ARTIKEL TERBARU

Andi Sopiandi dan Seni Lukis Jiwa-Jiwa Spiritual

0
BANYAK tokoh seniman lukis yang bermunculan di Bandung dan di Indonesia. Akan tetapi, banyak yang tidak mengetahui perjalanan hidup seniman itu. Di Bandung semua akan tahu nama seniman yang satu ini. Adalah Andi Sopiandi yang dikenal yang mencurahkan perhatian hidupnya terhadap dunia seni rupa, Ia mengajar seni lukis untuk murid-muridnya yang sudah puluhan bahkan ratusan anak didiknya. Andi banyak menghasilkan karya seni lukis murni mulai abstrak, naturalis sampai karya lukis kaligrafi islami. Karyanya Andi banyak dikoleksi oleh berbagai lapisan masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Kolektor Andi dari kalangan birokrat, pengusaha, maupun orang-orang yang pencinta seni pemula. Jika melihat rentang perjalanan hidup Andi sebagai seniman dan perkembangan melukisnya sejak usia 6 tahun dimana belajar menggambar secara otodidak adalah satu kekuatan yang luar biasa. Ia pada tahun 1989 sempat bekerja di salah satu perusahaan asing bagian EngraverEngraver adalah pengukir gambar yang memang diperlukan dalam proses pembuatan uang kertas. Andi masuk sebagai Engraver dimana kerja dalam proses pengamanan paling tinggi dalam pembuatan uang kertas. Sikap ini bagi Andi memang memiliki kekuatan detail dalam ke karyaannya. Pada 1990 ia menjadi desainer di Pusat Pendidikan Komputer Widyaloka Bandung. Andi juga menimba ilmu fotografi yang akhirnya menjadi bagian kekuatannya sebagai pelukis dan menggunakan pendekatan fotografi dengan pendekatan yang memahami, mendalami kehidupan nyata. Lingkungan, sosial, aktivitas, dan peran andi dalam seni rupa memang sudah tak diragukan. Secara teori melukis Andi sudah selesai di puncak kefasihan dan metode historical melukis telah yang kuasai. Andi Sopiandi merupakan salah satu seniman lukis muda yang produktif aktif. Ia juga kerap berpameran di tanah air dan sejumlah negara di dunia. Andi adalah seorang seniman sekaligus guru gambar sejumlah sanggar lukis. Konsistensi Andi dalam dunia seni telah mengantarkan dia ke tingkat yang lebih hakiki. Hal-hal yang bagi dia menekuni seni lukis dalam aliran apapun mampu ia kuasai. Karya kaligrafi yang sublim masuk tahap faktor usia matang, yang lebih menemukanNya yaitu Allah Yang Maha Kuasa. Karya lainya juga terinspirasi pada waktu berkunjung ke Jepang (Luar negeri) dan kota-kota di Indonesia Andi merespon kekaryaan yang bukan sekadar ikut tren semata yang sedang berkembang di masyarakat, tapi ia berjalan dalam ranah religi hakiki di jalanNya. Karyanya abstrak religius bermakna mengandung arti dan nilai-nilai di dalamnya. Nilai keindahan, nilai pendidikan, dan nilai dakwah Andi sangat padu padan. Andi memang bukan saja mahir melukis alam, namun kekuatannya dari karyanya bisa membius yang melihatnya seakan ada di alam yang sebenarnya jika melihat karya-karyanya. Sebagai pelukis Andi Sopiandi sangat kuat menangkap sebuah makna besar dari alam dan jiwa-jiwa pun demikian dengan karya spiritualnya. Saat saya bertemu Andi Sopiandi di studionya di kawasan Dago unik tempatnya. Studio berukuran 170 M persegi itu menghadap hamparan luas lapangan Golf Dago Heritage. Jika kita ada disana  bisa pandang luas padang rumput golf setiap waktu. Sesekali para golfer terlihat bermain. “Saya merasa pas di karya Abstrak, naturali, Religius dan saya fokus warna ini sebagai jalan hidup,” ujar Andi. Secara Perjalanan Andi sudah berpameran lukisan sejak tahun 1987 dan sampai kini sisanya dalam pameran lainnya ia lakukan pameran bersama. Pameran tunggal dilakukan tahun 1987, 1992 2001, dan 2006, kini saya siapakn pameran tunggal yang saya persembahkan di studio saya.
KARYANYA MEMANG MEMBERI WARNA LAIN MESKI BELAJAR MELUKIS SECARA OTODIDAK TAPI KUATNYA BAKAT YANG DIMILIKINYA MEMBANGUN WARNA BARU DUNIA SENI RUPA. BEBERAPA MAHASISWA DI KAMPUS DI BANDUNG TELAH BANYAK YANG MELAKUKAN PENELITIAN KARYA ANDI BAIK UNTUK KAJIAN SENI MAUPUN UNTUK STUDI TESIS MASTER, KARYA ANDI DIJADIKAN PENELITIAN BUKAN SEKADAR LUKISANNYA, NAMUN DIA YANG JUGA MENGAJAR DI SEJUMLAH SANGGAR LUKIS DI BANDUNG MEMILIKI CIRI KUAT DAN INI MENANDAKAN KARYA ANDI TIDAK BISA DIANGGAP SEPELE, NAMUN LAIK DIPERHITUNGKAN DI DUNIA SENI RUPA SAAT INI CENDERUNG MELUPAKAN SENIMAN YANG KONSISTEN.
Andi juga memiliki hal menarik sejak 2016 sampai saat ini mengajar melukis di Lapas Wanita Sukamiskin Bandung. “Hampir sebagian yang di lapas Sukamiskin saya mengajar dan melatih melukis, saya hanya memberikan bimbingan lewat seni lukis dan ini semacam terapi bagi mereka,” tuturnya. Andi saat ini konsentrasi penuh dalam pameran tunggalnya untuk memberikan apresiasi dan juga menawarkan ke publik bahwa Andi Sopiandi “Telah menemukanNYA”. Dan kita Akhirnya terlihat bahwa karya kuat Andi memberi imajinasi ajakan dan kita hadir di karya lukisannya yang memberikan multitafsir dalam rekaman secara spiritual yang hakiki. AENDRA MEDITA,                                                                      Kurator Pameran dan Pemimpin Redaksi SENI.CO.ID CATATAN : Pameran Lukisan Andi Sopiandi “Dan aku, telah menemukanNYA”. Kurator Aendra Medita, acara berlangsung pada 2-16 Juli 2022 pukul 09.00 -18.00 WIB,  Tempat Andy Studiolukis, Jl. Cigadung Raya Barat Gg. Cipaheut Kidul II No. 34 RT 02 – RW 03 Dago Bandung.
Facebook Comments Box

