Beranda Bandung Asli KDD Ikatan Alumni SMP Negeri 10 Bandung 89: SAFE BLOOD SAVES LIVES

KDD Ikatan Alumni SMP Negeri 10 Bandung 89: SAFE BLOOD SAVES LIVES

136
0
Prinsen Purwanto Nasibu, peran aktif dalam donor darah/andis

BANDUNGHIJI.COM – Donor darah adalah proses pengambilan darah dari penyumbang darah atau pendonor secara sukarela disimpan di bank darah kemudian digunakan untuk transfusi darah yaitu donor darah pengganti dan donor darah langsung.
Manfaat donor darah sangat berarti bagi orang lain. Satu sumbangan darah dapat menyelamatkan sebanyak tiga nyawa dan setidaknya ada satu orang yang membutuhkan darah setiap dua detik.

Salah satu kegiatan inilah  oleh Keluarga Donor Darah (KDD) Ikatan Alumni SMP Negeri 10 Bandung angkatan ’89 di Unit Transfusi Darah PMI Kota Bandung jalan Aceh no.79 Bandung. Ahad, 22 November 2020.

“Kami telah melaksanakan kegiatan rutin 3 bulan sekali sudah berjalan selama 5 tahun.
Pertama melaksanakan donor darah pada tanggal 22 Agustus 2015. Dalam setahun 4-5 kali dan tidak pernah bolong. Target 120 orang, golongan darah O sebanyak 40%, golongan darah B sebanyak 30%, golongan darah A sebanyak 20% dan golongan darah AB sebanyak 10%,” kata Prinsen Purwanto Nasibu (46) ketua pelaksana yang juga pegawai PMI sudah berdonor 112 kali.

Ia menambahkan, kegiatan visi PMI dalam hal transfusi darah dengan menyelenggarakan pelayanan darah yang aman, berkualitas dan mudah diakses untuk mewujudkan visi PMI tersebut.

“Maka PMI membutuhkan bantuan dan peran serta dari pemerintah, BUMN, BUMD, organisasi masyarakat lainnya untuk melaksanakan salah satu kegiatan donor darah di masyarakat,” lanjut Prisen.

Bagi PMI donor darah adalah Rohnya PMI.
PMI Kota Bandung telah memperoleh sertifikat CPOB (Cara Pemberian Obat yang Baik) dari BPOM.
6 daerah di Indonesia yang mendapatkan CPOB yaitu:
1. Kota Bandung.
2. DKI Jakarta.
3. Surabaya.
4. Semarang.
5. Solo
6. Provinsi Jakarta.

Dimasa normal dalam sehari dibutuhkan 500 labu.
Masa pandemi penurunan 30% – 40%.
Darah tidak diperjualbelikan.
Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD).

Pengakuan Johanes Kumiling (61) yang sudah berdonor 122 kali, mulai donor aktif pada usia 18 tahun saat kuliah tingkat 1. Sekarang sudah berhenti berdonor karena batas berdonor darah dari usia 17 hingga 60 tahun. Namun kondisi badannya tetap bugar dan sehat!. (ANDI/BDG)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.