti nama Pelita Air. Sependek itu tak ada suara pihak yang mesti bertanggungjawab. Sebutlah jajaran direksi, bahkan komisaris. Terkesan cuma menumpuk berkat bulanan. Jauh dari kepatutan. Ya, tadi — lantaran sumber dana relatif “mudah”. Penulis rasanya tak perlu menukik jauh. Tak setingkat analisis kaliber Alvin Lie, sang pengamat penerbangan itu. Cukuplah menyoal aspek profesional yang berlangsung di ruang manajemen Garuda Indonesia. Betapa pun “biaya tinggi” operasionalnya. Garuda Indonesia adalah segmentasi gengsi. Tak soal harga tiket berlipat mahal. Jangan bandingkan maskapai lain yang notabene “swasta”. Terlebih penerbangan “low cost carrier”. Biaya operasional pesawat, konon mencapai 70 prosen dari pendapatan. Meliputi biaya (tinggi) sewa pesawat, perawatan (maintenence) dan bahan bakar. Plus sistem layanan yang berbeda. Alhasil profit dari penumpang tak lebih dari 5 prosen. Selebihnya dari aktivitas kargo. Apa pun, Garuda Indonesia kadung babak belur. Tak kecuali, menghadapi perkara hukum. Berupa gugatan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) dari sejumlah mitranya. Pengadilan (masih) menolak gugatan yang berpotensi dinyatakan pailit. Lolos gugatan berkonsekuensi utang membengkak. Sudah lebih Rp 7 (tujuh) Triliun. Andai berujung pailit, sangat berdampak pada reputasinya. Adalah Garuda Indonesia sebagai “national flag carrier”. Sebelumnya Garuda Indonesia Airways (GIA). Garuda Indonesia sudah berkibar 36 tahun, sejak 1985. Kini, bak “hidup segan mati tak mau”. Senada, “maju tatu, mundur ancur”. Berat alias sekarat. Stadium akut yang perlu penanganan level ICU (intensive care unit). Setingkat di atas UGD (unit gawat darurat). Butuh penyelamatan. Lantas, skenario berganti nama. Belum tentu pas. Pilihannya menjadi Pelita Air, anak perusahaan Pertamina. Mirip men”cangkok” tanaman. Mendongkrak dengan cara merangkak. Bersamaan itu, reputasi Garuda Indonesia pun sirna. Mirip crash landing. Tragedi! *) Wartawan senior di Bandung.

YAQUT SEMAKIN PARAH

0
M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.(foto ajiesukma)
By M Rizal Fadillah SEMAKIN semrawut saja cara pandang dan berfikir Menag Yaqut Chalil Qoumas. Pada acara Hari Santri 2021 RMI-PBNU ia menyatakan bahwa Kemenag itu bukan hadiah untuk umat Islam tetapi hadiah untuk NU. “Saya bantah, bukan. Kemenag hadiah untuk NU secara khusus, bukan untuk umat Islam secara keseluruhan”. Weleh sepicik ini cara pandang seorang Menteri, Menteri Agama lagi. Tambah Yaqut, “spesifik untuk NU, nah jadi wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang yang ada di Kemenag”. Hwa ha haa luar biasa lucu, seperti anak kecil yang berkacak pinggang didepan anak anak lain lalu menunjukkan sok jagonya dan berteriak bahwa semua yang ada adalah kepunyaan dirinya. Ini di dunia fantasi, dunia boneka, dunia anak-anak, atau dunia nyata dan dewasa ? Seakan tak percaya ada berita seperti ini. Bung Yaqut, di samping NU itu ente tahu ada banyak Ormas keislaman dan keagamaan lainnya. Mereka adalah bagian dari agama yang dilindungi di negeri ini. NU bukan satu-satunya organisasi yang bisa main klaim. Kemenag itu bukan hanya milik NU. Menteri Agama Republik Indonesia pertama adalah Haji Mohammad Rasyidi yang diangkat oleh Presiden Soekarno dalam Kabinet Syahrir II. Menjabat dari tanggal 3 Januari 1946 hingga 2 Oktober 1946. HM Rasyidi berpendidikan Islam modern, tokoh Islam terkemuka, dan yang pasti bukan NU. Menteri Agama pun berganti ganti dari berbagai organisasi termasuk cendekiawan atau dari yang berlatar belakang militer. NU tidak boleh main klaim dan rebut secara sewenang-wenang dengan mengingkari sejarah pendirian Kemenag yang dicanangkan untuk berkhidmat bagi semua agama termasuk umat Islam secara keseluruhan. Pembentukan Kemenag dimulai dari usul Muhammad Yamin dalam Sidang kedua BPUPKI tanggal 11 Juli 1945. “Tidak cukuplah jaminan kepada agama Islam dengan Mahkamah Tinggi saja, melainkan harus kita wujudkan menurut kepentingan agama Islam itu sendiri. Pendek kata menurut kehendak rakyat, bahwa urusan agama Islam yang berhubungan dengan pendidikan Islam, wakaf dan masjid dan penyiaran harus diurus oleh kementrian yang istimewa yaitu yang kita namai Kementrian