PREROGATIF KETUM

0
M RIZAL FADILLAH/ist
by M Rizal Fadillah Masih dari Rakernas II PDIP khususnya mengenai Rekomendasi soal Penetapan Calon Presiden. Seperti telah diduga PDIP tidak berani untuk mengajukan atau menyebut nama Capres meskipun dari kadernya sendiri. Alasannya Pemilu masih lama. “Hak prerogatif Ketua Umum” kata Ganjar Pranowo saat ditugaskan membacakan Rekomendasi tersebut. Rupanya masih disembunyikan walaupun publik menduga nama itu tentu Puan Maharani. Narasinya adalah : “berdasarkan Keputusan Kongres V Partai, AD/ART Partai, dan tradisi demokrasi Partai adalah hak prerogatif Ketua Umum Partai Professor Doktor Honoris Causa Megawati Soekarnoputri”. Megawati pernah mengancam-ancam kader yang dinilai telah melakukan manuver dalam rangka pencapresan. Dan Ganjar Pranowo pun menjadi lunak. Sebelumnya Partai Nasdem dalam Rakernasnya telah menetapkan tiga nama yaitu Anies Baswedan, Andika Perkasa, dan Ganjar Pranowo sebagai Capres. Untuk menentukan satu nama yang dipilih dari ketiganya diserahkan sepenuhnya kepada Surya Paloh Ketua Umum Partai. Hak prerogatif Ketua Umum. Para Ketum PAN, PPP dan Partai Golkar bermanuver dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menggadang-gadang salah satu Ketum untuk Capres. Begitu juga dengan Ketum Gerindra yang mulai gesit kesana-sini dan seperti mau berjodoh dengan Ketum PKB. PKB sendiri lompat sana-sini pula hingga berkoalisi Semut Merah dengan PKS. Pada umumnya semua berujung pada posisi Ketum sebagai penentu. Sulit melihat partai-partai politik menampilkan diri sebagai institusi yang berwajah demokratis. Sosoknya otoritarian. Kekuasaan tertinggi senantiasa berada di tangan Ketum. Inilah kecelakaan politik NKRI saat ini. Partai sebagai elemen demokrasi ternyata pamer kekuasaan di depan rakyat sebagai institusi yang jauh dari demokrasi. Suara bawah hanya menjadi etalase dari kepura-puraan dalam berdemokrasi. Fungsi partai politik di negara demokrasi adalah pendidikan politik, sosialisasi politik, penyalur aspirasi, rekrutmen, partisipasi dan agregasi politik. Partai politik tidak akan mampu mendidik warga agar berjalan di rel demokrasi jika partai itu sendiri berkarakter otoritarian. Munafik jadinya. Sosialisasi tersendat di tengah kepercayaan rendah. Jangan harap rakyat akan menyalurkan aspirasi melalui partai jika dis-trust terjadi. Partai pun miskin akan partisipasi politik selain hanya melakukan program penggiringan atau mobilisasi. Alih-alih agregasi, partai yang tidak demokratis justru menjadi tukang pecah belah. Rekrutmen pun sarat dengan nuansa kepentingan pendek atau pragmatik. Partai prerogatif Ketum mudah terkooptasi oleh kemauan pemerintah. Terutama Partai politik koalisi pendukung pemerintah. Partai politik menjadi bulan-bulanan dan tidak berwibawa. Ketum tersandera oleh jeratan atau jebakan baik hukum, politik, maupun ekonomi. Ketum yang bagai kerbau dicocok hidungnya. Partai politik yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah dan tidak berkhidmat pada kedaulatan rakyat, keberadaannya tidak akan dirasakan. Ia dipandang sedang bermain-main sendiri. Sekedar untuk memperbesar kekuasaannya dari Pemilu ke Pemilu. Wajar jika dalam salah satu forum diskusi yang dihadiri oleh para mahasiswa, suara kritisnya mempertanyakan bagaimana cara mudah untuk membubarkan partai politik ? Partai politik yang keberadaannya dinilai tidak bermanfaat bahkan berkhianat. Adanya prerogatif Ketum adalah suara yang menyakitkan. Membunuh demokrasi di lingkungan partai politik yang secara tidak langsung juga membunuh aspirasi rakyat itu sendiri. Cerdik jika ada anak sekolah yang bertanya apakah Partai politik itu pilar atau perusak demokrasi ? *) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Facebook Comments Box

