Home Bandung Asli SEHARUSNYA KPU, BAWASLU DAN BEDAS ‘SATU GERBONG’ MENGHADAPI GUGATAN NU PASTI DI...

SEHARUSNYA KPU, BAWASLU DAN BEDAS ‘SATU GERBONG’ MENGHADAPI GUGATAN NU PASTI DI MAHKAMAH KONSTITUSI

0
513
Tiga Pasangan yang akan bertarung di Pilkada Kabupaten Bandung/ist

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kabupaten Bandung di Mahkamah Konstitusi, khususnya sidang kedua (9/2) dan sidang ketiga (24/2) mengundang tanda tanya besar. Ada apa?

Dalam kedua sidang tersebut terkesan antara KPU, Bawaslu dan pasangan calon No 3 BEDAS tidak ‘selaras’. Ada kesan BEDAS ‘ditinggalkan’?

KPU misalnya, saat sidang kedua diminta Hakim MK alat bukti tentang pengumuman hasil penetapan pleno KPU yang menetapkan Paslon No 3 sebagai pemenang. KPU tidak siap dengan alat bukti. Akibat kurangnya salahsatu alat bukti tersebut, sidang berlanjut pada tahap pembuktian (24/2). Lucu KPU tidak siap dengan alat bukti. Putusan sela pun ditolak Hakim MK.

Sementara Bawaslu pada sidang pembuktian Rabu yang lalu (24/2), seolah membuka ‘borok’ visi misi BEDAS saat dicecar pertanyaan oleh Hakim Mahkamah Konsitusi. Dugaan visi misi BEDAS mengandung unsur tindak pidana. Wow… ‘menohok’ sekali.

Terus terang penulis dua kali terkejut. Ada apa sebenarnya yang terjadi antara KPU, Bawaslu dan BEDAS? Membuat ketar ketir pendukung BEDAS. Malah bisa menimbulkan ‘kepanikan’. Bagian dari strategikah? Wallahua’lam.

Menanti putusan MK yang kabarnya akan diumumkan pada 19 Maret 2021 membuat banyak pihak tidak bisa tidur nyenyak. ‘Ketegangan’ emosi dan pikiran, bisa-bisa membuat tensi naik. Soalnya, sudah pesta kemenangan.

Padahal, selisih 26% suara antara BEDAS dan NU PASTI, seharusnya membuat posisi BEDAS di atas angin. Dua kali persidangan membuat detak jantung makin berdetak tak karuan.

Bandung, 16 Rajab 1442/28 Februari 2021

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.