Agama”. Setelah terhambat pembentukan untuk merealisasikan usul Moh. Yamin tersebut, akhirnya Presiden Soekarno dan Moh Hatta menyetujui agenda pembentukan Kementrian Agama, dan diangkatlah HM Rasyidi tokoh Muhammadiyah menjadi Menteri Agama pertama. Pembentukan mana didukung pula oleh HM Natsir tokoh Masyumi. Jadi pembentukan Kementrian Agama tidak ada hubungan dengan hadiah kepada NU. Apalagi dikaitkan dengan pencoretan 7 kata sila pertama Pancasila hasil rumusan Piagam Jakarta. Perlu diketahui bahwa tokoh yang berjasa di samping tokoh-tokoh Islam lain adalah Ki Bagus Hadikusumo Ketua Muhammadiyah bersama rekan seorganisasinya Mr Kasman Singodimedjo yang juga menjadi anggota PPKI. Nah Yaqut memang parah dan semakin parah saja. Terus membuat gaduh dunia keagamaan. Menteri ini bukan menjadi figur negarawan penyejuk tapi pemanas umat. Betul menurut tokoh Islam Anwar Abbas bahwa jika betul bahwa Kemenag hanya menjadi wadah yang dimanfaatkan untuk NU, sebaiknya Kemenag itu dibubarkan saja. Atau pilihan yang paling bijak, segera berhentikan Menteri Agama, ganti Yaqut Cholil Qoumas. *) Pemerhati Politik dan Kebangsaan Bandung, 24 Oktober 2021

Pelukis Indonesia Tondi Hasibuan dan Cira Bhang Tampil Dalam Ajang Florence Biennale XIII Italia

0
BANDUNGHIJI.COM – Seniman  Indonesia Tondi Hasibuan dan Cira Bhang mewakili Indonesia dalam ajang Florence Biennale XIII. Dua seniman asal Indonesia ini terpilih mewakili Indonesia dalam Ajang Florence Biennale XIII di Firenze italia Sebuah pameran seni bergengsi di Florence italia ini diikuti sebanyak 65 negara, event dua tahunan di Italia ini melibatkan ratusan seniman dan desainer terpilih dari seluruh dunia.  Tercatat sudah tiga seniman terkemuka Indonesia pernah berpartisipasi dalam ajang yang diselenggarakan sejak 1997 di Italia. mereka adalah Heri Dono, dan kini Tondi Hasibuan dan Cira Bhang.
Tondi Hasibuan dan karyanya Ajang Florence Biennale XIII di Firenze Italia/IST
Tondi Hasibuan adalah seniman asal Bandung dari komunitas seni The Dorm mengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desian (FSRD) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Dalam event Florence Biennale XIII ini ia menampilkan karya lukisan neo cubist dan expressionis. Cira Bhang seniman Indonesia yang berdomisili di Prancis ini menampilkan beberapa lukisan abstrak yang memberikan inspirasi bagi event ini.
Cira Bhan seniman perempuan Indonesia di Florence Biennale XIII Italia/IST
PENGHARGAAN VIVIENNE WESTWOOD Dalam event ini juga ada penerima penghargaan Leonardo da Vinci Lifetime Achievement Award dari yang diberikan kepada designer terkemuka Vivianne Westwood seniman asal Inggris. Penghargaan Prestasi Seumur Hidup “Leonardo da Vinci” Vivianne akan menerima Penghargaan “Sebagai pengakuan atas produksi kreatif revolusioner yang telah menandai sejarah desain mode selama lima puluh tahun terakhir, mengubah dan memperluas konsep feminitas, dan untuk merancang dan mempromosikan kampanye inovatif dengan tujuan melindungi kehidupan di dunia kita. Ibu Bumi,” Vivienne Westwood akan hadir di XIII Florence Biennale bersama pasangannya – baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional – Andreas Kronthaler. Sebuah ruang pameran khusus akan menelusuri kembali tahapan utama karirnya, dengan perhatian khusus pada kampanyenya dalam membela hak asasi manusia dan lingkungan. (UJANGS)

Unikom Bandung Dukung Festival Tari Jaipong Galuh Pakuan Cup

0
BANDUNGHIJI.COM – Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri V kini makin meriah. Kini Festival dalam rangka untuk mendukung melestarikan mengembangkan membuat literasi Digital Kebudayaan yang merupakan legacy budaya Sunda telah dari berbagai pihak. Sebelumnya dukungan tersebut datang dari RRI Bandung. Kemudian dari Universitas Ilmu Komputer (Unikom) Bandung. Wakil Rektor Bidang Akademik Unikom Bandung Prof. Dr. Umi Naritawati, melalui Direktur Kolaborasi Lembaga Unikom Bansung Dr. Nina Kurnia Hikmawati Se, MM mengatakan, ada tiga alasan Unikom Bandung mendukung Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri V yaitu, merupakan fungsi Tri Darma Perguruan Tinggi seperti pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat.