SMA ANGKASA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG AKREDITASI “A”, JEBOLANNYA BANYAK DI PTN

0
BANDUNGHIJI.COM – SMA ANGKASA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG YANG  TERAKREDITASI “A” Kini banyak melahirkan jebolannya di PTN. Sesuai visinya “Terwujudnya Sekolah Angkasa yang unggul dan rujukan dalammenghasilkan abdi yang beragama, berbangsa dan bernegaraserta berilmu demi kejayaan nusantara.” dan Misinya juga menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran agama gunamenghasilkan lulusan yang beriman dan ketaqwaan terhahapTuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran kebangsaanguna menghasilkan lulusan yang cinta tanah air, cinta alamsekitar, cinta sesama, dan cinta diri sendiri Juga Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran ilmupengetahuan dan teknologi guna menghasilkan lulusan yang cerdas intelektual, kinestetis dan estetis; cinta ilmu pengetahuan, teknologi dan keunggulan sesuai minat dan bakat peserta didik Kepala Sekolah Rurie Septyas mengatakan bahwa tujuan dari SMA Angkasa adlaah enghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada TuhanYang Maha Esa. Menghasilkan lulusan yang memiliki karakterakhlak mulia. Menghasilkan lulusan yang memiliki karaktercinta tanah air. Menghasilkan lulusan yang memiliki karaktercinta alam sekitar. Menghasilkan lulusan yang memiliki karaktercinta sesama. Menghasilkan lulusan yang memiliki karaktercinta diri sendiri. Menghasilkan lulusan yang cerdas intelektual. Menghasilkan lulusan yang cerdas kinestetis dan estetis. Menghasilkan lulusan yang cinta ilmu pengetahuan dan teknologi. Menghasilkan lulusan yang serta cinta keunggulan. ” Secara Kurikulum dan Sistem Pembelajaran yang dilakukan sistem Fullday School, setiap hari Senin sampai Jumat. Menggunakan Kurikulum Nasional dan Tri Abdi AngkasaNusantara. Profil pembelajaran untuk membentuk siswamemiliki kemapuan 4 Cs. Proses pembelajaran yang diterapkanmengacu pada pola pembelajaran mutakhir, supayamenghasilkan lulusan yang unggul dan mampu hidup bersaingsecara global. Penggunaan TIK dan pendidikan karakterterintegrasi ke setiap lingkup perkembangan. Pada akhir temadiadakan kegiatan penampilan siswa GRESSA (Gelar SeniSiswa-Siswi SMA Angkasa), semacan kegiatan porseni pada sekolah umumnya. Untuk menambah wawasan siswa diadakanLawatan Budaya Nusantara. Sistem penilaian menggunakanprinsip penilaian Autentik (authentic assesment). Laporan hasilbelajar setiap tengah semester dan akhir semester, paparnya. Adapun kegiatan ekstra kurikuler yaitu Paskibra, Palang Merah Remaja, Pramuka, Panahan, Kammusa (kajian islami, nashid, kaligrafi, baca quran, belajar ceramah), Cheers, Paduan Suara, Musik \ morgana, Penca Silat, Kabaret, Futsal, Sepak Bola, Majalah Dinding, Volley Ball, Basket, Bulu Tangkis, Tari, dan Modern Dance. Ditambahkan Kepala Sekolah Rurie bahwa ”Harapan kedepanSMA Angkasa menjadi sekolah yang lebih maju, berkarakterakhlaq mulia dan menjadi rujukan bagi sekolah lainnya. Lulusandapat bersaing dan berkembang maju baik di daerah, nasional dan internasional.” “Harapan siswa baru, jangan ragu, ayo bergabung menjadikeluarga besar SMA Angkasa bersama kita maju menggapai citadan impian, jaya jaya jaya SMA Angkasa!,” tutupnya. (ANDI S/BDGHJ)  
Facebook Comments Box

MENCARI PEMIMPIN BANGSA 2024 DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI

