Beranda Bandung Asli Era Green Jadi Trend Desain Busana dan Interior

Era Green Jadi Trend Desain Busana dan Interior

90
0
BANDUNGHIJI.COM — Trend gaya hidup “Back to nature” kini banyak diadopsi oleh masyarakat di Indonesia, terutama penduduk perkotaan yang manerapkan gaya hidup sehat dan praktis, serta menggunakan produk-produk berbasis alam, salah satunya pada produk busana dan interior.
Alasan utama pada pembuatan karya ini bahwa penerapan metode yang lebih ramah lingkungan untuk industri mode Indonesia dapat memberikan banyak manfaat yang luas.
Tren  bisnis  dengan  produk ramah  lingkungan  sedang berkembang pesat, kini produk busana dengan berbahan ramah lingkungan pun  mulai marak  bermunculan  sebagai salah satu jawaban terhadap kebutuhan  konsumen  akan  produk sandang dan home decor.
Diantaranya (1) karya Cucu Patimah mahasiswa Prodi R & B ISBI Bandung, dengan judul: Perancangan Fashion Interior Home Decor dengan Pemanfaatan Bahan Alam; (2) karya Dahlia Dianova yang Aplikasi Daun Pandan Berduri Untuk Produk Fashion; (3) karya Erina Yuniansyah dengan judul Pemanfaatan Bahan Alam terhadap Produk Fashion Area Dapur yang dipamerkan di Gedung Dekranasda Jawa Barat, Jl. Ir H. Juanda No. 61 Bandung.
Di era Green Economy yang menjadi salah satu pilar utama RIRN (Rencana Induk Riset Nasional) Indonesia, seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat  dalam rangka mempertimbangkan  aspek kualitas, keamanan,  dan  kesehatan lingkungan yang cenderung  memiliki  ketertarikan terhadap busana yang menggunakan material alam karena dianggap lebih nyaman, dan ramah terhadap lingkungan. Busana  yang  lebih  ramah  terhadap lingkungan  sering  kali  berfokus  pada  clean and clear dan minimalis.
Dr. Husen Hendriyana sebagai pembimbing mahasiswa, menyebutkan karya ketiga judul karya mahasiswa ini merupakan karya tematik projek MK MBKM Riset Mandiri ISBI Bandung 2022.
Tujuan diseminasi karya melalui pameran ini guna untuk mendapatkan feedback dari apresiator sebagai bahan evaluasi perbaikan kualitas karya, serta untuk mengetahui kecenderungan minat masyarakat dan atau potensi pasar terhadap produk berbahan dasar alam  ini,” Dr Husen.
Berdasarkan hasil wawancara dengan eksportir senior  Asep Barnas, Perkembangan dunia fashion dan handicraft berbahan alam dari berbagai daerah di Indonesia semakin memiliki peluang terbuka bagi market di bebeberapa negara, seperti Jepang, Denmark, Swis, Amerika, Jerman, Inggris, Belanda, Australia, dan Korea.
Produk kreatif dan inovatif seperti busana wanita berbahan alam (eco fashion) tidak hanya memiliki keunikan dan keindahan yang khas tetapi juga memiliki nilai tambah terhadap upaya pemanfaatan potensi alam dan kelestarian lingkungan.
“Kehadiran karya ini tentu saja akan menjadi bagian dari proses pengayaan dunia fashion di lingkungan akademik serta pilihan alternatif bagi desainer dan konsumen bergenre eco fashion atau natural based craft,”ungkapnya.
Staf pengajar FSRD ISBI Dr. Husen Hendriyana menyampaikan bahwa Eco fashion, biasa dikenal produk fashion ramah lingkungan atau biasa disebut sustainable fashion merupakan konsep fashion yang mengedepankan aspek kesehatan lingkungan, dalam proses produksinya tidak menimbulkan pencemaran lingkungan secara signifikan.
“Demikian pula di akhir produknya yang sudah rusak tidak meninggalkan limbah yang dapat mencemari kesehatan atau kesuburan tanah,”pungkasnya. (erta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.