Direktur Kolaborasi Lembaga Unikom Bansung Dr. Nina Kurnia Hikmawati Se, MM/ist
Menurut Nina Akademisi dari lembaga pendidikan tinggi berkewajiban membantu LAK Galuh Pakuan dalam menyelenggarakan festival tari jaipongan tahunan yang telah diselenggarakan sejak tanggal 16 Oktober 2021. Kegiatan Festival Tari Jaipongan Kreasi Galuh Pakuan Cup sekarang merupakan seri-V Tingkat Nasional yang diikuti oleh 1035 peserta dengan total 2853 penari di seluruh Indonesia, dengan berbagai kategori anak- anak, remaja dan dewasa yang memperebutkan hadiah Rp 200.000.000,- dan piala bergilir Dirjen Kebudayaan KEMENDIKBUD RI, Dirjen AptikaKEMKOMINFO RI, piala bergilir Raja LAK Galuh Pakuan. “Tari Jaipong adalah salah satu kesenian tradisional Jawa Barat yang sangat populer, yang merupakan penggabungan beberapa seni tradisional seperti pencaksilat, wayanggolek, ketuktilu dan lain – lain. Tarian ini sering di tampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu besar dan festival budaya,” jelasnya. Pada kesempatan Festival kali ini, tarian diiringi musik tari RAHYANG MANDALAJATI. Yang merupakan Tarian atraktif dengan dominan antara tangan bahu pinggul. Tarian jaipongan ini diperlonbakan dapat dilakukan tunggal, berpasangan atau berkelompok serta penampilan barisan atau formasi yang di lakukan secara berpindah – pindah. Adapun tarian jaipongan dalam pertunjukannya di iringi musictradisional, degung, kendang, gong, saron, kecapi dan lain – lain. Dengan Busana yang dikenakan kebaya berwarna cerah dan bawahan berupa kain jarit bermotif batik, juga di lengkapi dengan selendang, semua ini merupakan konten Budaya yang perlu dilestarikan. Partner dalam kegiatan ini adalah RRI, Kemendikbud, dan Kominfo. Adapun partner konten dengan Akademik yaitu dengan UPI dan ISBI serta UNIKOM sebagai juri festival. Selain UNIKOM support juga untuk Sumber Daya Manusia (SDM) berupa Dosen dan Mahasiswanya untuk membantu kegiatan ini, yang diharapkan sebagai wadah laboratorium praktek real di masyarakat yang sangat butuh bantuan sisi akademis. Nina juga mengatakan bahwa kegiatan mahasiswa UNIKOM diantaranya diperlukan untuk : Magang selama dua bulan secara Ofline tinggal/datang di lokasi Subang Jabar untuk :  Mengoperasikan Streaming Youtube  Mengoperasikan Alat Kamera dan Video  Membuat atau edit : Bumper Opening, Bumper MC, Bumper Dewan Juri, Bumper Festival, Highlight (Cuplikan) peserta yang tampil perhari, dan desain multimedia. “Itu support SDM dari Dosen UNIKOM untuk Menjadi Dewan Juri secara Online (via Zoom dan Youtube) dalam hal Penilaian Penampilan dari sisi Digital Video, yang dinilai adalah aspek dalam multimedia atau sinematografi,” ujar Nina Secara teknis ada penilaian untuk : 1. Pengemasan Video (tata tempat, tata cahaya, tata visual/ properti) 2. Kreativitas dalam aspek Multimedia (bumper, identitas, kualitas video, kualitas audio) 3. Teknik Pengambilan Gambar Setelah melihat tiap hari video yg ditayangkan… Dari ketiga point diatas tersebut,.. dirangkum dan dibuat dalam 5 point kategori penilaian : 1. Pengemasan Video Introduction 2. Pengemasan Video Utama 3. Estetika 4. Multimedia Videografi 5. Teknis Editing “Penilaian dari sisi Multimedia memberikan nilai tambahan dalam teknik pengemasan sebuah tayangan tampilan tarian menjadi sebuah hasil yang spektakuker,”tambah Dr Nina yang dikenal akltif di