0
Oleh Saeful Zaman – Analis Psikologi Politik dan Sosial DUA puluh empat tahun pergerakan mahasiswa menuntut reformasi telah berjalan. Kepemimpinan nasional silih berganti berupaya mewujudkan misi-misi reformasi yang dituntut para mahasiswa. Selama ini pula masyarakat dipaksa menelan kenyataan jauh panggang dari api. Apakah memang terlalu berlebihankah harapan masyarakat? Belum cukupkah waktu bagi bangsa ini bermetamorfosa menjadi bangsa yang beradab, adil dan makmur seperti cita-cita bangsa ini? Tidak ada usaha tegas dari pemerintah untuk mengusutmaupun mengadili para koruptor secara imbang. Tingkat Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah kembali naik pada Maret 2022 menjadi Rp7.052,5 triliun. Nominal tersebut bertambah 0,5% atau Rp37,92 triliun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp7.014,58 triliun, meski pada masa kampanye Joko Widodo secara tegas menolak untuk menambah porsi utang luar negeri bila terpilih menjadi presiden. Berbagai peristiwa sosial-psikologis yang negatif pada anak-anak sebagai akibat meningkatnya peristiwa-peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pembunuhan, penggunaan napza, keretakan keluarga, dan berbagai penyakityang menghambat perkembangan anak. Juga kejadian-kejadian seperti perang, kerusuhan, konflik, krisis ekonomi, bencana alam. Serta fenomena yang saat inimasih menjadi sorotan adalah kenaikan harga BBM dan minyak goreng yang terus berefek domino pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Usaha pemerintah harus diakui memang tampak, namunternyata tidak memberikan efek yang signifikan. Ada apa dengan kepemimpinan nasional kita? Seberapa besarupaya dan cara yang harus dilakukan pimpinan nasional untuk memenuhi tuntutan reformasi? Dalam sudut pandang psikologi, saya berpendapat bahwakajian ini harus diurai secara sistematis dengan caramenetapkan karakteristik pemimpin bangsa, bagaimana caraterbaik mendapatkan pemimpin bangsa, kemudian apa yang harus kita Lakukan. Karakteristik Pemimpin Bangsa Dalam buku ”Essensi Kepemimpinan” (Mewujudkan Visi menjadi Aksi) dengan penulis Erry Riyana H (Jakarta, 2000) diuraikan bahwa pemimpin bangsa harus memiliki karakteristik Jujur (Honest), Kompeten (Competent), Melihatkedepan (Forward-looking), Selalu memicu inspirasi(Inspiring), Pandai, Cerdas (Intelligent), Obyektif, berlakuadil (Fairminded), Berwawasan luas (Broadminded), Berani mengambil risiko (Risk taking, Courage), Tidak basa-basi, langsung pada persoalan (Straight-forward), Penuh imajinasi (Imaginative). Berkaca pada karakteristik tersebut di atas, maka sepuluhkarakteristik itu dapat di bagi ke dalam kategori Hard Skill dan sebagian lagi masuk ke dalam kategori Soft Skill. Soft Skills berperan dalam dua per tiga dari serangkaiankompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan, dimana satu per tiganya lagi adalah Hard skill. Dari pembagian ini saja bisa dilihat secara sederhana bahwa soft skill memiliki peran yang lebih banyak dibandingkan hard skill. Soft skills merupakan aktualisasi kecerdasan emosi, yang dasarnya terbagi ke dalam dua bagian, yaitu kompetensiintrapersonal dan interpersonal. Secara definisi hard skill adalah kompetensi profesional, yaitu kemampuan kita untuk menjalankan profesi tertentu. Sementara soft skill adalah kompetensi intrapersonal, yaitu kemampuan kita untuk mengenal dan mengendalikan diri sendiri. Kompetensi interpersonal, yaitu kemampuan kita untuk bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Dari penjelasan di atas dapat dengan mudah kita umpamakanposisi hard skill sebagai “password” dan soft skill sebagai isinya. Bagaimana Cara Terbaik Mendapatkan Pemimpin Bangsa Setelah kita mengetahui karakteristik yang harus dimilikipemimpin bangsa, maka pertanyaan terbesarnya adalah, bagaimana cara terbaik mendapatkan pemimpin bangsa? Dengan pola Pemilu