Beranda Bandung Asli Ke Cihapit Aku “Ngopi”

Ke Cihapit Aku “Ngopi”

214
0
Kang Bayu sedang menyajikan Kopi khas dari Los Tjihapit/ am

LOS TJIHAPIT

Ini hanya catatan kecil. Pekan lalu saya mampir ke pasar Cihapit di Kota Bandung. Tujuannya hanya ingin minum kopi. Ke pasar Cihapit inilah saya untuk ngopi asyik. Pasar Cihapit adalah pasar yang unik selain ada ditengah kota, pasar ini tidak bau, bahkan cenderung tak ada sampah alias pasar bersih.

Sejak direvitasilasi 2015, pasar Cihapit telah menjelma menjadi sentra niaga moderen. Tidak hanya atap dan saluran air yang diperbaiki, lantainya di keramik yang bersih.

Kios-kios rapih. Sebagaimana pasar ada pedagang sayuran, daging, buah-buahan dan makanan.

Kembali soal kopi dan saya pun ngopi di Los Tjihapit yang terletak dibelakang dekat masjid Istiqamah asli. Maksudnya Istiqamah asli adalah dimana dulu Masjid Istiqamah yang berada di Jalan Citarum saat ini awalnya di pasar Cihapit.

Los Tjihapit adalah kedai kopi yang dikelola oleh tiga sekawan Bayu, Andri dan Santo, begitu kabarnya. Los Tjihapit berdiri sejak Februari 2015. Tapi dalam rutinitas hariannya kang Bayu lah yang kelola kedai ini, mulai meracik kopi sampai menyanjikannya. Termasuk saat saya menikmati kopi.

Los Tjihapit punya varian menu kopi dan teh, seperti kopi dan teh tubruk dan teh kayu manis. Semua bahan baku asli dari perkebunan kawasan Jawa Barat. Khususnya biji kopi, hasil perkebunan di daerah Pangalengan Kabupten Bandung.

Soal rasa jadi jangan ditanya. Datang saja dan coba. Pasti ketagihan.

Los Tjihapit sampai kini tak pernah sepi, pengunjung yang datang ke Los Tjihapit terbilang beragam dan semua bisa diskusi macam-macam. Yang menikmati mulai pedagang pasar, mahasiswa, seniman, dan pegawai dan sejumlah komunitas.

Uniknya juga di Los Tjihapit sudah banyak event yang digelar mulai musik, diskusi, bedah buku, pertunjukan monolog, hingga pemutaran film.

Di pasar Cihapit kini aku punya cerita lama yang tersikap dimana itu kisah dulunya para tetanggaku berdagang ayam, sayuran dan lainnya.

Namun kisah kopi menjadi warna lain. Los Tjihapit membawa lembaran baru dalam catatan ini.
Terima kasih Kang Bayu. aku akan senantiasa mampir dan kita berkisah lagi soal Kopi itu.

Aendra Medita

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.