berbagai organisasi. Nilai selain dari juri juri lainnya dari kampus lain diantaranya : 1. Prof Tati Narawati ( Upi), 2. DR. Ayo sunaryo ( Upi), 3. DR trianti ( UPI), 4. Edi Mulyana ( ISBI) 5. Kawi ( ISBI) Dll “Keberadaan kampus harus memberikan kemanfaatan bagi lingkungannya, salah satunya dengan Konsep Kampus Merdeka Dan merdeka belajar diharapkan para mahasiswa dan dosen bisa mengetahui banyak kebutuhan real masyarakat,”ungkapnya. Artinya kata Nina, korelasinya dengan Festival Jaipong Galuh Pakuan, jelas sangat ada kaitannya, karena festival tersebut, dilaksanakan secara daring melalui akun  Youtobe, sehingga semuanya ada kaitannya dengan kompetensi dengan ilmu yang dimiliki para mahasiswa dan dosen Unikom. Unikom juga bertanggungjawab lanjut dia, karena Unikom bukan lembaga pendidikan delivery agar mahasiswanya pinter, tetapi harus berguna bagi lingkungan dan sekitarnya. Khusus tim Juri yg ditunjuk dari UNIKOM adalah Ibu Dr Nina Kurnia Hikmawati, SE,. MM sebagai dosen teknik informatika dan sistem informasi dan Arif Try Cahyadi, M.Ds yang menguasai multimedia. Hal ini merupakan salah impelementaai satu pengabdian masyarakat dalam membantu penilaian dari sisi multimedia san digital… agar masyarakat di edukasi dan mengoptimalkan cara pembuatan video untuk jaipongan dan mengoptimalkan digitalisasi di masyarakat agar paham dan lebih berguna. “Bahwa hasil dari penilaian per video yg dilihat setiap hari ada sekitar 1.035 semuanya adalah mengenai cara cara membuat video yang lebih hidup.. cara lighting.. penganbilan gambar.. kombinasi warna dan lainnya yg menyempurnakan tayangan sebuah video Jaipongan,”jelas Arif Try Cahyadi, M.Ds. “Di UNIKOM secara khusus semua kepedulian harus berguna bagi masyarakat, khusunya dari segi teknologi digitalnya, agar konten-konten video yang dikirim para peserta lebih berkualitas. Sehingga chemisty dari festival tari jaipongan ini, yang merupakan seni budaya nusantara yang harus kita lestarikan,” tutup Nina menambahkan. (ata/bdg)  

Kasepuhan Sunda dukung Prof Mochtar Kusumaatmadja untuk Diberi Gelar Pahlawan Nasional

0
BANDUNGHIJI.COM – SEJUMLAH tokoh Kasepuhan Sunda berkumpul dan bersilaturahmi di Jakarta mendukung Prof Mochtar Kusumaatmadja untuk diberi Gelar Pahlawan Nasional. Acara yang berlangsung pada Sabtu 23 Oktober 2021 di kawasan Cipete Jakarta Selatan ini dihadiri oleh Kasepuhan Tatar Sunda antara lain, Komjen Pol (Purn) Drs. Adang Daradjatun, Jendral (Purn) Budiman, Laksamana (Purn) Dr Ade Supandi,SE,M.AP, Dr (Hc) Burhanudin Abdullah, Letjen (Purn) Djadja Suparman, Mayjen (Purn) Iwan Ridwan Sulanjana, Sony Wiranatakusumah dan lainnya. Sebenarnya nama tokoh Kasepuhan Tatar Sunda yang berhalangan hadir Komjen (Purn) Nanan Sukarna,  Prof Dr Ganjar Kurnia, Dindin S. Maolani,SH, Yudi Latif,PhD. Dukungan penuh kepada Mantan menteri luar negeri, Mochtar Kusumaatmadja  yang sudah berpulang diusia 92 itu sangat penting, sebab Mochtar adalah tokoh Indoensia yang dikenal dunia dikenal sebagai tokoh yang membuat wilayah perairan dan kepulauan Indonesia diakui internasional lewat konvensi hukum laut (UNCLOS) PBB 1982. “Ia adalah tokoh penting dan merupakan tokoh yang menjadi acuan kedapan  perancangan Deklarasi Djuanda pada 1957 diman luas wilayah laut NKRI menjadi lebih lua soal batas teritorial laut Indonesia,” ujar Laksamana (Purn) Dr Ade