yang sudah disepakati bangsa ini, proses tertinggi dari demokrasi kita yaitu musyawarah mufakat tentutidak bisa diaplikasikan. Maka proses Pemilu seperti apa yang bisa dioptimalkan? IlmuPsikologi semestinya difungsikan dan berperan dengan signifikan dalam proses Pemilu. Karena Pendekatan psikologisecara sederhana dapat menjawabnya. Kita bisa melihat proses yang terjadi pada pemilu selama ini. Data yang didapatkan di Pemilu sebelumnya, ada sepuluhbidang kemampuan yang diukur. Kesepuluh kemampuan itu adalah sembilan kemampuan yang terkait jasmani atau organ tubuh. Satu kemampuan yang tersisa terkait menyangkut kemampuan psikis. Kesepuluh bidang yang diukur tersebut mempunyai parameter yang telah ditentukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), melaluisaran para dokter spesialis. Pada dasarnya yang dicari kondisi fisik dan mental itu agar mampu menjalankan tugas sehari-hari secara mandiri dan mentalnya pun mampu mengambil keputusan, dan menganalisa. Dari data tersebut di atas, nampak sekali bahwa peranan ilmuPsikologi sangat sedikit dan tanpa keterlibatan Psikologkarena dilakukan oleh Psikiater yang nota bene background Kedokteran, bukan Psikologi. Secara sekilas saja, dipertanyakan baik mengenai kompetensipemberi tes maupun kualitas hasilnya. Tes Psikologi yang dianggap ideal saja misalnya, membutuhkan waktu seharian, dari pagi sampai sore, bukanhanya satu jam saja. Alat ukur yang digunakanpun MMPI, suatu alat yang sebenarnya telah mengalami “peremajaan” hingga beberapa alat tes seperti EPPS, Papi Kostik, dan sebagainya yang tentu hasilnyapun lebih akurat. Psikotes pada dasarnya upaya untuk mengungkap potensiyang ada serta meramalkan kecenderungan perilaku yang akan muncul kemudian. Psikotes juga dapat mengungkap dan mencari tahu sebab dan alasan munculnya perilaku tersebut. Hal ini dikarenakan sifat beberapa alat tes dapat bersifatproyeksi atau bersifat klinis, yang diukurnya adalah aspekkemampuan, misalnya kemampuan analitis dan sintesis (dayanalar) dalam pemecahan masalah, kemampuan hitungan, pengetahuan umum. Aspek sikap kerja seperti kecepatan kerja, ketelitian, dayatahan terhadap tekanan (stres), ketekunan, keteraturan dalambekerja. Aspek kepribadian misalnya kepemimpinan, kerja sama, kematangan emosi, kepercayaan diri, penyesuaian diri, keterampilan interpersonal, motivasi. Selain Psikotes, proses pengukuran sebenarnya dapatdikembangkan pula meliputi Assessment yang memilikibanyak kelebihan untuk melengkapi hasil dari Psikotes. Hasil Assessment mampu mengungkap kompetensi, yaitu memotret perilaku yang muncul secara langsung. Penerapan multi-metode yang dilakukan akan mencegah terjadinya bias dan mendapatkan reliabilitas pengukuran yang terbaik. Apa yang Harus Kita Lakukan Dengan segala kelebihan yang dimiliki oleh perangkatPsikologi, maka sudah semestinya peranan Psikolog diberi ruang yang lebih luas agar bisa lebih berdaya guna bagi terpilihnya pemimpin bangsa yang terbaik dari semuaaspeknya. Satu hal terakhir adalah, hasil dari serangkaian tes untuk calon pemimpin bangsa sudah sewajarnya diketahui oleh seluruh komponen bangsa. Karena jabatan itu adalah jabatan publik, jika saat ini harta kekayaan para calon harus diketahui rakyatnya, maka hasil pemetaan kesehatan jiwa dan ragapun sudah selayaknya diketahui rakyat. Maka yang harus kita bersama lakukan adalah mendorong pihak-pihak terkait (eksekutif-legislatif-yudikatif) untuk memperjuangkan sistem pemeriksaan capres-cawapres menggunakan psychological assessment. Kemdian mendorong pihak-pihak terkait untuk bisa mengumumkan hasil tes kesehatan fisik & psikologi ke publik, sehingga upaya-upaya katrol citra bisa diredam. Dan yang tidak kalah penting yaitu mulai turut berpikir positif tentang masa kini dan masa depan bangsa, karena apa yang kita pikirkan, itu yang akan terjadi.***
Facebook Comments Box

ANTI ARAB OK, ANTI CHINA NO !

0
M RIZAL FADILLAH/ist
ANTI ARAB OK, ANTI CHINA NO ! by M Rizal Fadillah Ini adalah salah satu keanehan negeri yang dipimpin Jokowi bin Notomihardjo. Betapa gencar dan maraknya ungkapan-ungkapan sinis hal-hal yang berbau Arab, mulai dari pakaian hingga bahasa do’a. Pernyataan Tuhan bukan orang Arab pun muncul. Di sisi lain menyinggung etnis China sedemikian peka. Menyebut pengusaha China dikatakan rasis, bahkan mewaspadai kedatangan TKA asal China saja dapat dilaporkan ke Polisi. Adalah mantan Gubernur DKI Sutiyoso yang mengingatkan bahaya kedatangan ribuan TKA China yang dipastikan tidak akan kembali ke negaranya. Mereka akan beranak pinak di Indonesia. Sutiyoso mengkhawatirkan jika hal ini dibiarkan Indonesia akan menjadi seperti Singapura dimana etnis China akhirnya menguasai negara. Melayu menjadi minoritas. Sikap kewaspadaan mantan Kepala BIN ini sebenarnya pernah diungkapkan juga oleh mantan Kepala BAIS Letjen Purn Yayat Sudrajat. Sayangnya ditanggapi ngawur oleh Jubir Partai Garuda Teddy Gusnaidi yang meminta agar Sutiyoso diproses hukum. Ini fenomena aneh, saat menyinggung China muncul pembela dan membawa-bawa proses hukum segala. Tahukah Partai Garuda bahwa rakyat di negara Garuda ini juga sudah sangat khawatir dengan serbuan TKA China ? Itu baru kaitan dengan TKA apalagi jika mengkritisi keberadaan etnis keturunan China yang memiliki status sosial, ekonomi, maupun politik yang rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan pribumi. Ini bukan persoalan diskriminasi tetapi menyangkut kesenjangan sosial, ekonomi, dan politik. Negara harus peduli dengan dampak dari kesenjangan etnik tersebut. Tidak boleh ada konflik. Di sisi lain sikap anti Arab sepertinya mendapat proteksi atau sekurang-kurangnya pembiaran. Apakah kasus Habib Rizieq Shihab, Habib Bahar, Farid Oqbah atau keturunan Arab lainnya murni hukum atau berdimensi politik diskriminatif ? Sebutan kadal gurun (kadrun) dipopulerkan untuk menyebut orang Arab, keturunan Arab, atau umat Islam yang lebih tampil dalam sikap keagamaan. Gubernur DKI Anies Baswedan juga diserang habis-habisan dikaitkan dengan aspek etnis ini. Penyerangnya bebas-bebas saja tanpa sanksi perundang-undangan. Terkesan rezim Jokowi mengkhawatirkan akan peluang Anies Baswedan menjadi penggantinya. Oleh karena itu “kadrunisasi” dibiarkan bahkan diproteksi. Buzzer Istana mendapat perlindungan politik maupun hukum saat mereka menyatakan sikapnya yang anti Arab, berteriak berisik soal ras dan etnik, bahkan mengaitkan dengan radikalisme dan terorisme. Ormas diadu domba dengan mensupport kelompok anti Arab. Penyakit Islamophobia rezim Jokowi bin Notomihardjo menguatkan nativisme dengan sikap anti terhadap hal yang berbau Arab. Benci pada Arab adalah pintu masuk untuk benci pada Islam yang berujung benci pada Rosulullah SAW. Bahaya atau serangan keagamaan seperti ini ternyata tidak disikapi dengan tegas. Adanya tokoh yang menyatakan bahwa budaya Indonesia lebih mulia daripada budaya Arab menunjukkan semangat anti Arab tersebut. UU No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis digunakan untuk melindungi sikap kritis terhadap etnis China sekaligus dibuat tumpul bagi penyerang atau kelompok-kelompok anti Arab. UU diaplikasikan secara diskriminatif. Sebenarnya etnis China tidak direndahkan hanya minta diwaspadai dan diteliti sementara etnis Arab justru direndahkan. Dahulu PKI yang selalu menyerang Arab dalam rangka menentang kekuatan Islam. Dahulu PKI lah yang mendapat dukungan dan berkolaborasi dengan China. Dahulu PKI lah yang ingin mengubah ideologi negara dan dahulu PKI pula sebagai kelompok politik yang menghalalkan segala cara. Kini PKI sudah tiada, akan tetapi sikap anti Arab terus diwariskan dan etnis China tetap dimanjakan. PKI baru tidak boleh muncul dan bangkit kembali. Komunis tetap menjadi bahaya laten. Jika Indonesia ingin selamat. *) Pemerhati Politik dan Kebangsaan 29 Mei 2022
Facebook Comments Box

“Rapor Merah” untuk Siapa?!