Supandi,SE,M.AP mantan KASAL RI ini dalam pandangannya. Semntara itu Mantan KASAD Jendral (Purn) Budiman mengatakan bahwa proses untuk penghargaan Prof Mochtar Kusumaatmadja untuk mendapatkan Anugerah dan Tokoh Pahlwan Nasional harus dibuat masif dari dukungan sejumlah pihak, baik pemda, kampus tempat Prof Mochtar Kusumaatmadja (UNPAD) dan kemenlu juga penting,” jelasnya. Sebelumnya Tokoh Letjen (Purn) Djadja Suparman juga mengatakan gerakan dukung Prof Mochtar Kusumaatmadja jadi Pahlawan Nasional saya dukung penuh. “Saya sebagai orang Sunda mendukung penuh makanya saya hadir silaturahmi ini dengan para senior saya, Kasepuhan Tatar Sunda,” tegasnya. Tuan rumah yang memberikan ruang atas silaturahmi Kasepuhan Tatar Sunda Komjen Pol (Purn) Drs. Adang Daradjatun mengatakan saat ada pembicaraan bahwa ada rencana ajuan Prof Mochtar Kusumaatmadja jadi Pahlawan Nasional saya dengan keras mengatakan harus cepat dilakukan. “Dan saya langusng sambut baik rencana ini, sebab Prof Mochtar Kusumaatmadja layak jadi Pahlawan Nasional dan Kasepuhan Tatar Sunda yakin bahwa ini harus segera digerakan,” tegas Adang Daradjatun. Kita tahu bahwa  Prof Mochtar Kusumaatmadja telah mampu menunjukan sika diplomat ulungnya dimana ia telah membuka kekuatan secara luas wilayah teritori Indonesia yang awalnya belum sepenuhnya diakui dunia internasional. Dan saat itu lantas berupaya agar konsep Negara Kepulauan dan batas teritorial Indonesia diakui PBB. Saat Prof Mochtar menjabat sebagai menteri luar negeri era Orde Baru, PBB menerima konsep tersebut dan dituangkan dalam konvensi hukum laut (UNCLOS) pada 1982. Ini hal paling penting dari sikap dan jasa Prof. Mochtar Kusumaatmadja dan Bangsa Indonesia harus berterima kasih atas jasanya dan Ir. H. Juanda yang berhasil memperjuangkan kedaulatan sumber daya laut NKRI hingga 200 NM, dengan jasa Prof Mochtar Kusumaatmadja itu Indoensia diakuinya Indonesia sebagai negara kepulauan. Konsep Mochtar dalam Deklarasi Djuanda berisi tentang aturan wilayah lautan Indonesia seluas mungkin dan dapat dipertahankan sesuai dengan hukum internasional. Saat itu PBB mengakui Archipelagic State dalam UNCLOS. Sejumlah tokoh Bicara “Pemikirannya (Mochtar) tentang negara kepulauan, tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tapi juga masyarakat internasional,” dikutip dari yang dirilis website Sekretariat Kabinet. Memang jasa jasa Prof Mochtar Kusumaatmadja ini jelas dan YUSRIL  IHZA MAHENDRA bahkan mengatakan, Prof Mochtar harus diangkat menjadi Pahlawan Nasional karena jasa dan pengabdiannya yang luar biasa. “Beliau adalah akademisi, intelektual, teknokrat dan diplomat yang telah menyumbangkan sesuatu yang sangat berarti bagi kemajuan bangsa kita,” jelas Yusril. Sementara itu Prof Romli Atmasasmita mengatakan dengan jelas, “Tidak perlu diusulkan, tidak perlu diminta, pemerintah harus tahu diri mana yang layak jadi calon (pahlawan nasional). “Gelar pahlawan nasional sudah seharusnya disematkan pada nama Mochar Kusumaatmadja, dengan sumbangsihnya yang begitu besar bagi Indonesia,” tegas Romli. Rektor Universitas Padjajaran (UNPAD), Prof  Rina Indiastuti pun menyambut baik atas rencana ajuan Mochar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional. “Kami sudah membuat berbagai tajuk dan argumentasi yang akan disampaikan pada pemerintah,” ujar Rektor ini Penguatan juga datang dari Reiza D. Dienaputra, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unpad.  “Pengangkatan Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pengangkatan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan,” jelasnya. Hal yang sama dan sedang digalang oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil bahwa dia mengatakan ada satu hal yang harus kita pahami bahwa Kota Bandung ini ada di Jawa Barat, Jawa Barat ada di Pulau Jawa dan Pulau Jawa ada di gugusan pulau nusantara yang tahun 1957 dikonsepkan Wawasan Nusantara oleh Ir.H Djuanda. Alhamdulillah Ir.H Djuanda sudah menjadi nama jalan dan nama bandara di Surabaya, “Mochtar Kusumaatmadja segera diajukan Pahlawan nasional,” katanya. Sejumlah gerakan mendukung Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja, SH,LLM sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya dari tokoh-tokoh yang disebut diatas, namun juga dari dilakukan lewat petisi https://chng.it/WCNRkBW5. Tokoh Muda Sunda yang juga ketua Gerakan Pilihan Sunda Andri P Kantaprawira mengatakan, kita harus terus dorong Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja sebagai Pahlawan Nasional. “Mugya Tanjeur dan jalan ini harus terwujud,” tandas Andri kepada Redaksi.(UJANG)

BAKAL DIPROTES NAMA JALAN KEMAL ATATURK DI MENTENG

0
M RIZAL FADILLAH/ist
By M Rizal Fadillah DUBES RI di Ankara Muhammad Iqbal mengatakan rencana Indonesia untuk mengganti nama salah satu jalan di daerah Menteng dengan nama tokoh sekuler Turki Mustafa Kemal Attaturk. Ia mengatakan sudah memberi data terkait karakter hingga panjang jalan kepada Pemprov DKI. Menurut Iqbal peresmian akan diupayakan saat Erdogan berkunjung ke Indonesia awal tahun 2022. Rencana mengganti nama jalan ini belum tentu mulus, bakal mengundang masalah di dalam negeri karena dapat menimbulkan kontroversi sehingga alih-alih persahabatan Indonesia-Turki yang terbangun, justru dikhawatirkan sebaliknya. Masyarakat muslim Indonesia mengecam sekularisasi Mustafa Kemal Attaturk. Kemal telah mendeklarasikan Turki sebagai negara sekuler dengan mengamandemen Konstitusi 1924. Sekularisme (laicite) di samping memisahkan agama dengan negara juga ternyata negara secara penuh ikut menentukan hukum hukum agama, agama yang disekulerkan. Institusi Islam dihapuskan dan bahasa Arab dilarang. Sebagai peminum berat Kemal Ataturk menggalakkan industri minuman keras, menjadi diktator dengan membungkam oposisi, menutup madrasah, azan diganti bahasa Turki, berpakaian islami dilarang, budaya Islam dihabisi, budaya adat istiadat dibenturkan dengan Agama. Kemal adalah “The sick man Europe”.
RENCANA NAMA JALAN MUSTAFA KEMAL ATATURK DI MENTENG BAKAL DITENTANG.
Pertama, Kemal tidak berjasa apa apa bagi negara Republik Indonesia. Kedua, Indonesia bukan negara sekuler dan umat Islam anti sekularisme. Ketiga, Pemerintahan Erdogan kini lebih menghargai Muhammad Fatih ketimbang Kemal Ataturk. Keempat, sifat diktator Kemal tidak disukai bangsa Indonesia. Kelima, tidak jelas nama jalan di Menteng yang akan diganti.
SEBAGAI TOKOH ANTI ISLAM KEMAL ATATURK TIDAK BERSAHABAT DENGAN UMAT ISLAM INDONESIA. TENDENSI POLITIK ATAS RENCANA PENAMAANNYA DAPAT MENYINGGUNG UMAT ISLAM. SIKAP ANTI KHILAFAH PEMERINTAHAN JOKOWI HENDAK DISIMBOLKAN DENGAN PROFIL KEMAL YANG MENGGANTI SISTEM PEMERINTAHAN TURKI DARI BERBASIS AGAMA MENJADI SEKULER.
Pertanyaan terberat yang dapat diajukan adalah apakah Jokowi ingin meniru Kemal Ataturk untuk kemudiannya menjadi Bapak Sekularisme Indonesia ? Jalan Kemal Ataturk adalah jalan untuk membuat gara-gara baru oleh rezim yang senang pada kegaduhan. *) Pemerhati Politik dan Kebangsaan Bandung, 17 Oktober 2021

Kamaruzaman: 14 Pengurus DPC Golkar Pilih Gusti Abdurrahman Jadi Ketua DPD Golkar Banjar

0
Akhirnya Gusti Abdurrahman didapuk secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kab Banjar Kubu Pemohon yang melihat paska putusan Mahkamah Partai Golkar. “Pak Gusti Abdurrahman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar dan saya sebagai sekretaris. Kemudian juga telah disusun kepengurusan lainnya, sampai kepada Ketua Pemenangan Partai Golkar Kabupaten Banjar,” kata Kamaruzaman kepada Redaksi Sabtu (15/10/2021). Kamaruzaman juga mengatakan kami sebagai kubu para pemohon memilih Gusti Abdurrahman sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar kini telah mempunyai kantor baru di Martapura. Pada hari yang sama juga Sabtu (15/10/2021) dalam pertemuannya di DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar kubu Kamaruzaman dan Gusti Abdurrahman klaim kemenangan pada putusan Mahkamah Partai Golkar. Karena itu kubu ini menggelar pemilihan Ketua DPD Partai Golkar dan terpilih secara aklamasi Gusti Abdurrahman. Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar ini, kata Kamaruzaman sebagai tindaklanjut dari putusan Mahkamah Partai Golkar yang dalam amar putusannya memenangkan pihaknya selaku pemohon. “Saat amar putusan majelis hakim jelas mengucapkan putusannya dan ketuk palu, itulah putusan yang sebenarnya. Kalau salinan itu paling cepat satu minggu baru keluar, jadi ucapan majelis hakim dan ketuk palu itu yang kita pegang, bahwa kami sebagai pemohon menang,”ungkapnya di kantor baru di Martapura, Sabtu (15/10/2021). Kamaruzaman yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar Kabupaten Banjar ini mengungkapkan, bahwa pada hari ini pihaknya telah menggelar pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar. Para peserta pemilihan Ketua DPD Golkar berasal dari 14 pengurus kecamatan dan terpilih secara aklamasi Gusti Abdurrahman atau Antung Aman. ”Kami punya Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar di Jalan A Yani Km 39, tepatnya di seberang Polres Banjar, dan untuk kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar di bawah kepemimpinan Gusti Abdurrahman punya kantor atau sekretariat sendiri,”tandasnya. (WAF)

Kota Cimahi Ciptakan Pariwisata Berbasis Air dan Kebudayaan…Mantap…!

0
BANDUNGHIJI.COM – Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) bersama Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) gelar Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi. Kegiatan dengan judul utama Festival Air ini dilaksanakan, Minggu 17 Oktober 2021, pukul 07.30-10.00 wib. di Plaza Rakyat Komplek Pemkot Cimahi, Jl.R. Demang Hardjakusumah, Cihanjuang Kota Cimahi. Ketua DKKC, Hermana HMT menyatakan, perhelatan budaya Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi merupakan program berkelanjutan dalam upaya membangun kesadaran masyarakat dan pemangku kebijakan agar senantiasa bersatu padu, bahu membahun menjaga lingkungan hidup terutama air dari pencemaran dan kelangkaan atau kekurangan air bersih. “Tahun 2021 ini merupakan kali ke 4 kami pelaku budaya kerjasama dengan pemerintah Kota Cimahi gelar Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi. Kegiatan bersama ini kami lakukan sejah tahun 2014 di tempat yang sama di Plaza Rakyat, kawasan aliran Sungai Cimahi depan komplek Pemkot Cimahi,” ujar Hermana, Sabtu (16/10/2021) dalam siaran persnya di Imah Seni, sekretariat DKKC, Jl. Pabrik Aci Kota Cimahi. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting tiap tahun dilakukan bukan semata suguhkan budaya sebagai bentuk tontonan, tapi lebih penting adalah memberi tuntunan bagi palaku budaya, masyarakat dan pemangku kebijakan. “Dalam Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi banyak simbol kearifan budaya lokal yang bersifat mengedukasi. Diantarannya menjujung persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan,” katanya. Jelas Hermana, walau orang-orang itu datang dari berbagai penjuru wilayah yang berbeda, sambil membawa air dari berbagai sember mata air, dalam kirab ggarak cai mereka membentuk satu barisan tanpa membedakan derajat atau kasta. Kemudian air yang mereka bawa disatukan di satu tempat dengan prosesi upacara adat yang sebutan Ngalokat