0
Yana Mulyana, Walikota Bandung /ist
Oleh  Imam Wahyudi *) Bombastis..! DPRD Kota Bandung memberikan “rapor merah” terhadap LKPJ Walikota Bandung. Begitu, opini berkembang. Selintas, baik-baik saja. Itu yang seharusnya dilakukan lembaga perwakilan rakyat. Karenanya, punya daya “news value”. Penulis tercolek untuk beropini. Secuil pendapat, tanpa perlu berdebat. Ya, terkait (opini) “rapor merah” itu. Sebutan Walikota Bandung dalam konteks LKPJ, yang diyakini secara kelembagaan. Bersamaan itu, juga dimaknai walikota sebagai jabatan. Sekarang jabatan itu dipegang Yana Mulyana. Dengan kata lain, Walikota Bandung itu Yana Mulyana. Di sini soalnya. LKPJ adalah laporan keterangan pertanggungjawaban. Tentang penyelenggaraan pemerintahan yang disampaikan kepala daerah kepada DPRD. Selama satu tahun anggaran atau akhir jabatan. Responsnya, berupa Catatan Strategi & Rekomendasi DPRD Kota Bandung terhadap LKPJ Walikota Bandung. Sampai di sini tak ada masalah. Begitulah formalnya. Pada dasarnya, dewan tengah menjalankan fungsinya. Meliputi hak legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sayangnya, tidak dibarengi narasi bijak. Catatan Strategi & Rekomendasi mengalir tampak formalis. Semata aspek kelembagaan. Justru, khawatir menimbulkan persepsi semata fungsi kedewanan. Padahal, agenda itu berlangsung dalam masa transisi kepemimpinan kepala daerah. Dengan kata lain, dapat dipersepsikan mengabaikan konsideran seputar transisisi itu. Pemahaman LKPJ Walikota Bandung, secara umum — terhadap pemangku jabatan sekarang. Adalah Yana Mulyana yang definitif Walikota Bandung, sejak 18 April 2022. Baru sebulan lima hari. Rasanya, tidak bijak — tanpa “pemakluman” masa transisi. Yana baru saja “naik pangkat”. Semula wakil walikota, kini menjadi walikota. Menggantikan walikota sebelumnya, Oded M. Danial yang wafat 10 Desember 2021. *** LKPJ sejatinya momentum penting bagi dewan. Sikap kritis dan model ekspresi agregasi kepentingan publik. Tapi membiarkan mengalir tanpa narasi faktual dan mutahir, dapat memicu “disharmoni” antarkeduanya. Merujuk peran “kemitraan” eksekutif dan legislatif daerah. Di saat transisi, sebatas eksistensi dewan tidaklah cukup. Bahkan publik pun, rasanya memaklumi. Catatan strategis dan rekomendasi tak bisa berdiri sendiri. Di dalamnya, perlu pemakluman situasi dan kondisi. Bukankah periodisasi jabatan kali ini dilalui di antara pandemi. Tak kurang dari dua tahun, hampir semua lini terdistorsi. Berdampak nyata. Konon pula, memaksa pada kebijakan realokasi anggaran dan program. Berikutnya, berlangsung transisi jabatan walikota. Walikota Bandung, Yana Mulyana baru sebulan menjabat. Di luar aspek walikota secara kelembagaan, tentu belum banyak yang bisa dilakukan. Bahkan, sangat mungkin belum ada. Boleh dikata, simultan dengan durasi adaptasi. Betapa pun benar secara aturan, namun perlu seksama di sisi lain. Tak serta-merta satu paket jabatan semata. Sebuah narasi diperlukan sebagai “pemisah” antara kelembagaan yang formal dan hal-ikhwal spasi transisi. Opini “rapor merah” Walikota Bandung, bisa mengundang tafsir beragam. Secara politis, “rapor merah” bisa dipersepsikan akan ada lanjutan. Mungkin saja, sanksi secara kelembagaan. Dalam konteks inilah seharusnya diantisipasi. Tak bijak, membiarkan bergulir liar. Dewan tak sebatas melaksanakan tupoksinya. Tanpa bermaksud permisif. Periodisasi jabatan walikota (baru) berlangsung dua tahun. Selanjutnya masa pandemi. Dengan kata lain, Yana Mulyana menjabat Walikota Bandung untuk sisa masa jabatan. Hingga paruh 2023. Relatif pendek. Kecuali kelas dewa, rasanya tak mudah bisa melaksanakan “catatan strategis dan rekomendasi” dewan. Katakanlah, bab delapan janji politik. Meliputi 85 butir rekomendasi. Realisasi janji politik, secara kedewanan mengait dengan waktu dan serapan anggaran. Ini yang seharusnya pula diungkapkan ke publik. Dengan demikian, perlu keberimbangan langkah menuju capaian optimalisasi “bersama”. Cag..! *)Penulis, pengamat kebijakan publik Kota Bandung
Facebook Comments Box

Selamat Jalan, Wan Abas : Sepekan, Selepas Japri

0
Oleh Iman Wahyudi* Sahabat kita, Wan Abas (64 tahun) telah kembali ke pangkuanNya. Mantan wartawan senior “Pikiran Rakyat”. Sosok jurnalis visioner dengan talenta khas. Masa panjang pengabdian awak media terkemuka di tatar Jabar. Berlanjut melola PRfm yang melambung namanya. Sepanjang usianya, sejak akhir studi Unpad — melulu bersama “PR”. Cuma setahun, kami saling sapa di kampus yang sama. Saya dua tahun lebih dulu kuliah di Fakultas Publisistik. Wan Abas menyusul kemudian, angkatan 1977. Kelak, tak terduga — berjumpa kembali di Redaksi “PR”. Gawe kuli tinta. Ada kesamaan minat garapan. Hal ikhwal budaya dan seni pentas kontemporer. Saya lebih awal “resigned” akhir 1998. Mencoba peruntungan di luar media. Sementara Wan Abas masih melangkah, lebih dari satu dekade berikutnya. Karuan, dia mengalami dinamika “PR” kekinian. Bertaruh kesetiaan pengabdian. Sepanjang 1986, kerap bersama. Menjemput malam di antara temaram dunia hiburan metropolitan. Mengasah minat liputan. Bercengkrama di antara deru VW Combi miliknya. Kereta langka dan khas Wan Abas. Cukup lama berjarak garapan berbeda. Terakhir kali, kami jumpa pada reuni aktivis “modelling” di Hotel Trans, 08 Maret 2020. Bersama Leo Lesmana dan Ceu Popong Djundjunan. Sahabat Wan Abas tampak bugar dan awet muda. Menggandeng istrinya menikmati “Lunch Time” itu. Sekali lagi, di teras Siliwangi Driving Range pada 09 Juni 2020. Kali ini bersama alumni “PR”. Antara lain Hernawan, Orang Fharyana dan Marsal (Marzuki Salim). Sekadar ngopi di spasi latihan pukulan golf. Almarhum suka golf, saya cuma bisa olahraga jalan kaki Lepas sahur, Sabtu 16 April ybl — saya menyapa lewat WA. Terdorong firasat yang tak terucap. Merespons sapaan. Tapi saya meyakini dari istrinya. Bukan Wan Abas. Saya pun membayangkan masih terbaring lemah. Menyusul, japri berikutnya. “Kang Abas masih di ICU, Kang. Neda pidu’ana,” katanya. Seketika terbayang spasi panjang perjuangannya “melawan” sakit. Dia terkulai, tak beranjak dari ruang ICU — sejak awal Ramadhan. Selama tiga pekan dalam posisi terbaring. Sepekan kemudian dari saat japri tadi, tersiar kabar duka. Wan Abas wafat, Sabtu siang, 23 April 2022. Bulan Ramadhan nan memberi kekuatan hati bagi keluarga tercinta yang ditinggalkan. Selamat jalan, Sahabat.*** *iW*
Facebook Comments Box