Cai. “Ngalokat sendiri mengandung makna mejaga, memelihara, melestarikan, membasuh dan membersihkan,” ungkapnya. Disamping itu kata Hermana, sebutan Cimahi mengandul arti yang kuat dan harus di junjung tinggi sebagai pengingat dan penguat falsafah dalam menjalankan roda kehidupan di Kota Cimahi. Sudah mejadi kesepakatan bersama bahwa kata Cimahi dari asal-usul kata dalam bahasa Sunda, Cimahi terdiri dari dua suku kata yaitu Ci dan Mahi. Ci mengandung makna cai (air) dan mahi mengandung makna cukup. Jika disambungkan Cimahi mengandung arti selalu berkecukupan air. “Dikaji dari bahasa Sansakerta kata Ci mengandung arti kilauan cahaya dari permukaan air atau energi dan Mahi mengandung arti bumi. Dalam bahasa iti Cimahi mengandung arti pancaran cehaya bumi atau bisa disebut juga energi bumi. Kata Ci juga ditemukan dalam bahasa Cina. Ci disini juga mengandung arti energi. Sedangkan kata Mahi dalam bahasa Arab merupakan salah satu sebutan bagi Nabi Muhammad. Mahi dalam Bahasa arab bermakna yang menghapus. Jika kita maknai dua suku kata ini, Cimahi bermakna sebagai energi pengahapus atau energi pembersih,” paparnya. Sebagai kawasan Bandung Utara, Kota Cimahi bagian utara menjadi tempat serapan air. Maka tidak heran jika di Cimahi Utara banyak ditemukan sumber mata air dan berpengaruh pada perkembangan kebudayaan masyarakat di sekitarnya. Salah satunya dikawasan itu muncul ritual yang berhungan dengan air, yaitu Ngabungbang. Ritual ini berhungan dengan pencucian perkakas yang dianggap pusaka dan masyarakat melakukan madi tengah malam di tujuh sumber mata air. Ritual ini biasnya dilakukan pada bulan Maulid yaitu bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun berkembangnya zaman dan alih fungsi lahan pertanian jadi pemukiman, kebudayaan yang berhubungan dengan air kini sudah pudar. Ritual Ngabungbang di Cimahi tidak terdengar lagi seiring dengan lenyapnya puluhan sumber mata air di kawasan Cimahi Utara. Masyarakat tidak lagi melakukan kerja bakti dalam betuk bersih-bersih sungai, bersih-bersih sumber mata air dan malamnya melakukan syukuran dengan menampilkan aneka ragam seni Sunda. Efek dari lenyapnya puluhan sumber mata air dan kotornya air sungai di Kota Cimahi berimbas besar pada ketersedian air bersih. Cimahi yang mengandung makna berkecupan air, sekarang senantiasa kekurangan air bersih terutama disaat musim kemarau, dan di musim hujan air tidak terserap hingga sering terjadi banjir atau menimbulkan bencana. Dalam upaya menghidari dari kelangkaan air bersih dan bencana banjir, tentu diperlukan upaya penanggulangannya. Selain secara teknik, salah satu penanggulangannya adalah membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memulyakan air dan lingkungan, yakni dengan pendekatan budaya, menghidupkan kembali kearifan lokan yang pernah tumbuh yakni dengan melakukan Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi. Dari sisi lain Hermana juga mengungkapkan, Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi punya tujuan menciptakan destinasi pariwisata berbas alam dalam hal ini air atau sungai dan budaya lokal. “Dengan adanya kegiatan ini, kedepan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Kota Cimahi tambah banyak. Para wisatawan bisa menikna sajian karnaval atau kirab budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai, bahkan mereka bisa menjadi pelaku langsung kegiatan tersebut dengan membawa air juga seni yang bertemakan air dari berbagai daerah atau negara asalnya,” harapnya. Tandas Hermana, di Sungai Cimahi kawasan komplek Pemkot Cimahi para wisatawan bisa menikmati juga terlibat langsung hidupkan budaya berbasis air. Bersama masyarakat lokal (pelaku budaya) wisatwan turut bermain air seperti tembak-tembakan air, balonan air, ngagogo (tangkap ikan dengan tangan), susun batu kali, kukuyaan (perahu dari ban) dan lain sebagai termaksuk menikmati kuliner lokal cimahi yang tidak lepas dari unsur air. “Untuk ciptakan parawisata berbasis air dan budaya di Kota Cimahi kearah yang lebih maju juga berinbas pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan daerah tentunya perlu ada niat yang sungguh-sungguh dari pamangku kebijakan, baik eksekutif maupun legislatif dipemeritahan Kota Cimahi. Bersama masyarakat merancang atau merelaisasikan konsep pembangunan kepariwisataan lebih matang dan membenahi infrastruktur DAS (bantaran sungai) Cimahi khususnya di kawasan kunjungan wisata, sehingga para wisatawan merasa puas, nyaman, aman dan betah tinggal lebih lama di Kota Cimahi,” pungkas Hermana.(ACUN/BDGHJIJI)