LANGKAH PERLAWANAN MUHAMMADIYAH

0
By M Rizal Fadillah Kekhawatiran pelaksanaan hari Jum’at untuk eksekusi Panti Asuhan Kuncup Harapan Muhammadiyah di Jl. Mataram No 1 Bandung atas permohonan Dra. Mira Widyantini, MSc ternyata tidak terjadi. Kader-kader Muhammadiyah baik Tapak Suci, KOKAM Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM, HW dan kader lainnya siap siaga untuk mati-matian mempertahankan panti anak yatim itu. Setelah shalat Jum’at di Panti Asuhan dengan jamaah yang membludak hingga ke luar hingga persimpangan jalan, Angkatan Muda Muhammadiyah yang dimotori para mahasiswa (IMM) dan pelajar (IPM) dengan pengawalan KOKAM, Tapak Suci, dan HW bergerak menuju gedung Pengadilan Negeri Bandung untuk menyampaikan aspirasi. Setelah mendesak untuk bertemu dengan Ketua Pengadilan Negeri Bandung, akhirnya Ketua Pengadilan bersedia menemui peserta aksi. Ketua PN Bandung Sihar Hamonangan Purba SH MH menyatakan belum menjadwalkan untuk eksekusi mengingat adanya Laporan baru Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukajadi ke Kepolisian Resort Kota Bandung. PN Bandung akan mengikuti dulu penyelesaian pidana yang diproses oleh pihak Kepolisian dengan Terlapor Dra. Mira Widyantini, MSc. tersebut. Muhammadiyah merasa diperlakukan tidak adil jika sampai terjadi eksekusi. Karenanya akan terus melakukan perlawanan. MuhammadIyah yakin bahwa yang diperjuangkannya adalah benar. Sejak tahun 1986 telah mendapatkan hibah wasiat tanah dan bangunan di Jl Mataram No 1 Bandung dari Prof H Salim Rasyidi. Sertifikat HM atas nama H Salim Rasyidi pun telah diserahkan kepada Muhammadiyah dan hingga saat ini masih dipegang oleh Muhammadiyah. Adanya Sertifikat baru atas nama Dra. Mira Widyantini MSc tanpa sepengetahuan Muhammadiyah inilah yang menyebabkan timbulnya sengketa. Muhammadiyah memenangkan perkara di tingkat PN, PT, hingga MA. Inkracht dan telah dieksekusi. Mengejutkan PK Mira dikabulkan. Panti Asuhan terancam eksekusi. Muhammadiyah melakukan upaya hukum untuk membongkar perilaku kriminal. Mengapresiasi kepada pihak Kepolisian yang serius untuk melanjutkan proses. Kejanggalan diawali dengan pembuatan laporan kehilangan sertifikat, padahal sertifikat tersebut telah diserahkan kepada dan dipegang oleh Muhammadiyah, lalu ada kuasa menjual kepada Mira Widyantini sehingga praktis jual beli terjadi “antara Mira kepada Mira” dan palsunya keterangan dalam AJB yang menyatakan bahwa H salim Rasyidi tidak pernah menikah. Muhammadiyah memiliki buku nikah H Salim Rasyidi dengan Sundus Chatim. KUA Purwokerto membenarkan adanya pernikahan tersebut. Aksi Angkatan Muda Muhammadiyah di lokasi Panti Asuhan Jl. Mataram No 1 dan Pengadilan Negeri Bandung memberi warna dari perlawanan. Mahasiswa membawa spanduk-spanduk berisi tuntutan pemberantasan mafia tanah. Rupanya anak-anak muda kader Muhammadiyah ini menyambut Ramadhan dengan langkah aksi perjuangan. Seakan mengingatkan pula bahwa memang Ramadhan adalah bulan perjuangan (syahrul jihad). Muhammadiyah mengawali pelaksanaan shaum ramadhan hari ini, sehari setelah aksi Jum’at kemarin. Mahasiswa dan pelajar Muhammadiyah meneriakkan tekad di depan Ketua PN Bandung “Meski langit runtuh keadilan harus tetap ditegakkan !”. *) Pemerhati Politik dan Kebangsaan Bandung, 2 April 2022
Facebook Comments Box